8 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan DHA, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Vania Rossa

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:31 WIB
8 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan DHA, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
Ilustrasi anak bosan minum susu. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Studi British Journal of Nutrition 2016 melaporkan delapan dari sepuluh anak Indonesia kekurangan asupan DHA.
  • Anak usia sekolah sering meninggalkan susu dan memilih minuman manis yang berdampak pada penurunan asupan nutrisi penting.
  • Dokter Shyrien Amalina menyatakan bahwa asupan asam lemak DHA sangat krusial untuk mendukung perkembangan fungsi otak anak.

DHA sendiri dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan, terutama ikan berlemak. Pada kondisi tertentu, produk pangan yang telah difortifikasi dengan DHA juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Jangan Hanya Memikirkan Rasa

Bagi orang tua, tantangannya bukan sekadar menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membuat anak mau mengonsumsinya.

Anak usia sekolah sudah memiliki preferensi rasa yang cukup kuat. Jika pilihan yang diberikan dianggap tidak enak, bukan tidak mungkin anak justru menolak meski kandungan nutrisinya baik.

Karena itu, keseimbangan antara rasa, kandungan nutrisi, dan kebiasaan konsumsi menjadi penting.

“Dalam memilih minuman anak, orang tua sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan rasa yang disukai, tetapi juga kandungan nutrisinya. Rasa memang memengaruhi penerimaan anak, sehingga pilihan minuman bernutrisi, termasuk yang mengandung DHA, idealnya tetap hadir dalam format yang dapat diterima dan dinikmati anak tanpa paksaan,” tambah dr. Shyrien.

Pendekatan ini juga dapat membantu orang tua menghindari kebiasaan memaksa anak mengonsumsi makanan atau minuman tertentu hanya karena dianggap sehat.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

Memastikan kecukupan DHA tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Orang tua dapat memulainya dengan mengevaluasi kembali pola makan anak sehari-hari.

baca juga

Beberapa hal yang bisa diperhatikan antara lain:

1. Perhatikan variasi makanan anak

Jangan hanya mengandalkan satu jenis makanan atau minuman sebagai sumber nutrisi. Sajikan makanan dengan sumber protein, lemak sehat, sayuran, buah, dan sumber karbohidrat yang beragam.

2. Kenalkan ikan sejak dini

Ikan berlemak merupakan salah satu sumber alami omega-3. Orang tua dapat mencoba berbagai olahan ikan yang sesuai dengan selera anak.

3. Perhatikan pilihan minuman

Ketika anak mulai meninggalkan susu, jangan langsung menggantinya dengan minuman manis atau minuman rendah zat gizi. Perhatikan kandungan nutrisi pada setiap pilihan minuman.

4. Jangan hanya melihat kandungan DHA

Kebutuhan tumbuh kembang anak tidak ditentukan oleh satu nutrisi saja. Pastikan pola makan secara keseluruhan tetap seimbang dan sesuai dengan kebutuhan usia anak.

5. Jadikan makan sebagai kebiasaan keluarga

Anak cenderung belajar dari kebiasaan di rumah. Ketika orang tua juga terbiasa mengonsumsi makanan bergizi dan memiliki pola makan yang baik, anak lebih mudah mengikuti.

Pada akhirnya, persoalan kecukupan DHA bukan sekadar tentang apakah anak masih minum susu atau tidak. Yang lebih penting adalah memastikan anak tetap memperoleh berbagai nutrisi yang dibutuhkan meski preferensi makan dan minumnya berubah seiring pertambahan usia.

Masa sekolah merupakan periode ketika anak semakin aktif belajar, bermain, bersosialisasi, dan mengeksplorasi lingkungan. Karena itu, pemenuhan gizi seimbang perlu berjalan beriringan dengan pola tidur yang cukup, aktivitas fisik, serta stimulasi yang sesuai.

Edukasi mengenai nutrisi juga menjadi penting agar orang tua tidak hanya berfokus pada berat dan tinggi badan anak, tetapi turut memperhatikan kualitas asupan yang mendukung tumbuh kembang secara menyeluruh.

Dengan pola makan yang beragam dan seimbang, serta pemilihan makanan dan minuman yang sesuai kebutuhan, orang tua dapat membantu memberikan fondasi nutrisi yang baik bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Susu Kambing Etawa, Mulai dari Kandungan hingga Manfaatnya untuk Tubuh

Mengenal Susu Kambing Etawa, Mulai dari Kandungan hingga Manfaatnya untuk Tubuh

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Promo Alfamart Terbaru 9 Agustus 2026, Ada Diskon Susu hingga Popok Bayi

Promo Alfamart Terbaru 9 Agustus 2026, Ada Diskon Susu hingga Popok Bayi

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Peternak Sapi Perah Indonesia Menua, Regenerasi Jadi Tantangan Besar Industri Susu

Peternak Sapi Perah Indonesia Menua, Regenerasi Jadi Tantangan Besar Industri Susu

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×