Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
Ilustrasi eksim atau dermatitis pada bayi. [Pexels/Ksenia Chernaya]
baca 10 detik
  • Prevalensi dermatitis atopik pada anak mencapai 10 hingga 20 persen akibat polusi dan gaya hidup.
  • Perbaikan sawar kulit sangat krusial dilakukan untuk mencegah risiko inflamasi, infeksi, serta kekambuhan gejala eksim anak.
  • Pakar dermatologi menyarankan penggunaan pelembap rutin serta produk berbasis ceramide untuk memperkuat fungsi proteksi alami kulit.

Suara.com - Kasus dermatitis atopik atau eksim pada bayi dan anak terus meningkat akibat polusi udara semakin memburuk, perubahan iklim hingga gaya hidup masyarakat modern. Memperbaiki sawar kulit (skin barrier) pun harus dilakukan untuk mencegah eksim anak kambuh.

Tak main-main, data Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI) menunjukkan dermatitis atopik jadi salah satu masalah kulit paling banyak ditemukan pada anak di berbagai fasilitas layanan kesehatan.

Prevalensinya dilaporkan mencapai 10 hingga 20 persen pada bayi dan anak-anak, sementara pada populasi dewasa berkisar 1 hingga 3 persen.

Alih-alih berfokus mengatasi pada gejala kulit kering, gatal dan kemerahan, para orangtua sebaiknya berfokus mencari solusi agar sawar kulit anak bisa pulih sehingga eksim tidak lagi kambuh.

Ini karena menurut laporan klinis American Academy of Pediatrics (AAP) pada 2014 menyebutkan saat sawar kulit terganggu, maka ia akan kehilangan kemampuannya menahan kelembapan dan menjadi lebih mudah ditembus alergen, iritan, maupun mikroorganisme penyebab infeksi.

Ilustrasi ruam, eksim, dermatitis atopik (Elements Envato)
Ilustrasi ruam, eksim, dermatitis atopik pada bayi, Elements Envato)

Karena itu, terapi yang berfokus pada perbaikan dan penguatan skin barrier kini menjadi bagian penting dalam tata laksana dermatitis atopik alias eksim.

Padahal, memperbaiki sawar kulit setelah terjadi iritasi merupakan langkah krusial untuk mencegah kekambuhan. Ketika lapisan pelindung kulit dapat dipulihkan dengan baik, risiko inflamasi berulang, infeksi sekunder, maupun munculnya gejala yang lebih berat dapat ditekan.

AAP mengatakan perbaikan sawar kulit pada anak bisa dilakukan dengan menggunakan pelembap atau emolien secara rutin. Pelembap membantu mengurangi kehilangan air dari kulit, memperbaiki lapisan pelindung yang rusak, serta menurunkan risiko peradangan dan rasa gatal.

Orang tua juga disarankan menghindari produk perawatan kulit yang mengandung parfum, alkohol, atau bahan iritatif lainnya, serta memilih pakaian berbahan lembut seperti katun untuk mengurangi gesekan pada kulit anak yang sensitif.

baca juga

Tatalaksana perbaikan sawar kulit ini juga dibahas dalam diskusi Scientific Anniversary Symposium yang diselenggarakan Uriage Indonesia, dan dihadiri para dokter kulit pada Sabtu (13/6/2026).

Dalam salah satu sesi, Derma Regional Business Medical Coordinator Uriage, Thibault Aardewijn menjelaskan bahwa kesehatan sawar kulit kini menjadi fokus utama berbagai penelitian dermatologi modern.

"Pendekatan berbasis riset dermatologi terus berkembang untuk membantu menjaga keseimbangan kulit, memperkuat fungsi proteksi alami, dan mendukung kebutuhan pasien dengan berbagai kondisi kulit sensitif," papar Thibault.

Diskusi perbaikan sawar kulit ini juga melatarbelakangi pengembangan berbagai produk dermatologi untuk bayi dan anak. Salah satunya melalui lini perawatan kulit kering dan atopik Uriage Xémose C8+ yang turut diperkenalkan.

Produk tersebut dilengkapi teknologi Biomimetic Ceramides, yakni komponen yang dirancang menyerupai ceramide alami pada kulit. Ceramide adalah salah satu unsur penting penyusun skin barrier yang berfungsi menjaga kelembapan dan memperkuat lapisan pelindung kulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:30 WIB

Aurelie Moeremans Cerita Adaptasi Jadi Ibu Baru, dari Begadang sampai Pilih Popok

Aurelie Moeremans Cerita Adaptasi Jadi Ibu Baru, dari Begadang sampai Pilih Popok

Lifestyle | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:24 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu

7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:48 WIB

Terkini

Fakta BBM B50: Tidak Direkomendasikan untuk Semua Jenis Mobil Diesel

Fakta BBM B50: Tidak Direkomendasikan untuk Semua Jenis Mobil Diesel

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 14:08 WIB

'Permata Biru' Bersemi Kembali: Lee Voice Hidupkan Mahakarya Ote Abadi dengan Sentuhan Modern

'Permata Biru' Bersemi Kembali: Lee Voice Hidupkan Mahakarya Ote Abadi dengan Sentuhan Modern

Entertainment | Senin, 20 Juli 2026 | 14:08 WIB

Astra (ASII) Kantongi Restu Buyback Saham Senilai Rp8 Triliun

Astra (ASII) Kantongi Restu Buyback Saham Senilai Rp8 Triliun

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 14:08 WIB

Syarat dan Panduan Pinjaman KPR Renovasi Rumah BRI Terbaru

Syarat dan Panduan Pinjaman KPR Renovasi Rumah BRI Terbaru

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 14:07 WIB

Final Piala Dunia 2026 dan Lionel Messi: Akhir yang Penuh Nestapa bagi sang Legenda

Final Piala Dunia 2026 dan Lionel Messi: Akhir yang Penuh Nestapa bagi sang Legenda

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 14:06 WIB

Bantargebang Tinggalkan Open Dumping, Bagaimana Jakarta Mengubah Cara Mengelola Sampah?

Bantargebang Tinggalkan Open Dumping, Bagaimana Jakarta Mengubah Cara Mengelola Sampah?

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:05 WIB

Asing Borong BBRI, Segini Target Harga Sahamnya

Asing Borong BBRI, Segini Target Harga Sahamnya

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 14:05 WIB

Pamor SD Negeri di Ujung Tanduk: Krisis Siswa hingga Butuh Transformasi Pendidikan yang Mendesak

Pamor SD Negeri di Ujung Tanduk: Krisis Siswa hingga Butuh Transformasi Pendidikan yang Mendesak

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:04 WIB

Kemenkeu Ungkap Pemerintah Alokasikan Rp 12 Triliun dari APBN 2026 untuk Riset

Kemenkeu Ungkap Pemerintah Alokasikan Rp 12 Triliun dari APBN 2026 untuk Riset

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 14:03 WIB

RUU Perampasan Aset, Akademisi Usul Pembentukan Badan Khusus Agar Barang Sitaan Tak Rusak

RUU Perampasan Aset, Akademisi Usul Pembentukan Badan Khusus Agar Barang Sitaan Tak Rusak

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:00 WIB

×