Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB
Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging
Ilustrasi minum obat hipertensi. (pexels)
baca 10 detik
  • Minum obat hipertensi secara rutin justru mencegah risiko kerusakan ginjal.

  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol  yang memicu berbagai komplikasi serius.

  • Pengendalian hipertensi di Indonesia masih tergolong rendah di masyarakat.

Suara.com - Anggapan minum obat hipertensi rutin seumur hidup bisa merusak ginjal ternyata masih dipercaya sebagian masyarakat. Padahal, dokter jantung menegaskan, justru tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus Ahli Aritmia Indonesia, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, mengatakan salah kaprah tersebut membuat sebagian pasien menghentikan obat ketika tekanan darahnya sudah terkontrol.

Menurutnya, pasien hipertensi yang tidak rutin mengonsumsi obat justru berisiko mengalami komplikasi, termasuk kerusakan ginjal hingga membutuhkan cuci darah.

“Bahwa minum obat terus-terusan bikin sakit ginjal itu salah besar. Pada hipertensi, kalau tidak minum obat terus-terusan justru sakit ginjal, ginjalnya yang rusak,” ujar Prof. Yoga dalam acara World Heart Day 2026 & Edukasi Kampanye ‘Let’s Check The Beat’ di Siloam Hospitals TB Simatupang, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Prof. Yoga menjelaskan, hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang terasa oleh penderitanya. Kondisi ini membuat seseorang dapat merasa sehat meski tekanan darahnya sudah berada di atas batas normal.

Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)
Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)

“Umumnya hipertensi itu nggak terasa. Jadi kalau motivasinya sering dikeluarkan, itu jarang yang sebegitu. Yang umumnya hipertensi itu nggak terasa apa-apa,” katanya.

Padahal, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Prof. Yoga menyebut pasien bisa tiba-tiba mengalami serangan jantung, stroke, gangguan irama jantung seperti atrial fibrilasi (AF), hingga kerusakan ginjal.

“Tau-tau udah serangan jantung, tau-tau sudah stroke, tau-tau AF stroke, tau-tau ginjalnya sudah mesti dicuci darah,” ujar Prof. Yoga.

Prof. Yoga juga menyoroti masih rendahnya pengendalian hipertensi di Indonesia. Ia menyebut prevalensi hipertensi di Indonesia berada di kisaran 30 persen atau hampir 32 persen populasi.

baca juga

Namun, dari jumlah tersebut, hanya sebagian yang mengetahui dirinya mengalami hipertensi. Menurut data yang dipaparkannya, sekitar 27 persen pasien hipertensi telah terdiagnosis.

Persoalan berikutnya adalah kepatuhan dan keberhasilan pengobatan. Dari pasien yang telah terdiagnosis, hanya sekitar 20 persen yang mendapatkan pengobatan.

Sementara itu, pasien yang berhasil mencapai target tekanan darah disebut hanya sekitar 4,2 persen dari keseluruhan penderita hipertensi.

Profesor yang juga Kepala Staf Medis Fungsional Bidang Kardiologi Siloam Hospitals TB Simatupang itu menggambarkan kondisi tersebut dengan perumpamaan sederhana. Jika terdapat sekitar 100 orang yang mengalami hipertensi, hanya sebagian yang mengetahui kondisinya.

Dari mereka yang sudah terdiagnosis, lebih sedikit lagi yang mendapatkan obat dan hanya sebagian kecil yang berhasil mencapai target tekanan darah.

Menurut Yoga, salah satu penyebab rendahnya keberhasilan pengobatan tersebut adalah anggapan bahwa obat hipertensi justru akan merusak ginjal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Oseltamivir Obat Apa? Diburu saat Influenza A Merebak, Kemenkes Imbau Tak Panic Buying

Oseltamivir Obat Apa? Diburu saat Influenza A Merebak, Kemenkes Imbau Tak Panic Buying

Health | Selasa, 29 September 2026 | 11:24 WIB

Bukan Habis Stok, Menkes Tegaskan Obat Influenza A Ada, Tapi Pemberian Tak Boleh Sembarang

Bukan Habis Stok, Menkes Tegaskan Obat Influenza A Ada, Tapi Pemberian Tak Boleh Sembarang

News | Senin, 28 September 2026 | 19:03 WIB

Punya Penyakit Jantung atau Diabetes? Ini 4 Alasan Anda Tak Boleh Remehkan Efek Samping Obat

Punya Penyakit Jantung atau Diabetes? Ini 4 Alasan Anda Tak Boleh Remehkan Efek Samping Obat

Health | Jum'at, 18 September 2026 | 16:19 WIB

Tak Cuma Ganggu Mental, Stres Kerja Bisa Picu Hipertensi hingga Diabetes

Tak Cuma Ganggu Mental, Stres Kerja Bisa Picu Hipertensi hingga Diabetes

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:24 WIB

7 Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, Ikuti Gerakan Ini

7 Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, Ikuti Gerakan Ini

Lifestyle | Rabu, 03 Desember 2025 | 09:44 WIB

Terkini

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Timnas Indonesia Diprediksi Menang 3-0 Atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Diprediksi Menang 3-0 Atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Sinopsis 'Okaeri, Hatsukoi', Drama Terbaru Higuchi Kouhei dan Hayashi Meari

Sinopsis 'Okaeri, Hatsukoi', Drama Terbaru Higuchi Kouhei dan Hayashi Meari

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Harga BBM Hari Ini 1 Oktober 2026: Pertalite hingga Pertamax

Harga BBM Hari Ini 1 Oktober 2026: Pertalite hingga Pertamax

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:30 WIB

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

Sulsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:25 WIB

×