Popok Sekali Pakai Jadi Sumber Sampah Besar, Peneliti Tawarkan Tiga Cara Menguranginya

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 26 Juli 2026 | 15:55 WIB
Popok Sekali Pakai Jadi Sumber Sampah Besar, Peneliti Tawarkan Tiga Cara Menguranginya
Ilustrasi popok bayi. [Envato]
baca 10 detik
  • Peneliti University College London mempublikasikan tiga langkah mengatasi 160–200 juta ton limbah produk kebersihan di Nature Sustainability.
  • Langkah tersebut mencakup percepatan teknologi daur ulang material popok dan pengembangan produk yang benar-benar dapat terurai hayati.
  • Pendekatan ini juga menyarankan pengurangan penggunaan melalui pelatihan toilet dini dengan dukungan penuh dari berbagai pihak terkait.

Suara.com - Setiap menit, lebih dari 300.000 popok sekali pakai dibuang di seluruh dunia. Bersama pembalut dan produk inkontinensia, limbah ini diperkirakan menghasilkan 160–200 juta ton sampah setiap tahun.

Sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar, menambah beban pencemaran plastik dan emisi.

Sebuah penelitian yang dipimpin peneliti dari University College London (UCL) menawarkan jalan keluar. Alih-alih mengandalkan satu solusi, mereka menyebut persoalan limbah produk kebersihan sekali pakai memerlukan perubahan menyeluruh, mulai dari kebiasaan masyarakat, inovasi teknologi, hingga kebijakan publik.

Hasil penelitian yang diterbitkan di Nature Sustainability itu mengusulkan tiga langkah utama untuk mengurangi dampak lingkungan dari produk penyerap cairan (absorbent hygiene products/AHP), seperti popok bayi, popok dewasa, dan pembalut.

Langkah pertama adalah mengurangi penggunaan sejak awal. Peneliti menilai pelatihan toilet (toilet training) yang dilakukan lebih dini dapat mengurangi jumlah popok yang digunakan anak. Selain berpotensi menekan timbulan sampah, pendekatan ini juga dinilai bermanfaat bagi kesehatan kandung kemih dan usus anak.

Namun, mereka mengakui perubahan tersebut tidak mudah dilakukan. Banyak orang tua menghadapi keterbatasan waktu, kurangnya panduan, serta menganggap popok sekali pakai sebagai pilihan paling praktis. Karena itu, peneliti menyarankan dukungan yang lebih besar dari tenaga kesehatan, tempat kerja, dan layanan pengasuhan anak agar keluarga lebih mudah menerapkan kebiasaan yang menghasilkan lebih sedikit sampah.

Langkah kedua adalah mempercepat pengembangan teknologi daur ulang. Popok bekas sulit didaur ulang karena mengandung campuran plastik, serat, bahan penyerap, serta terkontaminasi limbah manusia dan sisa obat-obatan. Saat ini, teknologi yang tersedia baru mampu memulihkan sebagian material.

Para peneliti mendorong pengembangan sistem yang dapat mendaur ulang seluruh komponen popok sekaligus memastikan proses dekontaminasi mampu menghilangkan patogen dan residu obat secara aman.

Langkah ketiga adalah mengembangkan produk yang benar-benar dapat terurai secara hayati. Menurut penelitian tersebut, banyak produk yang dipasarkan sebagai "biodegradable" belum sepenuhnya dapat dikomposkan. Masih diperlukan inovasi agar popok tetap memiliki daya serap yang baik sekaligus aman diolah menjadi kompos atau biogas.

baca juga

Peneliti juga menekankan bahwa solusi tidak dapat diseragamkan untuk semua negara. Di negara berpendapatan tinggi, peningkatan daur ulang dan pengurangan penggunaan dinilai lebih efektif. Sementara di negara dengan infrastruktur pengelolaan sampah yang terbatas, pendekatan seperti pengomposan atau sistem pembuangan yang sesuai dengan kondisi lokal mungkin lebih relevan.

Bagi tim peneliti, temuan ini menunjukkan bahwa produk kebersihan sekali pakai merupakan kebutuhan penting bagi kesehatan dan martabat manusia. Tantangannya adalah memastikan kebutuhan tersebut tetap terpenuhi, sembari membangun sistem yang menghasilkan lebih sedikit limbah dan lebih ramah terhadap lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hijau di Iklan, Abu-Abu dalam Aksi: Bahaya Fenomena Greenwashing

Hijau di Iklan, Abu-Abu dalam Aksi: Bahaya Fenomena Greenwashing

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 11:50 WIB

Link Resmi Login Sulingjar 2026, Cara Lengkap Mengisi dan Mengirim Jawaban

Link Resmi Login Sulingjar 2026, Cara Lengkap Mengisi dan Mengirim Jawaban

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:59 WIB

Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan

Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:56 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×