- PT MBP dan POTADS mengadakan Walk for Down Syndrome Awareness di Kuningan Jakarta pada Minggu 1 November 2026.
- Acara bertema Together Against Loneliness tersebut diikuti sekitar 500 anak Down syndrome bersama orang tua dan pejabat kementerian.
- Kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat memberikan kesempatan interaksi sosial serta mendukung pengembangan potensi anak Down syndrome.
Suara.com - Senyum anak-anak dan orang tua mewarnai kegiatan Walk for Down Syndrome Awareness di kawasan Car Free Day Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan bertema "Together Against Loneliness" ini menjadi ruang bagi anak dengan Down syndrome dan keluarganya untuk berinteraksi, menunjukkan kemampuan, sekaligus merasakan penerimaan dari lingkungan sekitar.
Kegiatan yang diselenggarakan PT Mitra Blessindo Perkasa (MBP) bersama Perhimpunan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) tersebut diikuti sekitar 500 anak dengan Down syndrome beserta orang tua mereka.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa kesempatan untuk berinteraksi dan terlibat dalam kehidupan sosial merupakan hak setiap anak, tanpa terkecuali.
Direktur MBP, Ferry Hariyadi, turut hadir bersama tim perusahaan untuk berinteraksi langsung dengan peserta. Salah satu momen yang paling membekas baginya terjadi di area photobooth yang disediakan secara gratis melalui merek Cotton Clinic dan Fit-U.
Ferry bercerita, ia sengaja mengeluarkan berbagai gaya saat mengajak anak-anak berfoto. Awalnya, hal sederhana itu dilakukan untuk mencairkan suasana dan membuat mereka lebih nyaman. Namun, melihat anak-anak tertawa dan orang tua mereka ikut tersenyum justru menjadi pengalaman yang berkesan baginya.

"Waktu antre di photobooth, saya keluarkan macam-macam gaya supaya anak-anak ikut berpose, tertawa, dan tersenyum. Melihat mereka tersenyum, lalu orang tuanya juga ikut tersenyum, meskipun hanya sesaat, itu memberi kepuasan tersendiri buat saya," ujar Ferry.
Selain berinteraksi di area photobooth, Ferry juga berkesempatan berlari bersama Azril Haikal Nawawi, anak berusia delapan tahun yang tergabung dalam Special Olympics Indonesia (SOIna) Bogor. Ia turut menyaksikan keterampilan sejumlah anak yang membuat kopi di lokasi kegiatan.
Bagi Ferry, pertemuan tersebut memberikan gambaran bahwa anak dengan Down syndrome memiliki minat, kemampuan, dan potensi yang dapat terus dikembangkan apabila mendapat kesempatan dan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
Pesan tentang penerimaan sosial juga menjadi inti kegiatan yang diinisiasi MBP bersama POTADS ini. Ketua Umum POTADS, Eliza Octavianti Rogi, mengatakan tema Together Against Loneliness dipilih untuk mengangkat persoalan kesepian dan keterasingan yang masih dialami sebagian anak dengan Down syndrome.
Menurut Eliza, stigma dan kurangnya keterlibatan dalam lingkungan sosial membuat anak-anak dengan Down syndrome belum selalu mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi di tengah masyarakat.
"Anak-anak dengan Down syndrome masih menghadapi stigma dan pengabaian. Mereka juga belum selalu dilibatkan dalam lingkungan sosial, bahkan ada yang mengalami penolakan. Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat merangkul anak-anak dan keluarga agar mereka merasa diterima, dilibatkan, dan tidak sendirian," ujar Eliza.
Walk for Down Syndrome Awareness tidak hanya diisi dengan kegiatan berjalan bersama. Peserta dan pengunjung juga dapat menikmati berbagai penampilan seni serta melihat karya dan produk komunitas.
Acara ini turut dihadiri Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi, MPH, serta Ibu Fatma Saifullah Yusuf, pendamping Menteri Sosial.

Salah satu hal yang ingin diperkenalkan melalui kegiatan ini adalah beragam kemampuan yang dimiliki anak dengan Down syndrome.