- Pemerintah mengerahkan 57.050 personel dan 61 armada udara guna menangani karhutla di enam provinsi.
- BNPB mencatat total luas lahan yang masih dalam penanganan akibat karhutla mencapai 4.382 hektare.
- Operasi modifikasi cuaca dilakukan menggunakan 14,3 ton bahan semai untuk meningkatkan potensi hujan penanganan kebakaran.
Suara.com - Pemerintah mengerahkan 57.050 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi. Upaya pemadaman juga didukung 61 armada udara serta operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meningkatkan potensi hujan dan membantu penanganan kebakaran.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas lahan yang masih dalam penanganan akibat karhutla mencapai 4.382 hektare di Pulau Kalimantan dan Sumatera berdasarkan pemutakhiran data per 25 Oktober 2026.
Di Kalimantan, luas lahan yang masih ditangani mencapai 3.392 hektare, meliputi Kalimantan Tengah seluas 2.458 hektare, Kalimantan Barat 884 hektare, dan Kalimantan Selatan 52 hektare.
Sementara itu, di Pulau Sumatera, luas lahan yang masih dalam penanganan mencapai sekitar 990 hektare. Rinciannya meliputi Sumatera Selatan 889 hektare, Jambi 89 hektare, dan Lampung 12 hektare di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, pemerintah juga melakukan operasi modifikasi cuaca dengan menghabiskan 14,3 ton bahan semai hingga 23 Oktober 2026.
Operasi tersebut dilakukan melalui 15 kali penerbangan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan untuk meningkatkan potensi hujan serta membantu penanganan karhutla.
Di Kalimantan Tengah, sebanyak 7,2 ton bahan semai digunakan dalam delapan penerbangan. Bahan tersebut terdiri atas 5,2 ton dry ice untuk mengurai kabut asap dan 2 ton natrium klorida (NaCl) untuk mendukung hujan buatan.
Meski demikian, hingga laporan per 23 Oktober 2026, belum ada laporan hujan di wilayah sasaran Kalimantan Tengah.
Sementara itu, di Sumatera Selatan, sebanyak 7,1 ton bahan semai digunakan dalam tujuh penerbangan. Berdasarkan pemantauan di lapangan, operasi tersebut membantu memperbaiki jarak pandang menjelang siang hari.
BNPB juga melaporkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di tujuh kabupaten di Kalimantan Barat, termasuk Sekadau, Ketapang, dan Sintang, serta Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Untuk mendukung pemadaman di darat dan udara, pemerintah menyiagakan 61 armada udara yang terdiri atas 24 pesawat patroli, CASA, dan pesawat OMC, serta 37 helikopter water bombing berdasarkan pemutakhiran data per 26 Oktober 2026.
Personel di lapangan turut didukung berbagai peralatan pemadaman, seperti selang pemadam, selang hisap, nozel, sepatu bot, pompa portabel, pompa punggung, pemukul api, dan radio komunikasi.