Langkah Krusial Buat Semua Perempuan, Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Payudara Diluncurkan

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 30 Oktober 2025 | 12:54 WIB
Langkah Krusial Buat Semua Perempuan, Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Payudara Diluncurkan
IHC & YKPI Luncurkan Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Payudara. (Suara.com/Clarencia Gita Jelita Nazara)
  • IHC bersama YKPI resmi meluncurkan Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Payudara sebagai upaya menekan angka kasus stadium lanjut di Indonesia.
  • Program ini memperkuat kolaborasi antara rumah sakit, komunitas, dan yayasan dalam meningkatkan literasi kesehatan perempuan.
  • Melalui edukasi dan fasilitas medis modern, gerakan ini mengajak perempuan untuk lebih berani memeriksakan diri sejak dini.

Suara.com - Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan perempuan, deteksi dini kanker payudara menjadi langkah krusial untuk menekan angka kematian akibat penyakit ini.

Kanker payudara masih menjadi jenis kanker paling banyak menyerang perempuan Indonesia, namun sebagian besar kasus baru ditemukan ketika sudah berada di stadium lanjut. Padahal, semakin dini terdeteksi, semakin besar peluang sembuh dan semakin ringan biaya pengobatan yang harus dijalani.

Dalam semangat memperingati Bulan Kanker Payudara Internasional, PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) resmi meluncurkan Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Payudara. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen keduanya dalam menekan angka kasus kanker payudara stadium lanjut di Indonesia.

Acara penandatanganan kerja sama digelar di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, yang dikenal sebagai Center of Excellence (COE) Onkologi di jaringan rumah sakit IHC. Penandatanganan dilakukan oleh dr. Harmeni Wijaya, Direktur Komersial IHC, dan Linda Amalia Sari, Ketua YKPI, di hadapan tenaga kesehatan, tamu undangan, dan media.

Menurut data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, terdapat lebih dari 408 ribu kasus baru kanker di Indonesia, dengan kanker payudara menduduki posisi tertinggi pada perempuan. Ironisnya, lebih dari 90 persen perempuan Indonesia belum pernah melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

Sebagai rumah sakit unggulan, RSPP terus memperkuat layanan onkologi melalui fasilitas One Day Care Chemotherapy — di mana pasien dapat menjalani kemoterapi tanpa perlu rawat inap — serta penggunaan Linear Accelerator (Linac) Elekta Versa HD, teknologi terapi radiasi modern yang lebih presisi dan aman.

Dari sisi edukasi publik, Ketua YKPI Linda Amalia Sari menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka kematian akibat kanker payudara.

“Sekitar 70 persen pasien datang ketika sudah stadium lanjut. Karena itu, kerja sama antara rumah sakit, komunitas, dan yayasan seperti YKPI jadi sangat penting,” jelasnya.

Sejak awal 2025, YKPI telah memberikan edukasi kepada lebih dari 25 ribu perempuan di berbagai wilayah Indonesia. Harapannya, semakin banyak perempuan yang sadar pentingnya pemeriksaan dini, semakin besar pula peluang sembuh dan menekan biaya pengobatan.

Sebagai tindak lanjut, IHC dan YKPI menggelar serangkaian kegiatan bertema “Berjanji Bersama Menurunkan Angka Kanker Payudara Stadium Lanjut”, seperti Festival Yoga, Tennis Pink Tober 2025, dan Lomba Menulis “My Why Story”. Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang dukungan emosional bagi para penyintas.

Rangkaian acara akan berlanjut ke berbagai rumah sakit jaringan IHC di seluruh Indonesia melalui talkshow, seminar kesehatan, dan pelatihan SADARI, agar literasi kesehatan perempuan semakin meluas.

Direktur RSPP dr. Neni Merawati turut berpesan agar perempuan tidak takut memeriksakan diri.

“Banyak pasien datang terlambat karena takut. Padahal, semakin cepat diketahui, semakin mudah ditangani. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghapus rasa takut itu,” ungkapnya.

Sementara itu, dr. Harmeni Wijaya menekankan makna besar dari gerakan ini.

“Setiap perempuan yang berani memeriksakan diri sejak awal bukan hanya menyelamatkan dirinya, tapi juga ikut membangun budaya kesehatan baru di Indonesia,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Perempuan Takut Skrining Kanker Payudara, Cek Kesehatan Gratis Nggak Ngaruh?

Banyak Perempuan Takut Skrining Kanker Payudara, Cek Kesehatan Gratis Nggak Ngaruh?

Health | Rabu, 29 Oktober 2025 | 07:15 WIB

Langkah Kecil, Dampak Besar: Edukasi SADARI Agar Perempuan Lebih Sadar Deteksi Dini Kanker Payudara

Langkah Kecil, Dampak Besar: Edukasi SADARI Agar Perempuan Lebih Sadar Deteksi Dini Kanker Payudara

Health | Senin, 27 Oktober 2025 | 16:19 WIB

Dikecam! Love Your W 2025 Diduga Hilang Fokus dari Isu Kanker Payudara

Dikecam! Love Your W 2025 Diduga Hilang Fokus dari Isu Kanker Payudara

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 12:43 WIB

Terkini

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB