Peternak Sapi Perah Indonesia Menua, Regenerasi Jadi Tantangan Besar Industri Susu

Vania Rossa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:25 WIB
Peternak Sapi Perah Indonesia Menua, Regenerasi Jadi Tantangan Besar Industri Susu
Ilustrasi peternak sapi perah, di Dusun Plosorejo, Kalurahan Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]
baca 10 detik
  • Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia menyatakan rata-rata usia peternak sapi perah kini mendekati lima puluh tahun.
  • Sebagian besar peternak rakyat hanya memiliki tiga ekor sapi dengan produktivitas sekitar dua belas hingga empat belas liter per hari.
  • Rendahnya produksi lokal menyebabkan Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan susu nasional.

Suara.com - Regenerasi peternak sapi perah menjadi salah satu tantangan terbesar industri susu nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan susu masyarakat Indonesia, jumlah peternak muda justru masih sangat terbatas.

Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro mengatakan rata-rata usia peternak sapi perah di Indonesia kini telah mendekati 50 tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya serius untuk menarik minat generasi muda agar mau melanjutkan usaha peternakan.

"Sekarang kalau di Indonesia rata-rata usia peternak sudah 50-an. Itu berarti ada masalah regenerasi," ujar Andrew.

Menurutnya, fenomena tersebut bahkan juga terjadi di negara maju seperti Belanda.

Selama bertahun-tahun, profesi peternak sapi perah dinilai kurang menarik dibanding profesi lain.

Padahal, kebutuhan susu nasional masih jauh melampaui produksi dalam negeri.

Peternak Rata-rata Hanya Memiliki Tiga Ekor Sapi

Andrew mengungkapkan sebagian besar peternak sapi perah di Indonesia merupakan peternak rakyat berskala kecil.

baca juga

Rata-rata mereka hanya memiliki sekitar tiga ekor sapi.

"Jumlah kepemilikan sapi di Indonesia rata-rata cuma tiga ekor per peternak," katanya.

Kondisi tersebut membuat produktivitas nasional belum mampu memenuhi kebutuhan industri.

Selain keterbatasan jumlah ternak, peternak juga menghadapi persoalan lahan, pakan, hingga produktivitas sapi yang masih rendah.

"Satu sapi di Indonesia rata-rata menghasilkan sekitar 12 sampai 14 liter susu per hari. Di Belanda bisa mencapai sekitar 30 liter," jelas Andrew.

Ia menambahkan, mayoritas kandang peternak berada di belakang rumah dengan lahan yang terbatas sehingga pengembangan usaha tidak mudah dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI

Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:38 WIB

Peternak Rugi Ratusan Juta Gegara Listrik Padam, Bos PLN Diminta Tanggung Jawab

Peternak Rugi Ratusan Juta Gegara Listrik Padam, Bos PLN Diminta Tanggung Jawab

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Terkini

Nama Teddy Ikut Disorot dalam Kasus Penyadapan Prabowo, Pengamat Singgung Loyalis Jokowi

Nama Teddy Ikut Disorot dalam Kasus Penyadapan Prabowo, Pengamat Singgung Loyalis Jokowi

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:13 WIB

Kobaran Api Mengamuk di Bintaro, 71 Personel dan 16 Mobil Damkar Dikerahkan

Kobaran Api Mengamuk di Bintaro, 71 Personel dan 16 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:10 WIB

Pemulihan Korban Gempa NTT Belum Tuntas, Bantuan Terus Mengalir ke 21 Desa

Pemulihan Korban Gempa NTT Belum Tuntas, Bantuan Terus Mengalir ke 21 Desa

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:10 WIB

Berapa Biaya Mutasi SIM Antar Daerah jika Pindah Domisili KTP? Ini Syaratnya

Berapa Biaya Mutasi SIM Antar Daerah jika Pindah Domisili KTP? Ini Syaratnya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 20:10 WIB

Rangkap Kepentingan Bisnis, Kelayakan Petinggi Danantara Dipertanyakan

Rangkap Kepentingan Bisnis, Kelayakan Petinggi Danantara Dipertanyakan

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 20:05 WIB

KPK Sebut Penyitaan Uang Rp2 Miliar dari Bobby Rosyidin Tak Terkait PT KAI

KPK Sebut Penyitaan Uang Rp2 Miliar dari Bobby Rosyidin Tak Terkait PT KAI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:02 WIB

Dihujat Netizen Gara-Gara Kasihani Jokowi, Tantri Kotak Akhirnya Hapus Postingan

Dihujat Netizen Gara-Gara Kasihani Jokowi, Tantri Kotak Akhirnya Hapus Postingan

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 20:02 WIB

Desil 4-6 Dapat Bansos Apa Saja, Ini Rincian dan Cara Cek Data Kemensos

Desil 4-6 Dapat Bansos Apa Saja, Ini Rincian dan Cara Cek Data Kemensos

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:53 WIB

Cara Atasi KTP yang Disalahgunakan untuk Pinjol, Lengkap dengan Langkah Hukumnya!

Cara Atasi KTP yang Disalahgunakan untuk Pinjol, Lengkap dengan Langkah Hukumnya!

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 19:50 WIB

Serangga Hutan Terancam Karhutla padahal Punya Dampak bagi Ekosistem

Serangga Hutan Terancam Karhutla padahal Punya Dampak bagi Ekosistem

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 19:50 WIB

×