Bukan Sekadar Pakai Kacamata, Ini Cara Memperlambat Perkembangan Mata Minus pada Anak

Dinda Rachmawati

Kamis, 23 Juli 2026 | 14:20 WIB
Bukan Sekadar Pakai Kacamata, Ini Cara Memperlambat Perkembangan Mata Minus pada Anak
Bukan Sekadar Pakai Kacamata, Ini Cara Memperlambat Perkembangan Mata Minus pada Anak (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Dokter Indah Saraswati menyatakan kacamata biasa tidak dapat menghentikan perkembangan panjang bola mata anak.
  • EssilorLuxottica memperkenalkan teknologi HALT pada lensa Essilor Stellest di Jakarta untuk memperlambat pemanjangan bola mata.
  • Dailami Aziz menyampaikan bahwa intervensi dini dan pemeriksaan rutin membantu keluarga mengelola miopia anak dengan tepat.

Suara.com - Rabun jauh atau miopia pada anak bukan sekadar gangguan penglihatan yang membuat mereka kesulitan melihat tulisan di papan kelas. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat terus berkembang seiring pertumbuhan anak dan menyebabkan ukuran minus bertambah dari waktu ke waktu.

Dokter Spesialis Mata Anak, dr. Indah Saraswati, BMEDSc(Hons), menjelaskan bahwa banyak orang tua masih menganggap penggunaan kacamata biasa sudah cukup untuk mengatasi miopia. 

Padahal, kacamata konvensional pada dasarnya berfungsi membantu anak melihat lebih jelas, tetapi tidak secara khusus dirancang untuk memperlambat perkembangan panjang bola mata.

"Kalau memakai kacamata biasa, lensa hanya memfokuskan penglihatan sentral. Sementara itu, penglihatan perifer tetap jatuh di belakang bola mata sehingga otak menstimulasi bola mata menjadi lebih panjang. Inilah yang coba diatasi oleh defocus lens," jelas dr. Indah dalam kegiatan Healthy Vision Day yang digelar EssilorLuxottica di Jakarta baru-baru ini.

Secara sederhana, miopia terjadi ketika bola mata tumbuh terlalu panjang atau bentuk kornea dan lensa mata menyebabkan cahaya tidak jatuh tepat di retina. Akibatnya, objek yang berada jauh terlihat buram. Pada anak-anak, kondisi ini perlu mendapat perhatian karena mata masih berada dalam tahap pertumbuhan.

Menurut dr. Indah, salah satu mekanisme yang diduga berperan dalam perkembangan miopia berkaitan dengan penglihatan perifer. Pada mata penderita miopia, bayangan dari penglihatan perifer dapat jatuh di belakang retina. 

Kondisi tersebut kemudian memberikan rangsangan bagi mata untuk terus memanjang agar bayangan dapat difokuskan ke retina. Untuk mengurangi rangsangan tersebut, dikembangkan teknologi defocus lens. 

Lensa ini dirancang tidak hanya untuk membantu memperjelas penglihatan sentral, tetapi juga mengatur fokus cahaya dari area perifer agar dapat diarahkan ke dalam retina.

Perkembangan teknologi tersebut kemudian melahirkan pendekatan Highly Aspheric Lenslet Target (HALT), yang diterapkan pada lensa Essilor® Stellest®. Teknologi ini menggunakan 11 cincin yang terdiri atas sekitar 1.021 lenslet untuk menciptakan efek defokus pada area perifer penglihatan.

baca juga

"Teknologi ini sudah jauh lebih maju. Penelitian menunjukkan bahwa lensa dengan teknologi HALT mampu memperlambat pemanjangan bola mata hingga 67 persen," ujar dr. Indah.

Meski demikian, penanganan miopia tidak dapat hanya mengandalkan satu solusi. Pemeriksaan mata secara rutin tetap menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi penglihatan anak dan memantau perubahan ukuran mata secara berkala.

Presiden Direktur EssilorLuxottica Indonesia, Dailami Aziz, mengatakan bahwa intervensi sejak dini dapat membantu keluarga mengambil langkah yang lebih tepat dalam mengelola miopia.

"Miopia dapat dikelola melalui intervensi dini, kebiasaan menjaga kesehatan mata yang lebih baik, serta pilihan perawatan yang dirancang untuk memperlambat perkembangan miopia dari waktu ke waktu," ujar Dailami.

Ia menambahkan, edukasi kepada orang tua dan anak juga tidak kalah penting. Dengan pemahaman yang lebih baik, keluarga dapat mengenali tanda-tanda gangguan penglihatan dan tidak menunda pemeriksaan mata.

Hal ini menjadi salah satu fokus EssilorLuxottica melalui Healthy Vision Day. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dapat mengikuti pemeriksaan mata gratis yang dilakukan secara non-invasif. Pemeriksaan dikemas dalam suasana yang lebih menyenangkan melalui konsep gamifikasi bertajuk Eyestar Mission, sehingga anak tidak merasa takut saat menjalani pemeriksaan.

Selain pemeriksaan, kegiatan tersebut juga menghadirkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata dan memahami manajemen miopia sejak dini. Pada akhirnya, orang tua perlu memahami bahwa rabun jauh pada anak bukan hanya persoalan memilih kacamata. 

Pemeriksaan rutin, pemantauan perkembangan mata, kebiasaan menjaga kesehatan mata, serta pilihan intervensi yang sesuai dengan kondisi masing-masing anak merupakan bagian penting dalam membantu memperlambat perkembangan miopia.

Dengan deteksi dan penanganan yang lebih cepat, anak diharapkan dapat mempertahankan kualitas penglihatan yang lebih baik selama masa pertumbuhan hingga dewasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Anak Nasional, InJourney Perkuat Komitmen Lestarikan Warisan Budaya melalui Generasi Muda

Hari Anak Nasional, InJourney Perkuat Komitmen Lestarikan Warisan Budaya melalui Generasi Muda

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:20 WIB

BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting pada Hari Anak Nasional

BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting pada Hari Anak Nasional

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:06 WIB

Memaknai Hari Anak Nasional: Pesantren Sebagai Ruang Tumbuh Karakter Anak

Memaknai Hari Anak Nasional: Pesantren Sebagai Ruang Tumbuh Karakter Anak

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Pakai Kacamata, Ini Cara Memperlambat Perkembangan Mata Minus pada Anak

Bukan Sekadar Pakai Kacamata, Ini Cara Memperlambat Perkembangan Mata Minus pada Anak

Health | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:20 WIB

Mobil Listrik Termurah Harga Berapa? Ini 5 Rekomendasi yang Bisa Kamu Beli di Indonesia

Mobil Listrik Termurah Harga Berapa? Ini 5 Rekomendasi yang Bisa Kamu Beli di Indonesia

Otomotif | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:20 WIB

Pria Ditemukan Duduk Membungkuk Meninggal Dalam Kamar Hotel di Pekanbaru

Pria Ditemukan Duduk Membungkuk Meninggal Dalam Kamar Hotel di Pekanbaru

Riau | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:19 WIB

Sudaryono Jadi Kepala BGN, Siapa Sosok Wamentan Baru Pilihan Prabowo?

Sudaryono Jadi Kepala BGN, Siapa Sosok Wamentan Baru Pilihan Prabowo?

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:18 WIB

Hari Anak Nasional: 34 Anak Binaan di Jateng Diberi Pengurangan Masa Pidana

Hari Anak Nasional: 34 Anak Binaan di Jateng Diberi Pengurangan Masa Pidana

Jawa Tengah | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:16 WIB

AHY Siapkan Insentif Truk ODOL, Dorong Armada Listrik dan Logistik Lebih Aman

AHY Siapkan Insentif Truk ODOL, Dorong Armada Listrik dan Logistik Lebih Aman

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:15 WIB

Cinta Tanpa Batas atau Tanpa Akar? Relasi Antarbudaya di Era Globalisasi

Cinta Tanpa Batas atau Tanpa Akar? Relasi Antarbudaya di Era Globalisasi

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:10 WIB

Apa Fungsi Utama Serum Wajah? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Flek Hitam

Apa Fungsi Utama Serum Wajah? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Flek Hitam

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:10 WIB

Jawab Keluhan Warga Maros, Gubernur Sulsel Gelontorkan 239 Miliar di Jalan Moncongloe

Jawab Keluhan Warga Maros, Gubernur Sulsel Gelontorkan 239 Miliar di Jalan Moncongloe

Sulsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:07 WIB

Bukan Cuma Kualitas, Fenomena Bangku Kosong SD Negeri Bukti Gagalnya Perencanaan Pendidikan

Bukan Cuma Kualitas, Fenomena Bangku Kosong SD Negeri Bukti Gagalnya Perencanaan Pendidikan

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:05 WIB

×