Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Dinda Rachmawati

Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB
Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?
Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks? (Magnific)
baca 10 detik
  • Operasi perut dapat menyebabkan perlengketan organ akibat jaringan parut, yang memerlukan penanganan berbeda sesuai kondisi pasien.
  • Kasus perlengketan usus dekat saluran kemih memerlukan kolaborasi dokter bedah digestif dan spesialis urologi rekonstruksi.
  • Direktur Bethsaida Hospital menyatakan evaluasi medis dan kolaborasi spesialis memastikan penanganan pasien dilakukan secara komprehensif.

Suara.com - Operasi di area perut, seperti operasi usus buntu dan operasi caesar, dapat meninggalkan jaringan parut sebagai bagian dari proses penyembuhan. Pada kondisi tertentu, jaringan tersebut dapat menyebabkan perlengketan antarorgan di dalam rongga perut. 

Kondisi yang dikenal sebagai adhesi ini sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menjadi masalah ketika mengganggu fungsi organ di sekitarnya.

Penanganan perlengketan usus menjadi lebih kompleks apabila lokasinya berdekatan dengan atau melibatkan saluran kemih. Sebab, tindakan medis tidak hanya perlu memperhatikan kondisi usus, tetapi juga memastikan fungsi organ lain tetap terjaga.

Menurut dr. Eko Priatno, Sp.B-KBD, Dokter Spesialis Bedah Digestif Bethsaida Hospital Gading Serpong, perlengketan usus merupakan kondisi yang dapat ditemukan setelah operasi di area perut. Namun, tidak semua pasien memerlukan tindakan bedah.

“Perlengketan merupakan salah satu kondisi yang dapat ditemukan setelah operasi di area perut. Tidak semua pasien mengalami gangguan, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Pada kasus yang lebih kompleks, kolaborasi antar dokter spesialis menjadi penting untuk memastikan setiap organ yang terlibat mendapatkan penanganan yang tepat,” jelas dr. Eko.

Ketika Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih

Perlengketan usus dapat terjadi akibat pembentukan jaringan parut setelah operasi, peradangan, maupun infeksi di rongga perut. Pada sebagian pasien, kondisi ini dapat menimbulkan nyeri perut berulang, kembung, hingga gangguan pergerakan usus.

Persoalan menjadi lebih rumit ketika perlengketan berada di dekat ureter, yaitu saluran yang membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih. Keterlibatan struktur ini perlu diperhatikan karena cedera atau gangguan pada ureter dapat memengaruhi aliran urine.

Dalam situasi tersebut, penanganan membutuhkan pertimbangan dari dua bidang spesialisasi. Dokter bedah digestif berfokus pada kondisi usus dan pelepasan perlengketan apabila diperlukan. 

baca juga

Sementara itu, dokter spesialis urologi dengan kompetensi rekonstruksi urogenital mengevaluasi kemungkinan keterlibatan saluran kemih serta menentukan kebutuhan perbaikan atau rekonstruksi.

dr. Donny Eka Putra, Sp.U.(K), Subsp. Trauma and Reconstructive Urology, Dokter Spesialis Urologi Konsultan Trauma dan Rekonstruksi Urogenital Bethsaida Hospital Gading Serpong, menjelaskan pentingnya pendekatan tersebut.

“Pada kasus perlengketan yang kompleks, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada satu organ. Kami perlu memahami hubungan antar organ yang terlibat agar tindakan dapat direncanakan secara menyeluruh, termasuk menjaga fungsi saluran kemih dan melakukan rekonstruksi jika diperlukan,” ungkap dr. Donny.

Pemeriksaan Menentukan Langkah Penanganan

Sebelum menentukan tindakan, dokter akan mengevaluasi riwayat operasi, melakukan pemeriksaan fisik, serta mempertimbangkan pemeriksaan penunjang seperti CT scan sesuai kebutuhan.

Pemeriksaan tersebut membantu menilai kondisi organ dan kemungkinan komplikasi, meskipun perlengketan tidak selalu dapat terlihat secara langsung melalui pencitraan.

Penanganan selanjutnya bergantung pada tingkat keparahan dan keluhan pasien. Jika tidak menimbulkan gangguan berarti, perlengketan dapat dipantau tanpa operasi. 

Sebaliknya, tindakan bedah dapat dipertimbangkan apabila muncul komplikasi atau terdapat indikasi medis yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Kolaborasi dokter spesialis bedah digestif dan urologi rekonstruksi menjadi bagian dari layanan multidisiplin Digestive Center dan Urology Nephrology Center Bethsaida Hospital Gading Serpong.

dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, menyampaikan bahwa pendekatan tersebut bertujuan memastikan kebutuhan pasien ditangani secara menyeluruh.

“Bagi kami, pelayanan kesehatan bukan hanya tentang menangani suatu penyakit, tetapi juga memahami kondisi pasien secara menyeluruh. Melalui kolaborasi dokter dari berbagai spesialisasi dan dukungan fasilitas medis yang terintegrasi, kami ingin memastikan pasien mendapatkan penanganan yang tepat, sekaligus memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga dalam setiap proses perawatan,” ujar dr. Margareth.

Melalui evaluasi yang tepat dan kolaborasi antarspesialis, penanganan perlengketan usus yang kompleks dapat direncanakan dengan mempertimbangkan kondisi setiap organ, keselamatan pasien, serta kualitas hidup selama proses pemulihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Nita Gunawan Operasi Wajah sampai ke Shanghai? Ini Alasannya

Kenapa Nita Gunawan Operasi Wajah sampai ke Shanghai? Ini Alasannya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Strategi Baru Polisi di Operasi Patuh 2026, Petugas Wajib Gunakan Kamera

Strategi Baru Polisi di Operasi Patuh 2026, Petugas Wajib Gunakan Kamera

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Operasi Patuh 2026 Incar Pengendara yang Manipulasi Pelat Nomor demi Hindari ETLE

Operasi Patuh 2026 Incar Pengendara yang Manipulasi Pelat Nomor demi Hindari ETLE

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:48 WIB

Terkini

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:52 WIB

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:39 WIB

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:33 WIB

×