Hak Ibu Menyusui dan Peran Support System untuk Tumbuh Kembang Optimal Anak

Vania Rossa

Minggu, 03 Agustus 2025 | 09:24 WIB
Hak Ibu Menyusui dan Peran Support System untuk Tumbuh Kembang Optimal Anak
Ilustrasi Hak Ibu Menyusui (Freepik)

Suara.com - Menyusui bukan hanya perkara memberi makan bayi, tapi juga bagian penting dari fondasi kesehatan dan tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Sayangnya, masih banyak ibu—terutama yang bekerja—menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan pemberian ASI secara optimal.

Minimnya dukungan dari lingkungan sekitar, terbatasnya akses fasilitas seperti ruang laktasi, serta kurangnya pemahaman tentang pentingnya support system sering kali menjadi hambatan utama.

Padahal, keberhasilan menyusui bukan hanya tanggung jawab ibu semata, melainkan juga memerlukan peran aktif dari keluarga, tenaga kesehatan, hingga dunia kerja.

Di tengah upaya membangun generasi masa depan yang lebih sehat dan cerdas, isu seputar hak ibu menyusui dan sistem pendukungnya perlu menjadi perhatian bersama.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan World Breastfeeding Week 2025, PT Bundamedik Tbk (BMHS) melalui jaringan RS Bunda Group menggelar Bunda Parenting Convention di Jakarta pada 2 Agustus 2025.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen BMHS dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sekaligus memperkuat sistem pendukung (support system) bagi para Ibu, terutama dalam hal pemberian ASI.

Dengan tema “Prioritise Breastfeeding: Creating Sustainable Support Systems”, konvensi ini menjadi ruang edukasi dan advokasi bagi para ibu serta pihak-pihak yang berperan dalam ekosistem pengasuhan anak. Mulai dari ayah, pengelola daycare, manajemen perkantoran, hingga tenaga kesehatan profesional dihadirkan untuk membahas pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap ibu menyusui.

Tantangan Ibu Menyusui di Dunia Kerja

Data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 60% ibu bekerja kesulitan mempertahankan pemberian ASI ketika kembali ke dunia kerja. Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya akses terhadap ruang laktasi di tempat kerja.

baca juga

Temuan dari Health Collaborative Center (HCC) juga menunjukkan bahwa anak dari ibu yang tidak memiliki akses ke ruang laktasi berisiko lebih tinggi mengalami malnutrisi.

Menyikapi hal ini, BMHS telah mengambil langkah konkret melalui penyediaan fasilitas ruang laktasi di seluruh jaringan RS Bunda Group. Tak hanya menyediakan ruang, BMHS juga menerapkan kebijakan internal yang mendukung ibu menyusui agar tetap dapat memerah ASI tanpa mengganggu pekerjaan mereka.

Menurut studi internal, ibu yang memiliki akses ke ruang laktasi lebih mampu mempertahankan pemberian ASI eksklusif. Bahkan, 88,3% pengguna ruang laktasi melaporkan bahwa produksi ASI mereka mencukupi kebutuhan anak, sebuah bukti nyata pentingnya dukungan fasilitas di lingkungan kerja.

ASI: Hak Anak, Tanggung Jawab Bersama

Dr. Elizabeth M., H.Kes., Chief of Medical, Nursing & Quality Officer PT Bundamedik Tbk, menegaskan bahwa ASI bukan sekadar pilihan, melainkan hak anak untuk mendapat nutrisi terbaik. ASI memberikan perlindungan alami sekaligus memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak, yang menjadi fondasi penting bagi kesehatan dan kecerdasan jangka panjang.

“Penyediaan ruang laktasi di tempat kerja bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga bagian dari pemenuhan hak dasar anak,” ujar dr. Elizabeth.

Hal ini juga ditegaskan oleh dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A., MARS (dr. Tiwi), Dokter Spesialis Anak RSIA Bunda Jakarta. Menurutnya, menyusui bukan tanggung jawab ibu semata, melainkan perlu didukung oleh lingkungan sekitar: keluarga, tenaga kesehatan, dan tempat kerja.

dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA MARS (dok. BMHS)
dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA MARS (dok. BMHS)

"Ketika ibu mendapat dukungan untuk menyusui, kita sedang membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya — menuju Generasi Emas Indonesia," tegas dr. Tiwi yang sudah lebih dari 25 tahun berkecimpung dalam dunia kesehatan anak.

Peran Strategis Tenaga Kesehatan Sejak Kehamilan

Keberhasilan menyusui tidak bisa dimulai setelah anak lahir saja. Dukungan dan edukasi sudah perlu diberikan sejak masa kehamilan. Untuk itu, peran dokter spesialis obstetri dan ginekologi, termasuk subspesialis fetomaternal, sangat penting dalam memberikan layanan antenatal care (ANC) yang menyeluruh.

BMHS melalui Bunda Parenting Convention menyatukan para ahli dari berbagai bidang—dokter spesialis anak, konsultan tumbuh kembang, konselor laktasi, hingga psikolog—untuk memberikan edukasi yang komprehensif kepada para orang tua mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), masa krusial yang menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan.

Menuju Ekosistem Ramah Ibu dan Anak

Melalui konvensi ini, BMHS ingin menegaskan bahwa menyusui harus menjadi norma yang didukung secara sistematis dan berkelanjutan, bukan semata tugas individual seorang ibu. Upaya seperti edukasi, advokasi, pendampingan, hingga penyediaan fasilitas publik seperti ruang laktasi perlu terus diperluas, termasuk di lingkungan perkantoran.

“Dukungan menyusui tidak berhenti di rumah sakit. Ini harus menjadi budaya di masyarakat, kantor, dan ruang publik lainnya,” pungkas dr. Tiwi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

80% Anak Indonesia Kekurangan DHA! Dampaknya Lebih dari Sekadar Kurang Pintar

80% Anak Indonesia Kekurangan DHA! Dampaknya Lebih dari Sekadar Kurang Pintar

Health | Rabu, 30 Juli 2025 | 13:24 WIB

5 Moisturizer Mengandung Vitamin C untuk Ibu Menyusui: Aman dan Efektif Hempas Kulit Kusam

5 Moisturizer Mengandung Vitamin C untuk Ibu Menyusui: Aman dan Efektif Hempas Kulit Kusam

Lifestyle | Senin, 21 Juli 2025 | 15:40 WIB

Produk 5 Freezer ASI Terbaik untuk Bunda Menyusui: Hemat Listrik & Kapasitas Lega

Produk 5 Freezer ASI Terbaik untuk Bunda Menyusui: Hemat Listrik & Kapasitas Lega

Lifestyle | Rabu, 09 Juli 2025 | 14:55 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×