- IDI melalui LKTB fokus intervensi kesehatan pascabanjir, salah satunya dengan membangun sumur bor di Aceh Tamiang.
- Kolaborasi IDI dan Herbalife menyalurkan dana Rp585 juta untuk akses air bersih serta bantuan nutrisi esensial.
- Relawan dokter memberikan edukasi kesehatan tiga hari di lokasi terdampak untuk mencegah munculnya penyakit lingkungan.
Suara.com - Tantangan terbesar bagi warga terdampak banjir bukan hanya saat air merendam pemukiman, melainkan risiko kesehatan yang muncul setelahnya. Masalah akses air bersih dan kecukupan nutrisi bagi kelompok rentan seperti ibu dan bayi sering kali menjadi persoalan pelik di masa pemulihan.
Menanggapi situasi ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melalui unit kemanusiaannya, Lembaga Kemanusiaan dan Tanggap Bencana (LKTB), bergerak melakukan intervensi kesehatan di wilayah terdampak, salah satunya di Aceh Tamiang.
Menjaga Kualitas Hidup di Masa Krisis
Di lapangan, kolaborasi ini berfokus pada penyediaan kebutuhan esensial yang berdampak langsung pada gaya hidup sehat masyarakat. Salah satu langkah konkretnya adalah pembangunan beberapa sumur bor untuk memastikan warga kembali mendapatkan akses air minum bersih, serta distribusi makanan bergizi bagi ibu dan bayi di posko operasional.
Ketua Umum IDI, Dr. dr. Slamet Budiarto, SH., MH.Kes., menyampaikan bahwa sinergi ini memperkuat respons kemanusiaan di lapangan:
"Kami mengapresiasi kolaborasi yang kuat bersama Herbalife dalam penanganan bencana banjir di Aceh dan sekitarnya. Kemitraan ini memungkinkan mobilisasi sumber daya yang lebih efektif serta memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dukungan yang diberikan—mulai dari akses air bersih, bantuan nutrisi, hingga dukungan operasional di lapangan—sangat berperan dalam memperkuat respons kemanusiaan dan mempercepat pemulihan masyarakat."
Edukasi Kesehatan dan Pendampingan Relawan
Selain bantuan fisik, keberlanjutan intervensi menjadi kunci. Selama kunjungan tiga hari ke wilayah seperti Kota Lintang Bawah dan Kampung Duren, para dokter relawan memberikan edukasi kesehatan pascabanjir untuk mencegah munculnya penyakit lingkungan.
Menariknya, aksi ini juga melibatkan partisipasi aktif para relawan dan member independen yang bahu-membahu menyediakan minuman nutrisi (nutritional shakes) guna mendukung stamina warga maupun petugas di lapangan.
Kolaborasi Strategis untuk Komunitas
Inisiatif kesehatan ini terwujud berkat dukungan dari Herbalife melalui Herbalife Family Foundation (HFF). Melalui program ini, dana sebesar Rp585.000.000 yang dihimpun pada Desember 2025 dan Januari 2026 dipercayakan penyalurannya kepada LKTB dan IDI untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berbasis kebutuhan medis.
Oktrianto Wahyu Jatmiko, Director & General Manager Herbalife Indonesia, menegaskan bahwa pemilihan mitra medis adalah prioritas utama:
"Kolaborasi dengan mitra terpercaya seperti IDI dan LKTB memungkinkan kami menyalurkan bantuan yang tepat sasaran, khususnya untuk kebutuhan esensial seperti nutrisi, akses air bersih, dan dukungan layanan kesehatan dasar."
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen global HFF yang sepanjang 2025 telah menyalurkan hibah sebesar US$5 juta kepada 173 organisasi nirlaba di seluruh dunia, demi membangun masa depan yang lebih sehat dan tangguh bagi generasi mendatang.