- Dr. Herbowo menyatakan mielinasi pada 1.000 hari pertama kehidupan mempercepat penghantaran informasi di otak anak.
- Orangtua harus memberikan nutrisi yang tepat serta stimulasi pengalaman belajar untuk mendukung fungsi otak anak.
- Wyeth Nutrition S-26 menyelenggarakan acara edukasi di enam kota untuk memperkenalkan produk dan pentingnya gizi anak.
Bagi anak usia dini, proses belajar dapat berlangsung melalui aktivitas sederhana dalam keseharian. Bermain, mengeksplorasi lingkungan, mencoba sesuatu yang baru, hingga berinteraksi dengan orang di sekitarnya dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuan.
Pendekatan ini juga membuat orangtua tidak perlu memandang proses belajar anak hanya sebagai kegiatan yang terstruktur. Rasa ingin tahu anak justru dapat menjadi pintu masuk untuk memberikan stimulasi yang sesuai.
Pemahaman mengenai perkembangan otak tersebut menjadi salah satu materi yang dibagikan dalam “S-26 Exceptional Day 2026”, yang digelar di enam kota, yakni Jakarta, Bogor, Surabaya, Medan, Tangerang, dan Palembang.
Rangkaian kegiatan tersebut turut menghadirkan kelas stimulasi, konten edukasi dari 26 dokter spesialis anak dan psikolog anak, serta kolaborasi dengan 26 komunitas parenting.
Sementara itu, Wyeth Nutrition S-26 dalam acara tersebut memperkenalkan S-26 Procal Gold Multilearn Connect dengan formulasi yang mengandung sphingomyelin, fosfolipid, alfa-laktalbumin, AA, DHA, Omega 3 dan 6, kolin, serta 15 vitamin dan 9 mineral.
Melalui kegiatan tersebut, S-26 mengajak orangtua memahami bahwa mendukung perkembangan dan proses belajar anak dapat dilakukan dengan menggabungkan pemenuhan gizi dan stimulasi yang sesuai.
Pada akhirnya, perkembangan otak anak merupakan proses panjang yang berlangsung sejak awal kehidupan. Di periode 1.000 hari pertama, perhatian orangtua terhadap kebutuhan gizi sekaligus kesempatan anak untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman menjadi bagian dari dukungan terhadap proses tumbuh kembangnya.