Studi Australia: Obat Diabetes Ozempic, Berpotensi Bantu Pasien Gangguan Bipolar

Dinda Rachmawati

Kamis, 10 September 2026 | 16:30 WIB
Studi Australia: Obat Diabetes Ozempic, Berpotensi Bantu Pasien Gangguan Bipolar
Bipolar Disorder. (Unsplash.com)
baca 10 detik
  • Studi Griffith University di Australia selama 15 tahun menganalisis data 15.000 pasien gangguan bipolar.
  • Pasien gangguan bipolar yang memakai semaglutide mencatat risiko rawat inap psikiatris 21 persen lebih rendah.
  • Peneliti menyatakan temuan ini menunjukkan hubungan penurunan risiko rawat inap, bukan membuktikan obat bipolar.

Suara.com - Obat berbasis semaglutide yang selama ini dikenal luas untuk diabetes dan penurunan berat badan kembali menarik perhatian. Studi terbaru dari Griffith University, Australia, menemukan adanya kaitan antara penggunaan semaglutide dan penurunan risiko rawat inap karena masalah psikiatris pada orang yang hidup dengan gangguan bipolar.

Penelitian tersebut menganalisis data sekitar 15.000 orang dalam periode 15 tahun. Hasilnya menunjukkan, pasien gangguan bipolar yang menggunakan semaglutide memiliki risiko 21 persen lebih rendah untuk menjalani rawat inap akibat alasan psikiatris dibandingkan kelompok yang tidak menggunakannya.

Semaglutide merupakan molekul dalam terapi GLP-1 yang diproduksi Novo Nordisk. Molekul ini dipasarkan dengan nama Ozempic untuk diabetes dan Wegovy untuk obesitas.

Profesor Mark Taylor, pemimpin penelitian, menyebut penurunan tersebut sebagai tingkat yang secara signifikan lebih rendah. Menurutnya, hasil ini menambah bukti mengenai kemungkinan manfaat agonis reseptor GLP-1 di luar pengobatan diabetes dan obesitas.

“Temuan ini menambah bukti yang berkembang bahwa agonis reseptor GLP-1 mungkin memiliki manfaat di luar pengobatan diabetes dan obesitas, serta dapat mewakili jalan baru yang menjanjikan untuk penelitian bipolar,” ujar Taylor.

Gangguan bipolar sendiri dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem. Pada fase depresi, seseorang dapat mengalami pikiran atau upaya bunuh diri. Sementara itu, episode mania yang berat dapat memicu psikosis, perilaku impulsif berbahaya, hingga ketidakmampuan merawat diri sendiri.

Para peneliti menduga efek GLP-1 terhadap otak mungkin menjadi salah satu penjelasan di balik temuan tersebut. Sinyal GLP-1 disebut berpotensi memengaruhi sejumlah proses biologis, termasuk peradangan dan stres seluler yang berkaitan dengan gangguan bipolar.

Meski demikian, temuan tersebut belum berarti semaglutide telah terbukti sebagai obat untuk gangguan bipolar. Penelitian ini menunjukkan hubungan antara penggunaan semaglutide dan rendahnya risiko rawat inap psikiatris, bukan membuktikan bahwa obat tersebut secara langsung mengatasi gangguan bipolar.

Menariknya, manfaat serupa tidak terlihat pada seluruh molekul GLP-1 yang dianalisis. Dalam penelitian tersebut, hanya semaglutide yang berkaitan dengan penurunan risiko rawat inap psikiatris.

baca juga

Temuan ini melanjutkan sejumlah penelitian sebelumnya mengenai kemungkinan hubungan obat GLP-1 dengan kesehatan mental. Pada 2025, studi terhadap hampir 30.000 pasien menemukan adanya kemungkinan “efek antidepresan” dari penggunaan obat GLP-1.

Sementara itu, penelitian lain pada 2024 terhadap remaja dengan obesitas melaporkan penurunan pemikiran atau upaya bunuh diri sebesar 33 persen pada mereka yang mendapatkan terapi semaglutide.

GLP-1 juga mulai dikaitkan dengan perubahan pada perilaku dan fungsi kognitif. Dr. Lenard Adler, direktur Adult ADHD Program di NYU Langone Health, sebelumnya mengatakan kepada The Post bahwa ia mengamati sejumlah pasien yang melaporkan gejala ADHD mereka terasa membaik setelah menggunakan GLP-1.

“Saya juga mengamati sejumlah pasien yang melaporkan bahwa merasa lebih baik dalam gejala ADHD mereka ketika mereka mulai mengonsumsi GLP-1,” kata Adler.

Menurutnya, sebagian pasien melaporkan peningkatan fokus dan rentang perhatian, serta berkurangnya impulsivitas dan hiperaktivitas. Namun, Adler menegaskan bahwa para ilmuwan masih belum mengetahui apakah obat tersebut benar-benar secara langsung memperbaiki gejala ADHD.

Dengan demikian, semaglutide kini menjadi salah satu objek penelitian menarik dalam bidang kesehatan mental. Namun, hasil studi Griffith University masih perlu ditindaklanjuti melalui penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mekanisme biologisnya serta memastikan apakah semaglutide benar-benar dapat memberikan manfaat langsung terhadap gejala gangguan bipolar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?

Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:01 WIB

LSAK Usul KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Batu Bara Pejabat Kejaksaan: Syarat Hukum Sudah Terpenuhi

LSAK Usul KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Batu Bara Pejabat Kejaksaan: Syarat Hukum Sudah Terpenuhi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:28 WIB

Terkini

Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya

Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 16:30 WIB

Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais

Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais

Jogja | Sabtu, 12 September 2026 | 16:28 WIB

Setelah Nasi Matang, Apakah Rice Cooker Sebaiknya Dicabut? Ini Penjelasannya

Setelah Nasi Matang, Apakah Rice Cooker Sebaiknya Dicabut? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 16:26 WIB

Hasil Babak Pertama Persija vs Persib, Alexander Jeremeff Bikin Macan Kemayoran Unggul

Hasil Babak Pertama Persija vs Persib, Alexander Jeremeff Bikin Macan Kemayoran Unggul

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 16:18 WIB

Cara Mengompres Mata Panda dan Mata Lelah Pakai Air Mawar Viva Biar Segar Lagi

Cara Mengompres Mata Panda dan Mata Lelah Pakai Air Mawar Viva Biar Segar Lagi

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 16:14 WIB

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian

Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 16:00 WIB

Menjelajahi Kedalaman Cerita dan Visual dalam Film Moana (2026)

Menjelajahi Kedalaman Cerita dan Visual dalam Film Moana (2026)

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:55 WIB

×