- Heartology Cardiovascular Hospital mengenalkan metode Minimal Invasive Cardiac Surgery untuk operasi bypass jantung tanpa membelah tulang dada.
- Metode MICS terbukti mampu mencapai tingkat keberhasilan revaskularisasi komplit yang sebanding dengan prosedur operasi jantung konvensional.
- Pendekatan minimal invasif ini mampu menekan jumlah perdarahan intraoperasi serta mendukung proses pemulihan pasien menjadi lebih efisien.
Selain mempertahankan tulang dada tetap utuh, pendekatan minimal invasif juga dikaitkan dengan sejumlah aspek dalam proses pemulihan.
Penelitian pada pasien penyakit jantung koroner dengan diabetes melitus tipe 2 menunjukkan pasien yang menjalani MICS CABG memiliki perdarahan intraoperasi yang lebih rendah. Median perdarahan tercatat 600 ml pada kelompok MICS, dibandingkan 700 ml pada CABG konvensional.
Menurut Dudy, hasil tersebut menunjukkan upaya mencapai hasil operasi bypass yang optimal dengan trauma operasi yang lebih minimal.
“Ketika perdarahan selama operasi dapat ditekan dan tulang dada (sternum) tidak perlu dibelah, proses pemulihan pasien berpotensi menjadi lebih efisien,” katanya.
Meski demikian, metode MICS bukan berarti otomatis menjadi pilihan bagi seluruh pasien yang membutuhkan operasi bypass. Penentuan metode operasi tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasien, karakteristik penyumbatan pembuluh darah, serta hasil pemeriksaan dan penilaian tim dokter.
Pada akhirnya, tujuan utama operasi bypass tetap sama, baik menggunakan teknik konvensional maupun minimal invasif, yaitu memperbaiki aliran darah ke otot jantung. Perbedaannya terletak pada pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Dengan perkembangan teknik bedah jantung, MICS menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan pada pasien yang sesuai, dengan harapan tindakan dapat dilakukan secara efektif sekaligus mendukung proses pemulihan setelah operasi. Dan kini, prosedur MICS bisa dilakukan di Heartology Cardiovascular Hospital.