Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Vania Rossa

Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
Ilustrasi gangguan penglihatan pada anak. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Katarak kongenital merupakan gangguan mata yang dapat menyebabkan masalah penglihatan sejak anak lahir.
  • Deteksi dan penanganan sedini mungkin penting untuk mendukung proses tumbuh kembang anak.
  • Optik Tunggal bersama mitra menggelar gerakan #RunForCongenitalCataract di Maybank Marathon Bali 2026 untuk mengedukasi masyarakat.

Suara.com - Gangguan penglihatan pada anak dapat muncul sejak lahir dan salah satunya disebabkan oleh Katarak Kongenital. Kondisi ini membuat lensa mata keruh sehingga berpotensi mengganggu penglihatan sejak usia dini.

Katarak Kongenital membutuhkan perhatian dan penanganan sedini mungkin. Pasalnya, gangguan penglihatan yang terjadi sejak masa awal kehidupan anak dapat memengaruhi proses tumbuh kembang apabila tidak segera terdeteksi dan ditangani.

Isu kesehatan mata anak ini kembali mendapat perhatian melalui gerakan sosial #RunForCongenitalCataract yang digagas Optik Tunggal bersama ZEISS, PERDAMI (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia), dan New Balance Eyewear.

Gerakan tersebut memasuki tahun ketiga dan kembali dibawa dalam ajang Maybank Marathon Bali 2026 di Gianyar, Bali. Sebanyak 26 pelari yang diberangkatkan Optik Tunggal turut membawa pesan mengenai pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mata anak.

CEO Optik Tunggal Alexander F. Kurniawan mengatakan olahraga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan edukasi mengenai kesehatan mata, termasuk Katarak Kongenital.

“Dalam tiga tahun terakhir, kami membawa #RunForCongenitalCataract ke Maybank Marathon sebab kami melihat olahraga sebagai ruang yang relevan untuk mengangkat isu kesehatan mata anak. Kami ingin konsisten menjalankan inisiatif ini demi mendorong semakin banyak pihak untuk peduli terhadap Katarak Kongenital,” ujar Alexander.

Pentingnya Deteksi Dini

Katarak Kongenital merupakan kondisi pada mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan sejak lahir. Karena muncul pada masa awal kehidupan, deteksi dan penanganan sedini mungkin menjadi hal penting.

Gangguan penglihatan pada periode tumbuh kembang anak dapat berdampak pada kemampuannya dalam menjalani berbagai aktivitas, termasuk belajar dan berinteraksi dengan lingkungan.

baca juga

Karena itu, orang tua perlu lebih peka terhadap kondisi penglihatan anak. Pemeriksaan mata secara berkala juga dapat membantu menemukan gangguan penglihatan lebih awal sehingga anak bisa mendapatkan penanganan sesuai kondisinya.

“Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk melihat, belajar, dan menikmati masa tumbuh kembangnya. Karena itu, kami ingin terus mengambil bagian dalam memastikan anak-anak dengan Katarak Kongenital mendapatkan dukungan yang mereka perlukan,” kata Alexander.

Pengalaman Asri Welas Dampingi Anak dengan Katarak Kongenital

Kepedulian terhadap Katarak Kongenital juga dibawa oleh aktris Asri Welas yang kembali terlibat dalam gerakan #RunForCongenitalCataract tahun ini.

Asri memiliki pengalaman personal terkait kondisi tersebut. Pada 2017, putranya didiagnosis mengalami Katarak Kongenital. Pengalaman tersebut membuatnya harus mencari informasi dan memahami berbagai hal terkait kondisi mata anak.

“Ketika anak saya didiagnosis Katarak Kongenital, saya berada di posisi sebagai seorang ibu yang harus mencari tahu banyak hal dan memahami apa yang terbaik untuk anak saya,” ujar Asri.

Menurutnya, orang tua yang menghadapi kondisi serupa membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari tenaga medis, keluarga, hingga komunitas.

“Dari pengalaman itu, saya tahu bahwa sebagai orang tua, kita tidak bisa menjalani perjalanan ini sendirian. Kita membutuhkan tenaga medis yang mendampingi, keluarga yang menguatkan, serta komunitas yang bisa berbagi informasi serta pengalaman,” lanjutnya.

Asri Welas dalam gerakan #RunForCongenitalCataract (dok. ist)
Asri Welas dalam gerakan #RunForCongenitalCataract (dok. ist)

Tahun ini, Asri kembali ikut berlari bersama Optik Tunggal di Maybank Marathon Bali 2026. Ia berharap keterlibatannya dapat membantu meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kesehatan mata anak.

“Saya ingin setiap langkah yang saya ambil juga membawa perhatian pada kesehatan mata anak. Masih banyak hal yang perlu kita ketahui bersama, termasuk pentingnya pemeriksaan mata sejak dini serta dukungan dari komunitas bagi orang tua yang sedang mendampingi anaknya,” katanya.

Asri juga berharap semakin banyak orang tua yang lebih peka terhadap kondisi mata anak dan tidak ragu melakukan pemeriksaan.

Mengajak Orang Tua Lebih Peduli

Selain melalui keterlibatan di Maybank Marathon, kampanye #RunForCongenitalCataract juga dilakukan melalui digital challenge di media sosial. Ratusan video telah dikirimkan masyarakat sebagai bentuk partisipasi dalam menyuarakan pentingnya kesehatan mata dan deteksi dini Katarak Kongenital.

Gerakan ini juga memiliki target 2.025 kacamata untuk anak-anak dengan Katarak Kongenital sebagai salah satu simbol komitmen dalam mengubah kepedulian menjadi dukungan nyata.

Sementara itu, Maybank Marathon merupakan lomba lari internasional yang telah mendapatkan predikat Elite Label Road Race dari World Athletics. Ajang tersebut menghadirkan pelari dari dalam dan luar negeri dengan kategori Marathon 42,195 kilometer, Half Marathon 21,1 kilometer, dan 10K.

Melalui #RunForCongenitalCataract, Optik Tunggal berharap isu kesehatan mata anak dapat semakin mendapat perhatian publik. Edukasi, pemeriksaan sejak dini, serta dukungan bagi anak dan keluarga menjadi bagian penting dalam membantu anak dengan gangguan penglihatan menjalani tumbuh kembang secara optimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa

Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa

Health | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:53 WIB

Bukan Sekadar Pakai Kacamata, Ini Cara Memperlambat Perkembangan Mata Minus pada Anak

Bukan Sekadar Pakai Kacamata, Ini Cara Memperlambat Perkembangan Mata Minus pada Anak

Health | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:20 WIB

Film Warkop DKI Terbaru Hadirkan Sisi Tak Terduga Marsha Timothy, Asri Welas hingga Indy Barends

Film Warkop DKI Terbaru Hadirkan Sisi Tak Terduga Marsha Timothy, Asri Welas hingga Indy Barends

Entertainment | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:10 WIB

Terkini

UMKM Lokal Dapat Suntikan Rp100 Miliar, Pemerintah Ajak ASN Borong Produk Dalam Negeri

UMKM Lokal Dapat Suntikan Rp100 Miliar, Pemerintah Ajak ASN Borong Produk Dalam Negeri

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Prabowo dan El-Sisi Bertemu, Indonesia-Mesir Perkuat Kerja Sama

Prabowo dan El-Sisi Bertemu, Indonesia-Mesir Perkuat Kerja Sama

Foto | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Apa Bahaya Mencongkel Bunga Es di Kulkas Menggunakan Pisau atau Benda Tajam? Ini 5 Risikonya

Apa Bahaya Mencongkel Bunga Es di Kulkas Menggunakan Pisau atau Benda Tajam? Ini 5 Risikonya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Fakta Tawuran Maut di Semarang: Pelajar SMP Tewas Kepala Disabet Sajam, 9 Orang Diamankan

Fakta Tawuran Maut di Semarang: Pelajar SMP Tewas Kepala Disabet Sajam, 9 Orang Diamankan

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:56 WIB

3 Penyebab Area Belakang Kulkas Jadi Tempat Bertelur Kecoa dan Cara Membasminya

3 Penyebab Area Belakang Kulkas Jadi Tempat Bertelur Kecoa dan Cara Membasminya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Analisis Teknikal IHSG dan Rekomendasi Saham-saham Hari Ini

Analisis Teknikal IHSG dan Rekomendasi Saham-saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:47 WIB

BMKG Prediksi Semarang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir Jateng Waspadai Rob

BMKG Prediksi Semarang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir Jateng Waspadai Rob

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:42 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: Purbaya Dinilai Jadi Menteri Terbaik, Bahlil Masuk Daftar Terbawah

2 Tahun Prabowo-Gibran: Purbaya Dinilai Jadi Menteri Terbaik, Bahlil Masuk Daftar Terbawah

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:42 WIB

7 Pilihan HP Murah Mirip iPhone, Harga di Bawah Rp3 Juta

7 Pilihan HP Murah Mirip iPhone, Harga di Bawah Rp3 Juta

Tekno | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya

Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya

Health | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:35 WIB

×