- Virus HPV bisa menyerang siapa saja, termasuk pria dan anak-anak.
- Gejala utama berupa kutil di kelamin, telapak kaki, hingga wajah.
- Pencegahan dapat dilakukan melalui skrining rutin dan memahami risiko penularan.
Suara.com - Human Papillomavirus atau virus HPV selama ini identik sebagai penyebab kanker serviks pada perempuan.
Padahal, virus ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang jenis kelamin maupun usia, termasuk laki-laki dan anak-anak.
Celakanya, infeksi HPV seringkali bersifat asimptomatik atau tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Namun dalam banyak kasus, virus HPV ini memicu tumbuhnya kutil di berbagai bagian tubuh.
Lantas, apa saja gejala virus HPV yang perlu diwaspadai pada wanita, pria, hingga anak-anak? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Gejala Virus HPV

Dari sekitar 200 jenis virus HPV, ada empat tipe yang paling sering menimbulkan keluhan, yakni tipe 6, 11, 16, dan 18.
Gejala utamanya biasanya berupa tumbuhnya daging atau kutil di kulit.
Berikut dilansir dari RS Pondok Indah, gejala HPV berdasarkan lokasi infeksinya:
1. Kutil Kelamin (Genital Warts)
Kutil kelamin muncul pada area kelamin pria maupun wanita.
Bentuknya seringkali menyerupai kembang kol dan bisa tumbuh di area dubur yang memicu rasa gatal.
2. Kutil di Telapak Kaki (Plantar Warts)
Kutil di telapak kaki ini bentuknya berupa benjolan keras dan kasar.
Biasanya menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri saat pengidapnya menginjakkan kaki atau berjalan.
3. Kutil di Tangan dan Bahu
Kutil di tangan dan bahu ini berbentuk benjolan datar yang terasa kasar saat disentuh.
Kutil di area ini cenderung mudah berdarah meski terkadang tidak terasa sakit.
4. Kutil di Wajah (Flat Warts)
Berbeda dengan bagian tubuh lain, kutil di wajah biasanya memiliki permukaan datar.
Pada anak-anak, lokasi yang paling sering ditumbuhi kutil ini adalah area rahang bawah.
Siapa Saja yang Berisiko Terinfeksi?
Faktanya, siapa pun yang aktif secara seksual memiliki risiko terkena HPV.
Bahkan, data WHO menyebutkan sekitar 80 persen orang akan terinfeksi HPV setidaknya sekali seumur hidup mereka.
Selain melalui kontak seksual, seperti vagina, anal, maupun oral, virus ini bisa menular melalui:
- Kontak Kulit: Bersentuhan langsung dengan kulit penderita yang terinfeksi atau lokasi tumbuhnya kutil.
- Penggunaan Alat Bantu Seks: Sex toys yang telah tercemar virus HPV.
- Ibu ke Anak: Penuluran bisa terjadi saat proses persalinan normal.
Ada beberapa faktor yang memperparah risiko, seperti kebiasaan bergonta-ganti pasangan, memiliki daya tahan tubuh lemah (seperti penderita HIV/AIDS), hingga adanya luka terbuka pada kulit.
Beda Skrining pada Pria dan Wanita
Bagi wanita, infeksi HPV tidak boleh disepelekan karena berisiko tinggi menyebabkan kanker leher rahim atau kanker serviks.
Oleh karena itu, dokter biasanya menyarankan pemeriksaan rutin berupa:
- Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).
- Pap Smear.
- Tes HPV DNA.
Pada pria, sayangnya tidak ada skrining khusus untuk infeksi HPV pada pria.
Namun, bagi kelompok yang berisiko tinggi, dokter mungkin akan menyarankan Anal Pap Smear setiap 2-3 tahun sekali untuk mendeteksi kemungkinan dini gangguan pada area dubur.