Oseltamivir Obat Apa? Diburu saat Influenza A Merebak, Kemenkes Imbau Tak Panic Buying

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 29 September 2026 | 11:24 WIB
Oseltamivir Obat Apa? Diburu saat Influenza A Merebak, Kemenkes Imbau Tak Panic Buying
oseltamivir obat apa (magnific)
baca 10 detik
  • Oseltamivir adalah obat antivirus untuk influenza yang bekerja menghambat penyebaran virus dalam tubuh pasien.
  • Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying oseltamivir akibat peningkatan kasus influenza di Indonesia.
  • Pemerintah mendistribusikan oseltamivir ke 196 rumah sakit agar ketersediaannya tetap terjaga bagi pasien berisiko tinggi.

Suara.com - Banyak orang bertanya-tanya Oseltamivir obat apa? Mengapa stok obat ini habis di berbagai daerah?

Tak sedikit orang yang berbondong-bondong membeli obat ini di tengah peningkatan kasus Influenza tipe A yang merebak di Indonesia.

Penggunaan oseltamivir menjadi perhatian setelah meningkatnya aktivitas influenza di Indonesia dan muncul kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan obat antivirus tersebut.

Oseltamivir Obat Apa?

Dokter memberikan informask vaksin influenza Flubio kepada pasien di Klinik Pratama Dermaga Raya, Jakarta, Rabu (7/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Dokter memberikan informask vaksin influenza Flubio kepada pasien di Klinik Pratama Dermaga Raya, Jakarta, Rabu (7/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Oseltamivir merupakan obat antivirus dari kelompok neuraminidase inhibitor yang bekerja terhadap influenza A dan influenza B.

Obat ini menghambat protein neuraminidase yang dibutuhkan virus influenza untuk melepaskan diri dari sel yang telah terinfeksi dan menyebar ke sel lain.

Karena mekanisme tersebut, oseltamivir digunakan untuk membantu mengatasi influenza dan dalam kondisi tertentu dapat digunakan sebagai obat pencegahan setelah seseorang terpapar influenza.

Manfaat antivirus umumnya paling besar apabila pengobatan dimulai sedini mungkin, terutama dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul.

Oseltamivir terutama menjadi perhatian bagi pasien yang mengalami influenza berat, menjalani perawatan di rumah sakit, atau memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Kelompok berisiko mencakup anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan kondisi medis tertentu atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

baca juga

Meski demikian, tidak semua orang yang mengalami flu membutuhkan obat antivirus.

Banyak kasus influenza dapat pulih dengan perawatan suportif, sehingga keputusan menggunakan oseltamivir sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi pasien dan pertimbangan dokter.

Panic Buying Oseltamivir

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau membeli oseltamivir secara berlebihan di tengah meningkatnya perhatian terhadap kasus influenza.

Pemerintah menegaskan obat tersebut tidak diperuntukkan bagi penggunaan massal tanpa penilaian medis.

“Oseltamivir bukan obat yang digunakan secara massal atau diminum untuk berjaga-jaga tanpa penilaian medis. Obat ini hanya boleh diberikan berdasarkan pemeriksaan dan pertimbangan dokter, terutama untuk pasien influenza berat yang dirawat di rumah sakit,” tegas Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalucia, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Kemenkes menyebut peningkatan aktivitas influenza pada Agustus-September merupakan pola musiman yang juga terjadi di sejumlah negara Asia Tenggara.

Berdasarkan pemantauan hingga pekan ke-38 tahun 2026, virus yang dominan di Indonesia adalah influenza A(H1N1)pdm09.

Pemerintah juga meluruskan istilah “super flu” yang beredar di masyarakat. Kemenkes menjelaskan istilah tersebut bukan nomenklatur resmi WHO maupun Kemenkes.

Sementara itu, kasus influenza A(H3N2) subclade K yang kerap dikaitkan dengan istilah tersebut justru tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk menjaga ketersediaan obat bagi pasien yang membutuhkan, Kemenkes telah mendistribusikan oseltamivir ke 196 rumah sakit dan mengupayakan tambahan pasokan melalui produksi dalam negeri serta jalur impor khusus.

Pemerintah juga menekankan bahwa distribusi obat dilakukan berdasarkan kebutuhan medis, bukan kepanikan pembelian.

“Yang perlu dilakukan masyarakat bukanlah membeli obat sebanyak-banyaknya, melainkan mengenali gejala, memahami tanda bahaya, dan mencari pertolongan pada waktu yang tepat,” imbau Lucia.

Masyarakat tetap dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sakit atau berada di keramaian, serta mempertimbangkan vaksinasi influenza sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Penyakit Jantung atau Diabetes? Ini 4 Alasan Anda Tak Boleh Remehkan Efek Samping Obat

Punya Penyakit Jantung atau Diabetes? Ini 4 Alasan Anda Tak Boleh Remehkan Efek Samping Obat

Health | Jum'at, 18 September 2026 | 16:19 WIB

Banyak RS Akreditasi Paripurna Tapi Nakes Terlantar! Sistem Penilaian akan Dirombak Total

Banyak RS Akreditasi Paripurna Tapi Nakes Terlantar! Sistem Penilaian akan Dirombak Total

News | Senin, 14 September 2026 | 15:17 WIB

Studi Australia: Obat Diabetes Ozempic, Berpotensi Bantu Pasien Gangguan Bipolar

Studi Australia: Obat Diabetes Ozempic, Berpotensi Bantu Pasien Gangguan Bipolar

Health | Kamis, 10 September 2026 | 16:30 WIB

Terkini

DPR Sahkan RUU APBN 2027 di Paripurna: Pertumbuhan Ekonomi 6%, Defisit 2,4% PDB

DPR Sahkan RUU APBN 2027 di Paripurna: Pertumbuhan Ekonomi 6%, Defisit 2,4% PDB

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:25 WIB

Viva Acne Lotion Bisa Buat Bruntusan Tidak? Ini Manfaat dan Kandungannya

Viva Acne Lotion Bisa Buat Bruntusan Tidak? Ini Manfaat dan Kandungannya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 11:25 WIB

Oseltamivir Obat Apa? Diburu saat Influenza A Merebak, Kemenkes Imbau Tak Panic Buying

Oseltamivir Obat Apa? Diburu saat Influenza A Merebak, Kemenkes Imbau Tak Panic Buying

Health | Selasa, 29 September 2026 | 11:24 WIB

Sinyal Kenaikan Harga BBM Pertamax Cs di Bulan Oktober 2026

Sinyal Kenaikan Harga BBM Pertamax Cs di Bulan Oktober 2026

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:18 WIB

Cari Jam Tangan Wanita untuk Kerja dan Kuliah? 5 Model Alba Ini Wajib Masuk Wishlist

Cari Jam Tangan Wanita untuk Kerja dan Kuliah? 5 Model Alba Ini Wajib Masuk Wishlist

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 11:17 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 4 Oktober 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 4 Oktober 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Sumut | Selasa, 29 September 2026 | 11:14 WIB

Diduga Jadi Calon Promotor Silmy Karim dan Bagus, Dosen Universitas Brawijaya Dipanggil KPK

Diduga Jadi Calon Promotor Silmy Karim dan Bagus, Dosen Universitas Brawijaya Dipanggil KPK

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:14 WIB

Justin Hubner Buka Suara soal Dampak Kartu Merah Thom Haye

Justin Hubner Buka Suara soal Dampak Kartu Merah Thom Haye

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 11:13 WIB

7 Cara Mudah Membersihkan Tumbler Stainless yang Bau Tak Sedap dan Berkarat

7 Cara Mudah Membersihkan Tumbler Stainless yang Bau Tak Sedap dan Berkarat

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 11:12 WIB

Jalan Terjal Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang!

Jalan Terjal Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang!

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:10 WIB

×