Prabowo Siap Laksanakan 3 Rekomendasi Ijtima Ulama, dari Meritokrasi sampai NU

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:57 WIB
Prabowo Siap Laksanakan 3 Rekomendasi Ijtima Ulama, dari Meritokrasi sampai NU
Presiden Prabowo Subianto menegaskan siap melaksanakan Ijtima Ulama yang telah disampaikan para ulama pada Puncak Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis malam. (foto: BPMI Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menyatakan kesiapan melaksanakan hasil Ijtima Ulama yang diserahkan PKB di Jakarta pada Kamis (23/7/2026).
  • Ijtima Ulama Indonesia merekomendasikan dukungan terhadap penguatan kemandirian ekonomi serta penerapan tata kelola pemerintahan berbasis meritokrasi.
  • Para ulama berkomitmen memperbaiki Nahdlatul Ulama, memberikan masukan konstruktif, serta menjaga persatuan bangsa demi kemaslahatan umat.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan siap melaksanakan Ijtima Ulama yang telah disampaikan para ulama pada Puncak Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis malam.

Prabowo mengapresiasi langkah PKB yang memberikan ruang kepada para ulama untuk menyampaikan rekomendasi langsung di hadapan Presiden.

"Hari ini saya dapat hadiah lagi luar biasa itu. Langsung dibacakan tadi Kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia. Luar biasa ini. Kesepakatan Ijtima Ulama ini luar biasa, ilmu lagi ini PKB," kata Prabowo di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Prabowo menyampaikan terima kasih. Ia menegaskan akan melaksanakan hasil-hasil kesepakatan para ulama tersebut.

Menurut Prabowo ijtima ulama yang ia dengar langsung dari kiai merupakan suatu perintah.

"Jadi tahun lalu saya dapat perintah, tahun ini saya dapat hadiah bersifat perintah juga. Ini partai-partai lain perlu belajar dari PKB. Ini ya ada kelebihan-kelebihan mungkin Gus Dur lagi lihat dari atas itu ya," kata Prabowo.

"Saya kira sekian ya amanat saya karena intinya kan sudah sampai. Saudara kasih hadiah, Saudara kasih perintah, siap saya laksanakan. Saudara memberikan penghargaan yang luar biasa kepada saya," sambung Prabowo.

Sejumlah ulama menyampaikan tiga poin hasil Ijtima Ulama Indonesia di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Poin-poin tersebut merupakan hasil pertemuan para ulama yang sebelumnya digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, pada hari yang sama.

baca juga

Pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syifaa, KH Ahmad Muhyiddin Al-Manafi, mengatakan rekomendasi Ijtima Ulama dirumuskan setelah para ulama mencermati berbagai dinamika sosial nasional, perubahan tatanan dunia, serta arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Ahmad, rumusan tersebut juga berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), Pancasila, serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Berbagai poin ini dirumuskan berdasarkan kondisi bangsa saat ini serta arah pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, Pancasila, dan UUD 1945," ujar Ahmad.

Dalam kesempatan tersebut, Ijtima Ulama Indonesia menyampaikan tiga poin utama.

Presiden Prabowo Subianto meyakini ada masyarakat yang bermental Londo Ireng. Hanya saja mereka kini mengenakan baju lain, mulai dari wartawan hingga LSM. (foto: BPMI Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto meyakini ada masyarakat yang bermental Londo Ireng. Hanya saja mereka kini mengenakan baju lain, mulai dari wartawan hingga LSM. (foto: BPMI Sekretariat Presiden)
  • Pertama, para ulama menyatakan dukungan terhadap berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat kedaulatan bangsa, terutama melalui penguatan kemandirian ekonomi.
  • Kedua, Ijtima Ulama mendorong pemerintah untuk menerapkan tata kelola pemerintahan yang berbasis meritokrasi, dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai konstitusi.
  • Ketiga, para ulama menyampaikan komitmen untuk ikut memperbaiki dan menata Nahdlatul Ulama (NU) agar semakin solid serta mampu memberikan kemaslahatan bagi umat dan masyarakat luas.

Selain tiga poin tersebut, Ahmad menegaskan Ijtima Ulama Indonesia akan terus menjalankan nilai amar ma'ruf nahi munkar dengan memberikan masukan dan kritik yang konstruktif terhadap jalannya pemerintahan.

"Karena itu, Ijtima Ulama akan terus menjalankan amanah amar ma'ruf nahi munkar, memperkuat ukhuwah, menjaga persatuan, serta memberikan dukungan, nasihat, dan koreksi yang konstruktif agar penyelenggaraan negara senantiasa berada dalam koridor konstitusi, keadilan, dan kemaslahatan," pungkasnya.

Melalui rekomendasi tersebut, Ijtima Ulama Indonesia menegaskan peran ulama tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam memberikan pandangan terhadap berbagai persoalan kebangsaan dan pembangunan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!

Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:08 WIB

Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?

Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:49 WIB

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:15 WIB

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:54 WIB

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:25 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×