- Gerakan Mulai Dari Kita meluncurkan buku cerita anak pejuang kanker pada 23 Juli 2026.
- Buku karya Aninditha Anestya Bakrie dan Ilham Fahmi ini dirancang sebagai pendamping emosional pasien.
- Seluruh keuntungan penjualan buku didonasikan untuk mendukung anak-anak pejuang kanker dari keluarga prasejahtera.
Suara.com - Ketika seorang anak didiagnosis kanker, fokus utama sering kali langsung tertuju pada pengobatan medis. Namun, ada satu hal yang kerap terlupakan: kesehatan mental dan emosional mereka. Proses penyembuhan anak sejatinya tidak hanya bergantung pada terapi rumah sakit, tetapi juga membutuhkan dukungan psikososial agar mereka tidak merasa sendirian.
Menjawab kebutuhan tersebut, gerakan sosial Mulai Dari Kita menginisiasi sebuah langkah manis melalui buku cerita anak Anak Jagoan dan Pasukan Kemo Rangers. Diinisiasi oleh Aninditha Anestya Bakrie (Ditha Bakrie) dan ditulis oleh Ilham Fahmi, buku ini dirancang khusus sebagai pendamping emosional anak.
Lalu, seberapa besar sebenarnya peran sebuah cerita dalam proses penyembuhan anak pejuang kanker? Berikut adalah 5 alasannya:
1. Menjaga Dunia Bermain Anak Tetap Hidup
Masa kanak-kanak adalah masa bermain dan berimajinasi, bahkan ketika mereka sedang sakit. Menurut penulis buku, Ilham Fahmi, pendekatan cerita sengaja dipilih agar anak-anak tetap bisa memahami penyakit yang mereka hadapi tanpa harus kehilangan dunia imajinasi yang menjadi bagian krusial dari perkembangan mereka.
2. Mengubah Istilah Medis Menjadi Petualangan yang Seru
Proses pengobatan kanker sering kali terdengar menakutkan. Melalui pendekatan metafora, anak diajak memandang pengobatan sebagai sebuah perjalanan yang penuh semangat. Lewat buku ini, anak-anak akan berkenalan dengan tokoh utama "Anak Jagoan", "Super Sel", dan pahlawan "Pasukan Kemo Rangers" yang siap melawan karakter antagonis "Kangkoro". Bahasa yang sederhana ini membantu mereka mengerti apa yang terjadi di dalam tubuhnya tanpa memicu rasa takut.
3. Mencegah Anak Menyalahkan Diri Sendiri (Self-Blame)
Anak-anak yang sedang sakit kronis rentan merasa cemas dan bahkan menyalahkan diri sendiri atas kondisi mereka. Dengan pendampingan psikolog anak dalam penyusunannya, cerita yang tepat dapat membantu anak mengenali emosinya, menurunkan kecemasan sebelum tindakan medis, dan perlahan membangun rasa percaya diri mereka kembali.
4. Memberikan Rasa "Pegang Kendali" pada Anak
Psikolog Anak, Gisella Tani Pratiwi, M.Psi., menekankan bahwa dukungan psikososial merupakan bagian tak terpisahkan dari penyembuhan menyeluruh. Cerita membantu anak menata perasaannya.
"Anak-anak memahami dunia melalui cerita. Ketika mereka dapat memahami apa yang sedang terjadi di dalam tubuhnya dengan cara yang aman dan sesuai dengan tahap perkembangannya, rasa takut akan berkurang dan mereka akan merasa memiliki kendali atas proses yang dijalani. Dukungan psikososial seperti ini merupakan bagian penting dari proses penyembuhan secara menyeluruh," jelas Gisella.
5. Mengalirkan Harapan untuk Keluarga dan Sesama
Dukungan emosional tidak hanya untuk anak, tapi juga menguatkan keluarga yang mendampingi. Lebih jauh lagi, medium seperti buku cerita bisa menjadi jembatan kepedulian masyarakat. Sebagai contoh, 100% keuntungan pre-order buku Anak Jagoan dan Pasukan Kemo Rangers didonasikan penuh untuk anak-anak pejuang kanker dari keluarga prasejahtera.
Ditha Bakrie, selaku penggagas, menitipkan pesan mendalam terkait hadirnya dukungan psikososial ini:
"Semoga setiap halaman pada buku ini dapat menghadirkan senyum, menumbuhkan keberanian, dan menjadi penyemangat bagi anak-anak serta keluarga yang mendampingi mereka. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya buku ini. Dan semoga usaha kecil ini dapat memberikan manfaat yang besar, menjadi pengingat bahwa harapan akan selalu ada, dan anak pejuang kanker adalah anak-anak hebat yang layak untuk terus bermimpi dan meraih masa depan yang indah."
Sebagai informasi, inisiatif penuh harapan ini resmi diperkenalkan kepada publik dan insan media bertepatan dengan momen Hari Anak Nasional, Kamis, 23 Juli 2026, lengkap dengan sesi storytelling dan diskusi kesehatan. Sebuah pengingat hangat bahwa untuk sembuh, anak-anak butuh diobati tubuhnya, dan dipeluk erat mentalnya.