Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Vania Rossa

Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
Ilustrasi tumbuh kembang anak down syndrome. (Magnific)
baca 10 detik
  • Melihat anak-anak dengan down syndrome tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya di tengah masyarakat bukanlah hal yang mustahil.
  • Lewat stimulasi yang tepat, bimbingan yang konsisten, dan ruang inklusif yang terbuka, mereka mampu membuktikan bahwa keterbatasan genetika bukanlah akhir dari segalanya.
  • PT Lautan Luas Tbk dan POTADS Bandung bekerja sama menyelenggarakan program pemberdayaan anak dengan down syndrome sejak Juni 2026.

Suara.com - Melihat anak-anak dengan down syndrome tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya di tengah masyarakat bukanlah hal yang mustahil. Lewat stimulasi yang tepat, bimbingan yang konsisten, dan ruang inklusif yang terbuka, mereka mampu membuktikan bahwa keterbatasan genetika bukanlah akhir dari segalanya.

Langkah nyata inilah yang sedang dirajut di Bandung. Melalui sinergi antara PT Lautan Luas Tbk (IDX: LTLS) dan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Bandung, sebuah rangkaian program berkelanjutan dihadirkan untuk mengawal tumbuh kembang, memupuk kemandirian, hingga membuka jalan bagi mereka menuju dunia kerja.

Mengasah Motorik Lewat Hidroponik

Kemandirian tidak tumbuh dalam semalam; ia dimulai dari hal-hal kecil yang melatih fokus dan kemampuan motorik. Pada 20 Juni 2026 lalu, sebanyak 20 anak down syndrome berkumpul untuk belajar menanam dan merawat tanaman lewat Pelatihan Hidroponik.

Didampingi oleh enam fasilitator dari Lautan Luas Bandung, anak-anak ini tidak sekadar bermain dengan tanaman. Mereka belajar mendengarkan instruksi, mengoordinasikan gerakan tangan, dan memikul tanggung jawab kecil yang sangat krusial bagi perkembangan kognitif serta kemandirian mereka sehari-hari.

Intervensi Dini Melalui Terapi Wicara dan Fisioterapi

Bagi anak dengan down syndrome, tantangan fisik dan komunikasi sering kali menjadi hambatan terbesar untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Menjawab kebutuhan mendasar ini, sebuah program jangka panjang bertajuk Lautan Luas PETA (Pelatihan Edukasi Terapi Anak) resmi digulirkan mulai Juli 2026.

Selama satu tahun penuh, program ini akan memfasilitasi kebutuhan terapi esensial bagi 40 anak secara gratis, yang dibagi menjadi dua fokus utama 20 anak menerima terapi wicara untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, dan 20 anak menerima fisioterapi untuk mengoptimalkan tumbuh kembang dan kekuatan fisik mereka.

“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang patut didukung. Melalui kolaborasi ini, Lautan Luas ingin hadir sebagai mitra yang membuka akses terhadap keterampilan, pengembangan diri, dan peluang yang lebih luas agar mereka tumbuh lebih mandiri dan percaya diri,” ujar Eurike Hadijaya, Head of Investor Relations, Corporate Communications & ESG PT Lautan Luas Tbk.

baca juga

Dari Balik Meja Barista Menuju Dunia Kerja

Puncak dari kemandirian adalah ketika mereka mampu berdaya secara ekonomi dan diterima oleh masyarakat. Langkah konkret ini diwujudkan melalui Program Pelatihan Barista Inklusif.

Sebanyak enam anak down syndrome akan mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan. Di sini, mereka tidak hanya diajarkan seni meracik kopi, tetapi juga pemahaman mendasar tentang operasional kedai kopi.

Tak berhenti di ruang kelas, setelah lulus pelatihan mereka akan langsung terjun magang di beberapa coffee shop rekanan POTADS Bandung. Program magang ini menjadi jembatan nyata menuju dunia kerja, bahkan membuka peluang rekrutmen bagi mereka yang siap dan mampu beradaptasi dengan baik.

Pelatihan Hidroponik anak down syndrome. (dok. ist)
Pelatihan Hidroponik anak down syndrome. (dok. ist)

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Inklusif

Inisiatif menyeluruh—mulai dari terapi fisik, pengasahan motorik, hingga kesiapan kerja—menjadi angin segar bagi para orang tua yang tergabung dalam POTADS Bandung.

Rina Niawati, Pengawas POTADS Bandung, menyampaikan apresiasi mendalamnya atas program yang menjawab kebutuhan tumbuh kembang anak-anak ini secara langsung. “Mulai dari terapi hingga pelatihan kerja, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan membangun kepercayaan diri. Kami berharap inisiatif ini membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk tumbuh mandiri dan berpartisipasi aktif di masyarakat,” ungkapnya.

Bagi PT Lautan Luas Tbk, perusahaan yang telah 75 tahun bergerak di bidang penyediaan bahan baku dan solusi terintegrasi, dukungan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial (CSR) mereka. Melalui semangat Bettering Your World, kolaborasi ini diharapkan bisa mengikis stigma dan menciptakan lingkungan sosial yang ramah serta inklusif bagi semua anak, tanpa terkecuali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Viral Akal Bulus Seorang Pria Pura-Pura Idap Down Syndrome, Biar Bisa Dimandikan Perawat Perempuan

Viral Akal Bulus Seorang Pria Pura-Pura Idap Down Syndrome, Biar Bisa Dimandikan Perawat Perempuan

Entertainment | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:08 WIB

Bukan Sekadar Nutrisi: Rahasia Sukses MPASI Tanpa Drama dengan Metode 'Mindful Feeding'

Bukan Sekadar Nutrisi: Rahasia Sukses MPASI Tanpa Drama dengan Metode 'Mindful Feeding'

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:50 WIB

Terkini

Tips agar Kuku Tidak Mudah Patah, Lakukan 7 Kebiasaan Ini

Tips agar Kuku Tidak Mudah Patah, Lakukan 7 Kebiasaan Ini

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Restoran Thailand Lebih Populer di Luar Negeri Dibanding Indonesia, Apa Sebabnya?

Restoran Thailand Lebih Populer di Luar Negeri Dibanding Indonesia, Apa Sebabnya?

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Viral Alasan Tolak Karaoke Demak Ditutup, Bos: Neraka Siapa yang Isi?

Viral Alasan Tolak Karaoke Demak Ditutup, Bos: Neraka Siapa yang Isi?

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Ada Arahan Penting? Prabowo Kumpulkan 800 Jenderal TNI dan Polri di Istana Pagi Ini

Ada Arahan Penting? Prabowo Kumpulkan 800 Jenderal TNI dan Polri di Istana Pagi Ini

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:04 WIB

Post-Graduation Slump: Hilang Arah karena Rutinitas Berubah setelah Kuliah

Post-Graduation Slump: Hilang Arah karena Rutinitas Berubah setelah Kuliah

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Dampak Putusan MK: Peluang Gibran Maju Pilpres 2029 Terkunci, Kecuali Ikut Paket C

Dampak Putusan MK: Peluang Gibran Maju Pilpres 2029 Terkunci, Kecuali Ikut Paket C

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Dibuka Berotot, Mayoritas Mata Uang Asia Melemah

Rupiah Dibuka Berotot, Mayoritas Mata Uang Asia Melemah

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Seskab Klaim 18 Stadion Dibangun dan Direnovasi di Pemerintahan Prabowo, Benarkah? Cek Faktanya

Seskab Klaim 18 Stadion Dibangun dan Direnovasi di Pemerintahan Prabowo, Benarkah? Cek Faktanya

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Kenapa Anggun C Sasmi Tak Lagi Jadi WNI? Ini Alasannya Pindah Warga Negara

Kenapa Anggun C Sasmi Tak Lagi Jadi WNI? Ini Alasannya Pindah Warga Negara

Entertainment | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Ada Dugaan Pertemuan Prabowo-Jokowi Ikut Memengaruhi Putusan MK Soal Ijazah Gibran

Ada Dugaan Pertemuan Prabowo-Jokowi Ikut Memengaruhi Putusan MK Soal Ijazah Gibran

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:34 WIB

×