- Dr. Herbowo menyatakan mielinasi pada 1.000 hari pertama kehidupan mempercepat penghantaran informasi di otak anak.
- Orangtua harus memberikan nutrisi yang tepat serta stimulasi pengalaman belajar untuk mendukung fungsi otak anak.
- Wyeth Nutrition S-26 menyelenggarakan acara edukasi di enam kota untuk memperkenalkan produk dan pentingnya gizi anak.
Suara.com - Perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat sejak awal kehidupan. Pada periode 1.000 hari pertama, otak terus membangun sekaligus menyempurnakan koneksi antarsel saraf yang nantinya mendukung berbagai kemampuan anak, termasuk belajar dan memproses informasi.
Salah satu proses penting yang berlangsung dalam perkembangan tersebut adalah mielinasi. Proses ini membantu koneksi antarsel saraf bekerja lebih cepat dan efisien sehingga informasi dapat dihantarkan dengan lebih baik di dalam otak.
Pakar Neurologi Anak dari Brawijaya Hospital Saharjo, dr. Herbowo A.F. Soetomenggolo, Sp.A, Subsp.Neuro(K), menjelaskan mielinasi merupakan proses pembentukan lapisan mielin yang menyelimuti serabut saraf.
Lapisan tersebut membantu mempercepat penghantaran sinyal atau informasi di dalam otak. Karena itu, proses mielinasi turut berperan dalam mendukung kemampuan anak untuk belajar, memproses informasi baru, hingga mengembangkan berbagai kemampuan kognitif.
“Pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, otaknya terus membangun dan menyempurnakan koneksi antar sel saraf. Proses penting yang mendukungnya adalah mielinasi, yaitu pembentukan lapisan mielin yang menyelimuti serabut saraf sehingga membantu sinyal atau informasi di otak dihantarkan dengan lebih cepat dan efisien (Faster Connection),” jelas dr. Herbowo dalam acara “S-26 Exceptional Day” di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, perkembangan tersebut membutuhkan dukungan yang tidak hanya berasal dari satu aspek. Orangtua perlu memperhatikan asupan gizi sekaligus memberikan stimulasi melalui berbagai pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Gizi dan Stimulasi Berjalan Bersamaan
Dr. Herbowo mengatakan pemberian gizi yang tepat menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung perkembangan struktur dan fungsi otak anak.
Sejumlah komponen yang dapat mendukung proses tersebut antara lain sphingomyelin, fosfolipid, alfa-laktalbumin, AA, DHA, serta Omega 3 dan 6.
Namun, dukungan terhadap perkembangan otak tidak berhenti pada pemenuhan nutrisi. Anak juga membutuhkan stimulasi melalui pengalaman yang beragam agar memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi dan mempelajari berbagai hal baru.
“Karena itu, Mams perlu memberikan dukungan optimal melalui pemberian gizi yang tepat, termasuk berbagai komponen penting yang mampu mendorong perkembangan struktur dan fungsi otak seperti Sphingomyelin, Fosfolipid, Alfa-laktalbumin, AA, DHA, serta Omega 3 dan 6,” ujarnya.
“Dukungan ini juga perlu dilengkapi dengan stimulasi melalui beragam pengalaman belajar atau Multi Learning yang membantu memperkuat koneksi otak si Kecil,” lanjutnya.
Dengan demikian, stimulasi sehari-hari dapat menjadi bagian dari proses belajar anak. Orangtua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai aktivitas dan mengenal pengalaman baru sesuai usia dan kemampuannya.
Belajar Tak Harus Selalu di Depan Buku
Konsep Multi Learning yang diperkenalkan dalam rangkaian “S-26 Exceptional Day” menekankan pentingnya memberikan anak beragam pengalaman belajar.