- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus atau bakteri menimbulkan gejala seperti pilek, batuk, demam, dan kelelahan pada anak.
- Orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya seperti kesulitan bernapas atau dehidrasi.
- Penanganan ISPA di rumah meliputi istirahat yang cukup, pemenuhan cairan, peleggaan hidung tersumbat, serta penggunaan obat secara tepat.
Suara.com - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan gangguan kesehatan yang dapat menyerang anak-anak dan menimbulkan gejala mulai dari pilek ringan hingga kesulitan bernapas.
Mengenali ciri-ciri ISPA pada anak sejak awal dapat membantu orang tua menentukan perawatan yang tepat dan mengetahui kapan anak perlu mendapatkan pertolongan medis.
Penyakit ISPA umumnya disebabkan oleh virus, tetapi beberapa infeksi saluran pernapasan juga dapat dipicu oleh bakteri dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Oleh karena itu, orang tua perlu memahami gejala ISPA, risiko komplikasinya, serta langkah perawatan yang aman agar proses pemulihan anak berjalan optimal.
Ciri-Ciri ISPA pada Anak

Gejala ISPA pada anak dapat berbeda-beda, bergantung pada bagian saluran pernapasan yang mengalami infeksi dan penyebab penyakitnya. Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan orang tua.
1. Hidung Berair dan Tersumbat
Hidung berair, pilek, dan tersumbat merupakan gejala ISPA yang umum terjadi pada anak. Kondisi ini dapat membuat anak kesulitan bernapas melalui hidung, terutama ketika tidur atau menyusu.
2. Bersin dan Batuk
Anak yang mengalami ISPA dapat lebih sering bersin dan mengalami batuk. Batuk terkadang disertai dahak, tetapi sebagian infeksi juga menimbulkan batuk kering.
3. Demam
Demam dapat muncul ketika tubuh melawan infeksi. Suhu tubuh anak perlu dipantau, terutama jika demam tinggi, berlangsung lama, atau disertai penurunan kesadaran dan kesulitan bernapas.
4. Sakit Tenggorokan dan Suara Serak
Peradangan pada tenggorokan dapat membuat anak merasa sakit ketika menelan makanan atau minuman. Apabila infeksi memengaruhi laring, suara anak juga dapat berubah menjadi serak.
5. Anak Mudah Lelah dan Rewel
Anak yang sedang sakit mungkin terlihat kurang aktif, mudah mengantuk, kehilangan nafsu makan, atau lebih rewel daripada biasanya. Sakit kepala juga dapat menyertai infeksi, terutama pada anak yang sudah mampu menjelaskan keluhannya.
ISPA dapat melibatkan berbagai bagian saluran pernapasan, seperti hidung, sinus, tenggorokan, amandel, dan laring. Pada sebagian besar infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan virus, gejala dapat membaik dalam satu hingga dua minggu, meskipun durasinya bergantung pada penyebab dan kondisi anak.
Apakah ISPA Berbahaya?
ISPA tidak selalu berbahaya karena banyak kasus ringan dapat pulih dengan perawatan di rumah.
Namun, infeksi tertentu dapat berkembang menjadi kondisi serius, terutama pada bayi, anak dengan daya tahan tubuh lemah, atau anak yang memiliki penyakit penyerta.
Orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya, seperti napas cepat atau sulit, dada tampak tertarik ke dalam saat bernapas, bibir kebiruan, kejang, atau anak sulit dibangunkan.
Bayi berusia di bawah tiga bulan yang mengalami suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih juga perlu segera diperiksa dokter.
Anak yang tidak mau minum, menunjukkan tanda dehidrasi, atau mengalami gejala yang semakin memburuk juga memerlukan pemeriksaan medis. Jangan menunggu hingga keluhan menjadi berat untuk mencari pertolongan.
Cara Mengatasi ISPA pada Anak
Penanganan ISPA disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Untuk membantu anak merasa lebih nyaman selama pemulihan, orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut.
1. Pastikan Anak Cukup Beristirahat
Berikan waktu istirahat yang cukup sesuai usia anak. Tidur membantu mendukung pemulihan tubuh, sedangkan aktivitas berat sebaiknya dikurangi selama anak masih merasa tidak sehat.
2. Penuhi Kebutuhan Cairan
Tawarkan air putih, ASI, atau cairan lain yang sesuai dengan usia anak secara berkala. Cairan membantu mencegah dehidrasi dan menjaga tenggorokan tetap nyaman.
3. Bantu Legakan Hidung Tersumbat
Larutan saline atau air garam steril khusus hidung dapat membantu mengencerkan lendir. Pada bayi, lendir juga dapat dibersihkan secara lembut menggunakan alat penyedot hidung yang sesuai.
4. Gunakan Obat secara Tepat
Obat penurun demam atau pereda nyeri dapat diberikan sesuai usia, berat badan, petunjuk penggunaan, dan saran tenaga kesehatan.
Jangan memberikan antibiotik tanpa resep karena obat tersebut tidak bekerja untuk infeksi virus. Obat batuk, pilek, atau dekongestan juga tidak boleh diberikan sembarangan kepada anak, terutama yang masih kecil.
5. Jaga Kebersihan dan Udara Ruangan
Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik, jauhkan anak dari asap rokok, dan biasakan mencuci tangan. Jika menggunakan pelembap udara, jaga kebersihannya agar tidak menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.