Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Agung Pratnyawan

Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
Logo Kemenkes. [Kemenkes]
baca 10 detik
  • Dokter internship berinisial AMW meninggal dunia akibat campak di Cianjur.
  • Almarhum mengalami komplikasi pneumonia berat saat bertugas di RSUD Cimacan.
  • Kemenkes lakukan Penyelidikan Epidemiologi untuk mencari sumber penularan di lapangan.

Suara.com - Kabar duka menyelimuti dunia medis Indonesia setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi wafatnya seorang dokter muda akibat infeksi campak pada Kamis (26/3/2026).

Almarhum yang diketahui berinisial AMW (26 tahun) merupakan seorang dokter internship yang sedang menjalankan tugas pengabdian di RSUD Cimacan, Cianjur, Jawa Barat.

Kejadian ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat bahwa penyakit virus ini memiliki risiko komplikasi yang fatal, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga kelompok usia dewasa.

Sebelum meninggal, Almarhum dilaporkan mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah, serta sesak napas berat.

"Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya. Pihak RSUD Cimacan telah melakukan penanganan medis sesuai standar pada 26 Maret 2026. Namun demikian pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah pihak RS mengupayakan penanganan maksimal," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam keterangan resmi, Jumat (27/3).

Sebagai langkah respons cepat, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Dinkes Provinsi Jawa Barat bersama Kemenkes akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lapangan pada hari ini, Jumat (27/3).

Aji mengatakan bahwa tim kesehatan akan melakukan penelusuran kontak erat, mencari sumber penularan, melakukan penilaian risiko dan memberikan vitamin A untuk mencegah penularan lebih luas di wilayah setempat.

"Kasus ini mengingatkan kita bahwa penyakit campak bukan hanya dapat menyerang anak-anak. Orang dewasa yang belum pernah divaksinasi atau belum pernah terinfeksi campak tetap memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal," Aji menerangkan.

Kemenkes pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak. "Segera lengkapi status imunisasi karena vaksinasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah gejala berat dan kematian akibat penyakit campak," tegas Aji.

baca juga

Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala penyakit campak berupa demam tinggi dan ruam merah.

"Untuk pencegahannya masyarakat diimbau tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan pakai air dan sabun, konsumsi makanan bergizi serta menggunakan masker jika sedang sakit campak," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang

Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 19:43 WIB

Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu

Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 16:10 WIB

Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?

Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 17:22 WIB

Terkini

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

×