Data Desil Ngawur, PDIP Temukan 130 Mahasiswa Unpad hingga Anak Tukang Becak Masuk Desil 9

Bangun Santoso

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Data Desil Ngawur, PDIP Temukan 130 Mahasiswa Unpad hingga Anak Tukang Becak Masuk Desil 9
Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati menyoroti ketepatan data desil DTSEN pada Kamis, 27 Agustus 2026.
  • Ketidakakuratan data desil menyebabkan bantuan pendidikan seperti KIP Kuliah bagi mahasiswa kurang mampu menjadi tidak tepat sasaran.
  • Esti mendesak pemerintah mengevaluasi penentuan desil dan menambah kuota KIP Kuliah agar bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati, menyoroti banyaknya keluhan masyarakat terkait penentuan kelompok desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi faktual.

Ketidaktepatan data desil tersebut berpotensi membuat bantuan pemerintah, khususnya bantuan pendidikan, tidak tepat sasaran.

Esti mencontohkan persoalan yang dialami sekitar 130 mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang terhambat mendapatkan akses bantuan pendidikan akibat persoalan desil.

Ia juga menemukan kasus anak tukang becak yang tercatat dalam desil 9, meski kondisi ekonomi keluarganya tidak mencerminkan kelompok tersebut.

“Di lapangan kami menemukan banyak penentuan desil yang tidak sesuai dengan kondisi faktual. Ada tukang becak yang masuk desil 9, bahkan ada single parent yang tinggal di rumah kontrakan dan pekerjaannya tidak tetap justru masuk desil 7,” ujar Esti dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).

Menurut Esti, persoalan ini krusial karena desil menjadi salah satu faktor dalam menentukan akses terhadap berbagai program, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, PKH, dan BPNT.

Perubahan desil secara tiba-tiba tanpa penjelasan juga semakin menyulitkan masyarakat.

“Ketika desilnya tidak tepat, maka bantuan yang diberikan juga berpotensi tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Diketahui, polemik penentuan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mencuat setelah sejumlah masyarakat menemukan status desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.

baca juga

Persoalan ini menjadi perhatian karena data desil digunakan sebagai salah satu dasar penentuan penerima berbagai program bantuan pemerintah, sehingga ketidakakuratan data berpotensi membuat masyarakat yang membutuhkan justru kehilangan akses terhadap bantuan.

Selain persoalan data, Esti menyoroti keterbatasan kuota KIP Kuliah. Jika mahasiswa baru mencapai sekitar 2,1 juta orang dan desil 1–4 mencakup 40 persen masyarakat, kebutuhan KIP Kuliah secara logika dapat mencapai sekitar 800 ribu mahasiswa. Namun, kuota yang disiapkan baru sekitar 210 ribu.

“Maka ketika ada banyak calon mahasiswa mundur karena tidak mendapat akses KIP Kuliah, karena memang ada keterbatasan ketersediaan jumlah KIP Kuliah untuk mahasiswa baru,” tegasnya.

Esti mendorong pemerintah mengevaluasi akurasi penentuan desil sekaligus menyesuaikan kuota KIP Kuliah dengan kebutuhan masyarakat agar tidak ada calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan.

“Perlu ada evaluasi penentuan desil agar bantuan pendidikan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Depan Ramos Horta, Megawati Cerita Jadi Korban Rekayasa AI: Saya Kaget

Di Depan Ramos Horta, Megawati Cerita Jadi Korban Rekayasa AI: Saya Kaget

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Cuma Andalkan Pensiun Rp 900 Ribu, Lansia di Yogyakarta Ini Malah Masuk Desil 10

Cuma Andalkan Pensiun Rp 900 Ribu, Lansia di Yogyakarta Ini Malah Masuk Desil 10

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Desil Bansos Bikin Gaduh, 81 Tahun Merdeka tapi Data Kemiskinan Masih Kacau

Desil Bansos Bikin Gaduh, 81 Tahun Merdeka tapi Data Kemiskinan Masih Kacau

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Legislator PDIP: Subsidi Energi Harus Tepat Sasaran, Jangan Jadikan Desil DTSEN Patokan Tunggal

Legislator PDIP: Subsidi Energi Harus Tepat Sasaran, Jangan Jadikan Desil DTSEN Patokan Tunggal

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Akibat Desil Tak Akurat, Hati-hati Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!

Akibat Desil Tak Akurat, Hati-hati Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:12 WIB

PDIP Sentil Gaya Komunikasi Prabowo, Sindir Menteri Lebih Sering Ketemu Seskab Teddy: Tahu Apa Dia?

PDIP Sentil Gaya Komunikasi Prabowo, Sindir Menteri Lebih Sering Ketemu Seskab Teddy: Tahu Apa Dia?

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:19 WIB

KIP Kuliah dan Masalah Desil, Ketika Data Tak Selalu Tepat Sasaran

KIP Kuliah dan Masalah Desil, Ketika Data Tak Selalu Tepat Sasaran

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×