Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya

Dinda Rachmawati

Rabu, 11 Maret 2026 | 08:04 WIB
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
Ilustrasi Pasien Konsultasi tentang Kesehatannya (Dok. Istimewa)
  • Ramadan menjadi tantangan bagi penyandang diabetes karena perubahan pola makan memerlukan pengelolaan gula darah yang sangat cermat.
  • IDF Atlas 2025 mencatat 19,5 juta orang dewasa di Indonesia menderita Diabetes Melitus Tipe 2, menyoroti pentingnya kesadaran.
  • PT Anugerah Pharmindo Lestari menghadirkan Tirzepatide, terapi inovatif baru untuk DM Tipe 2 yang telah disetujui BPOM.

Suara.com - Ramadan menjadi momen yang sangat dinantikan oleh banyak orang untuk memperdalam refleksi spiritual sekaligus memperbaiki pola hidup. Namun bagi sebagian orang, khususnya penyandang diabetes, periode puasa juga dapat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan kadar gula darah

Oleh karena itu, pemahaman tentang pola makan sehat, pengelolaan aktivitas, serta akses terhadap terapi yang tepat menjadi sangat penting selama menjalani ibadah puasa.

Secara umum, puasa dapat memberikan kesempatan bagi tubuh untuk melakukan “reset” metabolisme melalui pengaturan pola makan yang lebih terkontrol. Ketika dijalani dengan pola makan yang seimbang dan gaya hidup sehat, puasa bahkan dapat membantu menjaga kesehatan metabolisme. 

Namun bagi penderita diabetes, perubahan pola makan dan waktu makan yang terjadi selama Ramadan perlu diantisipasi dengan perencanaan yang matang agar tidak memicu lonjakan maupun penurunan gula darah secara drastis.

Data global menunjukkan bahwa diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar. Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2025, sekitar 11,1 persen populasi dewasa dunia atau sekitar satu dari sembilan orang berusia 20 hingga 79 tahun hidup dengan diabetes. 

Yang lebih mengkhawatirkan, lebih dari empat dari sepuluh orang tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit tersebut. Lebih dari 90 persen kasus diabetes merupakan Diabetes Melitus Tipe 2, yaitu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak mencukupi. 

Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, faktor lingkungan, kondisi sosial ekonomi, hingga faktor genetik. Di Indonesia sendiri, IDF Diabetes Atlas 2025 mencatat sekitar 19,5 juta orang dewasa hidup dengan Diabetes Melitus Tipe 2.

Angka tersebut menunjukkan pentingnya upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengelolaan diabetes, termasuk saat menjalani ibadah puasa. Penderita diabetes perlu memperhatikan berbagai aspek seperti pola makan seimbang saat sahur dan berbuka, aktivitas fisik yang teratur, pengelolaan stres, serta menjaga kualitas tidur. 

Selain itu, rencana pengobatan yang disesuaikan secara individual di bawah pengawasan tenaga kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mengelola kondisi ini.

Di sisi lain, perkembangan inovasi di bidang kesehatan juga memberikan harapan baru bagi para penyandang diabetes. Christophe Piganiol, Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), menegaskan pentingnya menghadirkan akses terhadap terapi terbaru bagi masyarakat.

“Sebagai perusahaan layanan kesehatan terkemuka, APL berkomitmen untuk menghadirkan produk-produk terobosan inovatif serta meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia. APL berupaya menjembatani terobosan global dengan kebutuhan nyata pasien di Indonesia, sehingga layanan kesehatan menjadi lebih mudah diakses,” ujar Christophe Piganiol.

Melalui keahlian dalam distribusi, komersialisasi, dan layanan uji klinis, perusahaan tersebut berupaya menghadirkan pilihan terapi baru untuk membantu pasien diabetes di Indonesia. 

Salah satunya adalah Tirzepatide, obat dengan mekanisme kerja baru yang ditujukan untuk penanganan Diabetes Melitus Tipe 2. Terapi ini bekerja melalui mekanisme dual receptor antagonist yang menggabungkan GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide) dan GLP-1 (glucagon-like peptide-1) untuk membantu pengendalian kadar gula darah.

Kehadiran terapi baru ini juga tidak terlepas dari peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang memastikan setiap obat yang beredar telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan efektivitas. 

Dalam prosesnya, BPOM memberikan persetujuan izin edar terhadap molekul baru ini melalui jalur evaluasi yang relatif cepat tanpa mengurangi standar keamanan.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, dukungan inovasi terapi, serta kolaborasi antara pemerintah, industri kesehatan, dan tenaga medis, diharapkan penyandang diabetes dapat mengelola kondisi mereka dengan lebih baik. 

Terutama selama Ramadan, pengelolaan kesehatan yang tepat dapat membantu penderita diabetes tetap menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Menu Buka Puasa untuk Penderita Asam Lambung Tanpa Santan

8 Menu Buka Puasa untuk Penderita Asam Lambung Tanpa Santan

Lifestyle | Rabu, 11 Maret 2026 | 08:01 WIB

Berapa Liter Air Putih yang Harus Diminum Saat Malam Hari Agar Tetap Terhidrasi Saat Puasa?

Berapa Liter Air Putih yang Harus Diminum Saat Malam Hari Agar Tetap Terhidrasi Saat Puasa?

Lifestyle | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:34 WIB

Bye Kulit Kering! 4 Cleanser Glycerin Bikin Lembap Tahan Lama Selama Puasa

Bye Kulit Kering! 4 Cleanser Glycerin Bikin Lembap Tahan Lama Selama Puasa

Your Say | Selasa, 10 Maret 2026 | 18:55 WIB

Terkini

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB