- Kulit bayi yang masih tipis sangat rentan terhadap iritasi serta ruam popok akibat kelembapan.
- Kulit yang meradang dapat membuat anak rewel, kesulitan tidur, dan pada akhirnya berdampak buruk pada proses tumbuh kembangnya
- KemenPPPA menekankan pentingnya kehadiran orang tua serta edukasi kesehatan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Suara.com - Memasuki momen Hari Anak Nasional (HAN) 2026, perbincangan tentang pemenuhan hak anak tidak melulu seputar pendidikan atau gizi. Hal tersebut juga menyentuh aspek krusial yang menentukan kenyamanan fisik mereka sehari hari. Bagi para orang tua, terutama ibu yang baru memiliki buah hati, salah satu tantangan terbesar di tahun pertama kehidupan anak adalah menjaga kesehatan kulitnya dari ancaman iritasi dan ruam popok.
Berikut adalah lima hal penting yang perlu dipahami orang tua untuk menjaga kesehatan kulit si kecil agar tumbuh kembangnya optimal:
1. Kulit Bayi Jauh Lebih Tipis dan Rentan
Secara biologis, kulit bayi sangat berbeda dengan kulit orang dewasa. Berdasarkan kajian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Allergy, Asthma & Immunology Research pada 2025, kulit bayi masih berada dalam tahap perkembangan. Lapisan pelindung alaminya (skin barrier) jauh lebih tipis dan belum matang sempurna. Kondisi alami ini membuat kulit bayi sangat sensitif dan rentan mengalami iritasi, terutama di area popok yang setiap hari terpapar kelembapan, urine, feses, dan gesekan saat bayi bergerak aktif.
2. Ruam Popok Bisa Mengganggu Tumbuh Kembang
Banyak orang tua mungkin menganggap ruam popok sebagai masalah kulit biasa yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, ketidaknyamanan akibat kulit yang meradang dapat membuat anak rewel, kesulitan tidur, dan pada akhirnya berdampak buruk pada proses tumbuh kembangnya. Dokter Spesialis Anak, dr. Damar Prasetya, Sp.A., M.Sc., M.Psi.T., membenarkan hal tersebut.
“Rusaknya skin barrier dan kondisi ruam popok dapat mengganggu tumbuh kembang anak secara optimal karena kulit yang iritasi berpotensi menjadi sarana masuknya infeksi bakteri maupun jamur. Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah memilih popok yang tepat agar kulit tetap kering dan terlindungi, sehingga anak dapat beraktivitas dengan nyaman dan bebas dari risiko ruam,” ujarnya.
3. Kehadiran Orang Tua Sangat Dibutuhkan
Inisiatif menjaga kesehatan anak sejalan dengan tema Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026, yakni “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memberikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem pendukung bagi keluarga. Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA, Rini Handayani, menyampaikan pesan penting bagi para ayah dan ibu.
“Masa depan Indonesia tidak dimulai saat anak dewasa, tetapi sejak mereka lahir dan mendapatkan pengasuhan yang penuh kasih. Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, tetapi orang tua yang hadir. Kami mengapresiasi inisiatif Baby Happy yang secara konsisten mendampingi para orang tua melalui edukasi pengasuhan berbasis kesehatan bagi anak Indonesia,” ujarnya.
4. Dukungan Edukasi dari Ratusan Tenaga Kesehatan
Merespons keresahan para ibu, kebutuhan akan edukasi pengasuhan yang komprehensif menjadi sangat penting. Menyadari hal tersebut, Baby Happy (WINGS Care) memperluas program Gerakan Anti Ruam untuk mendampingi para orang tua di Indonesia. Edukasi ini dilakukan secara masif dengan melibatkan tenaga kesehatan di 450 posyandu, 180 puskesmas, dan 20 rumah sakit yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Sumatra. Senior Brand Manager Baby Happy, Fransisca Vania Harista, menegaskan komitmen perusahaannya.
“Tahun ini kami memperluas jangkauan Gerakan Anti Ruam kepada 50.000 ibu dan bayi melalui kolaborasi bersama tenaga kesehatan di ratusan posyandu, puskesmas, dan rumah sakit di berbagai wilayah. Kami berharap semakin banyak orang tua memahami pentingnya menjaga kesehatan kulit anak sebagai fondasi tumbuh kembang yang optimal,” kata Vania.
5. Langkah Pencegahan Lewat Edukasi Interaktif dan Pilihan Tepat
Rangkaian edukasi seputar kesehatan kulit ini salah satunya diwujudkan secara interaktif melalui Festival Gerakan Anti Ruam 2026 yang digelar di Jakarta pada 20 Juli 2026 lalu. Acara ini mengajak keluarga untuk belajar melalui berbagai aktivitas seru, mulai dari parade stroller, baby fun’athlon, aksi ganti popok serentak, jumpa penggemar bersama Kinderflix, hingga Laboratorium Anti Ruam.
Dalam upaya mempraktikkan pencegahan iritasi seperti yang dikampanyekan tersebut, pemilihan popok yang tepat menjadi kunci utama di rumah. Orang tua disarankan memilih popok yang telah teruji klinis hipoalergenik, seperti Baby Happy Soft & Comfort. Varian ini hadir untuk mendukung kesehatan kulit bayi melalui teknologi Soft Touch yang dirancang ekstra lembut dengan daya serap cepat. Tujuannya adalah memastikan area kulit sensitif bayi tetap kering, sehingga si kecil terhindar dari paparan kelembapan berlebih dan bisa beraktivitas dengan nyaman.