Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Restu Fadilah

Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
Ilustrasi mata kelelahan. (Dok: Shutterstock)

Prof Marcus mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan kornea dan tidak menunggu hingga gangguan penglihatan menjadi berat.

Menurutnya, beberapa gejala seperti mata merah atau nyeri, penglihatan buram yang tidak kunjung membaik, sensitif terhadap cahaya, serta rasa seperti ada benda asing di mata harus segera diperiksakan ke dokter.

"Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda awal masalah atau infeksi kornea yang dapat memburuk dengan cepat jika tidak segera ditangani," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan saat menggunakan lensa kontak. Penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai aturan masih menjadi salah satu penyebab umum infeksi kornea yang serius.

Masyarakat dianjurkan selalu mencuci tangan sebelum memegang lensa kontak, tidak tidur menggunakan lensa kontak tanpa anjuran dokter, menghindari penggunaan lensa saat berenang atau mandi, serta mengganti lensa dan tempat penyimpanannya secara rutin sesuai petunjuk.

Selain itu, penggunaan pelindung mata saat berolahraga, bekerja dengan bahan kimia, atau melakukan pekerjaan yang berisiko juga penting untuk mencegah cedera kornea.

Dampak Besar pada Kehidupan Sehari-hari

Kerusakan kornea bukan hanya persoalan medis. Dampaknya dapat menjalar ke berbagai aspek kehidupan pasien, terutama pada kelompok usia lanjut.

Pasien sering mengalami penglihatan buram, berkabut, atau tampak terdistorsi. Akibatnya mereka kesulitan membaca, mengenali wajah anggota keluarga, menonton televisi, hingga berjalan dengan aman di lingkungan sekitar.

baca juga

"Kebutaan kornea dapat sangat memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup pasien," kata Prof Marcus.

Ketika kemampuan melihat menurun, risiko jatuh dan cedera juga meningkat. Pada lansia, kondisi ini dapat berdampak lebih besar karena menurunkan kemandirian dan membuat mereka semakin bergantung pada bantuan orang lain dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kapan Transplantasi Kornea Diperlukan?

Tidak semua penyakit kornea harus ditangani dengan transplantasi. Pada tahap awal, beberapa kondisi masih dapat diobati menggunakan obat tetes mata atau terapi lainnya.

Namun ketika kerusakan kornea sudah berat, pilihan pengobatan menjadi lebih terbatas.

"Jika kornea mengalami kerusakan berat akibat infeksi atau kondisi degeneratif, satu-satunya cara untuk memulihkan penglihatan adalah melalui transplantasi kornea," jelas Prof Marcus.

Transplantasi biasanya diperlukan ketika penglihatan tidak lagi membaik dengan kacamata maupun obat-obatan, terdapat jaringan parut permanen pada kornea, pembengkakan kornea yang menetap, atau ketika jumlah sel endotel yang berfungsi menjaga kejernihan kornea berkurang secara signifikan.

Dalam kondisi tersebut, transplantasi kornea menjadi harapan utama untuk mengembalikan kualitas penglihatan pasien.

Krisis Donor Kornea di Dunia

Meski transplantasi kornea dapat mengembalikan penglihatan, pelaksanaannya menghadapi tantangan besar, yaitu keterbatasan donor kornea.

Menurut Prof Marcus, kekurangan donor kornea merupakan masalah global yang hingga kini masih menjadi perhatian banyak negara.

"Penelitian menunjukkan bahwa hanya satu dari 90 pasien di dunia yang membutuhkan transplantasi kornea dapat menerima transplantasi tersebut," ungkapnya.

Kondisi ini terjadi karena hingga saat ini belum tersedia pengganti buatan yang dapat sepenuhnya menggantikan fungsi kornea manusia.

Karena itu, donor kornea manusia masih menjadi sumber utama bagi pasien yang membutuhkan transplantasi.

Untuk membantu mengatasi kebutuhan tersebut, Singapore Eye Bank yang didirikan pada tahun 1991 terus berupaya menyediakan kornea donor berkualitas tinggi guna membantu pasien mendapatkan kesempatan melihat kembali.

DMEK, Generasi Baru Transplantasi Kornea

Kemajuan teknologi juga menghadirkan teknik transplantasi kornea yang lebih modern dan minim invasif, salah satunya adalah Descemet Membrane Endothelial Keratoplasty atau DMEK.

Teknik ini berbeda dengan transplantasi kornea konvensional yang mengganti seluruh lapisan kornea. "Dalam prosedur DMEK, hanya lapisan terdalam kornea yang rusak yang diganti, bukan seluruh ketebalan kornea," terang Prof Marcus.

Pendekatan tersebut memberikan sejumlah keuntungan bagi pasien. Masa pemulihan menjadi lebih cepat, risiko penolakan jaringan lebih rendah, dan tindakan operasi menjadi lebih ringan dibandingkan transplantasi kornea penuh.

Karena itu, DMEK kini menjadi salah satu pilihan utama pada berbagai kasus penyakit kornea yang melibatkan kerusakan lapisan endotel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1 Dari 1000 Orang Indonesia Alami Buta Akibat Kerusakan Kornea, Donor Mata Jadi jadi Terbaiknya

1 Dari 1000 Orang Indonesia Alami Buta Akibat Kerusakan Kornea, Donor Mata Jadi jadi Terbaiknya

News | Senin, 30 September 2024 | 21:45 WIB

Duh, Gegara Tenis Kornea Mata Nagita Slavina Robek: Ini Cara Memberikan Pertolongan Pertama

Duh, Gegara Tenis Kornea Mata Nagita Slavina Robek: Ini Cara Memberikan Pertolongan Pertama

Lifestyle | Jum'at, 22 September 2023 | 12:34 WIB

4 Risiko Kerusakan Mata akibat Penggunaan Softlens yang Tidak Tepat

4 Risiko Kerusakan Mata akibat Penggunaan Softlens yang Tidak Tepat

Your Say | Jum'at, 01 September 2023 | 09:42 WIB

Apa Itu Astigmatisme yang Diderita Eiichiro Oda? Ini Penyebab dan Gejala Penyakit Sang Mangaka One Piece

Apa Itu Astigmatisme yang Diderita Eiichiro Oda? Ini Penyebab dan Gejala Penyakit Sang Mangaka One Piece

Health | Jum'at, 09 Juni 2023 | 13:44 WIB

Kisah Haru Fransiska Ncis: Meninggal Setahun Usai Donor Ginjal, Kini Relakan Kornea Mata

Kisah Haru Fransiska Ncis: Meninggal Setahun Usai Donor Ginjal, Kini Relakan Kornea Mata

News | Jum'at, 11 November 2022 | 17:56 WIB

Ilmuwan Berhasil Memulihkan Mata Orang Buta dengan Implan dari Kulit Babi

Ilmuwan Berhasil Memulihkan Mata Orang Buta dengan Implan dari Kulit Babi

Health | Senin, 15 Agustus 2022 | 20:30 WIB

Terkini

Pria di Kota Banjar Ditemukan Meninggal dengan Luka Tusuk, Polisi Selidiki Penyebabnya

Pria di Kota Banjar Ditemukan Meninggal dengan Luka Tusuk, Polisi Selidiki Penyebabnya

Jabar | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Tolak Peredaran Tramadol, Warga Gelar Aksi di Kawasan Tanah Abang

Tolak Peredaran Tramadol, Warga Gelar Aksi di Kawasan Tanah Abang

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Prabowo Guyon ke Kepala BGN Sudaryono: Baru Seminggu Menjabat, Tiap Malam Nggak Tidur

Prabowo Guyon ke Kepala BGN Sudaryono: Baru Seminggu Menjabat, Tiap Malam Nggak Tidur

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:24 WIB

Dinkes DKI: Tak Ada Nakes Pemprov yang Cibir Pasien BPJS Yurizal

Dinkes DKI: Tak Ada Nakes Pemprov yang Cibir Pasien BPJS Yurizal

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:21 WIB

Viral Gaji Manajer KDMP Tembus Rp 16 Juta, Purbaya: Kegedean! Paling UMP Lebih Sedikit

Viral Gaji Manajer KDMP Tembus Rp 16 Juta, Purbaya: Kegedean! Paling UMP Lebih Sedikit

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:21 WIB

The Caffeine Club Hadir di Bandung, Bisa Ngopi Setiap Hari Selama Sebulan

The Caffeine Club Hadir di Bandung, Bisa Ngopi Setiap Hari Selama Sebulan

Jabar | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Gubernur Sulsel Minta Tambah Sekolah Rakyat di Makassar, Siapkan Lahan 20 Hektare

Gubernur Sulsel Minta Tambah Sekolah Rakyat di Makassar, Siapkan Lahan 20 Hektare

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Indonesia Lolos Grand Final Mobile Legends Esports Nations Cup 2026

Indonesia Lolos Grand Final Mobile Legends Esports Nations Cup 2026

Tekno | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:17 WIB

140 Ton Sampah Kedaung Kali Angke Dibersihkan, DLH Kerahkan Alat Berat dan Belasan Truk

140 Ton Sampah Kedaung Kali Angke Dibersihkan, DLH Kerahkan Alat Berat dan Belasan Truk

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:15 WIB

6 Cara Mengatasi Jam Tangan Berembun di Bagian Dalam Kaca

6 Cara Mengatasi Jam Tangan Berembun di Bagian Dalam Kaca

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:15 WIB

×