Tak Cuma Ganggu Mental, Stres Kerja Bisa Picu Hipertensi hingga Diabetes

Farah Nabilla, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:24 WIB
Tak Cuma Ganggu Mental, Stres Kerja Bisa Picu Hipertensi hingga Diabetes
dr.M.Arief Gunawan, MKK, Sp.Ok Klinik Pertamina [Suara.com/Dini Afrianti]
baca 10 detik
  • Dr. M. Arief Gunawan dari Klinik Pertamina IHC menjelaskan stres kerja kronis memicu penyakit fisik berbahaya bagi pekerja.
  • Pekerja muda rentan mengalami stres psikososial karena keterbatasan pengalaman dalam menghadapi tekanan beban kerja dan budaya perusahaan.
  • Paparan stres berkelanjutan berisiko menyebabkan pergeseran munculnya penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi pada usia lebih dini.

Suara.com - Stres di tempat kerja kerap dianggap sebagai rutinitas pekerja. Padahal, jika berlangsung terus-menerus tanpa penanganan yang tepat, kondisi tersebut bisa memicu penyakit kronis seperti diabetes hingga hipertensi.

Fakta ini diungkap Spesialis Kedokteran Okupasi Klinik Pertamina IHC, dr.M.Arief Gunawan, MKK, Sp.Ok (HIMU) dalam sesi Media Experience & Clinic Visit di Klinik Pertamina IHC Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK), Jakarta Pusat pada 23 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa sumber stres yang dialami pekerja saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa dekade lalu.

dr.M.Arief Gunawan, MKK, Sp.Ok Klinik Pertamina [Suara.com/Dini Afrianti]
dr.M.Arief Gunawan, MKK, Sp.Ok Klinik Pertamina [Suara.com/Dini Afrianti]

"Kalau dulu stressor-nya tidak terlalu banyak seperti sekarang. Biasanya karena masalah keluarga atau rekan kerja. Kalau sekarang hampir semuanya bisa menjadi sumber stres," ujar dr. Arief.

Menurut Arief, stres merupakan respons yang sangat subjektif. Situasi yang dianggap biasa oleh seseorang belum tentu memiliki dampak yang sama pada orang lain.

"Kalau menurut saya dimarahi atasan itu biasa. Tapi bagi orang yang baru lulus kuliah atau fresh graduate yang baru masuk dunia kerja, itu bisa menjadi stres," katanya.

Ia menambahkan, pekerja muda menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam penilaian risiko psikososial di lingkungan kerja.

Minimnya pengalaman menghadapi tekanan pekerjaan membuat mereka lebih rentan mengalami stres ketika beradaptasi dengan budaya kerja, target, hingga tuntutan dari atasan.

Dalam ilmu kesehatan kerja, faktor seperti beban kerja berlebihan, konflik peran, kurangnya kontrol terhadap pekerjaan, hingga hubungan yang kurang baik di tempat kerja dikenal sebagai risiko psikososial, yakni kondisi yang dapat memengaruhi kesehatan mental sekaligus kesehatan fisik pekerja apabila berlangsung dalam jangka panjang.

baca juga

Yang mengkhawatirkan, dampak stres kronis tidak berhenti pada gangguan emosional saja. dr. Arief melihat adanya perubahan pola munculnya penyakit kronis pada pekerja.

"Kalau zaman dulu, penyakit seperti diabetes atau hipertensi umumnya muncul pada usia di atas 40 tahun. Sekarang yang terbaru, usia 30-an sudah mulai ada hipertensi. Jadi ada shifting. Orang muda pun bisa mengalami hipertensi atau diabetes. Kemungkinan salah satunya dipengaruhi pola hidup," jelasnya.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus.

Penyakit ini sering dijuluki sebagai silent killer karena pada banyak kasus tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, hingga gagal ginjal apabila tidak dikendalikan.

Sementara itu, diabetes terjadi ketika kadar gula darah dalam tubuh terus meningkat akibat gangguan produksi atau kerja hormon insulin. Penyakit ini dapat memicu komplikasi pada jantung, ginjal, mata, hingga saraf apabila tidak ditangani dengan baik.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan hubungan erat antara stres berkepanjangan dengan meningkatnya risiko penyakit kronis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Penyandang Diabetes Indonesia Tembus 20,4 Juta, Terapi DM Tipe 2 Bertambah

Penyandang Diabetes Indonesia Tembus 20,4 Juta, Terapi DM Tipe 2 Bertambah

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:12 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Terkini

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Timnas Indonesia Diprediksi Menang 3-0 Atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Diprediksi Menang 3-0 Atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Sinopsis 'Okaeri, Hatsukoi', Drama Terbaru Higuchi Kouhei dan Hayashi Meari

Sinopsis 'Okaeri, Hatsukoi', Drama Terbaru Higuchi Kouhei dan Hayashi Meari

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Harga BBM Hari Ini 1 Oktober 2026: Pertalite hingga Pertamax

Harga BBM Hari Ini 1 Oktober 2026: Pertalite hingga Pertamax

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:30 WIB

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

Sulsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:25 WIB

×