Hingga saat ini, dunia medis belum menemukan obat atau vaksin spesifik untuk menyembuhkan infeksi Nipah. Pengobatan yang diberikan saat ini bersifat suportif, yaitu bertujuan meredakan gejala dan menjaga kondisi tubuh pasien agar tetap stabil, sering kali memerlukan perawatan intensif di ICU.
6. Apakah Akan Menjadi Pandemi Global?
Kabar baiknya, para ahli epidemiologi menilai potensi virus Nipah untuk menjadi pandemi global seperti COVID-19 tergolong rendah. Hal ini dikarenakan virus Nipah tidak menyebar dengan mudah melalui udara, melainkan melalui kontak cairan tubuh yang sangat dekat. Wabah yang terjadi biasanya bersifat lokal (klaster) dan lebih mudah disekat penyebarannya.
7. Langkah Pencegahan Mandiri
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah:
- Mencuci buah hingga benar-benar bersih sebelum dikonsumsi.
- Menghindari konsumsi buah yang terlihat bekas gigitan hewan.
- Rutin mencuci tangan dengan sabun.
- Bagi petugas medis, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap adalah wajib saat menangani pasien suspek.
Meskipun virus Nipah memiliki tingkat fatalitas yang tinggi, kewaspadaan yang terukur jauh lebih dibutuhkan daripada kepanikan massal.
Dengan menjaga pola hidup bersih, memastikan keamanan pangan yang kita konsumsi, dan mengikuti arahan dari otoritas kesehatan, kita dapat memutus rantai penyebaran virus ini.
Tetaplah waspada namun tetap tenang, karena pengetahuan adalah senjata terbaik dalam menghadapi ancaman kesehatan global.
Kontributor : Rizqi Amalia
Baca Juga: Atletik Indonesia: Zohri dan Odekta Awali Musim di Kejuaraan Asia Indoor 2026