PB HMI Desak Pembentukan UU Anti-Spionase Usai Muncul Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Dythia Novianty, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 07 November 2026 | 10:29 WIB
PB HMI Desak Pembentukan UU Anti-Spionase Usai Muncul Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Ilustrasi dugaan penyadapan Presiden RI, Prabowo Subianto. (Chat.gpt)
baca 10 detik
  • Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan mengecam dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo, aktivis, dan masyarakat sipil pada Sabtu (7/11/2026).
  • PB HMI mendesak pemerintah dan DPR RI segera merumuskan Undang-Undang Anti-Spionase guna memperkuat pertahanan serta melindungi kerahasiaan data strategis negara.
  • Penyusunan regulasi baru tersebut wajib berpijak pada supremasi hukum dan hak asasi manusia agar tidak menjadi alat represif bagi penguasa.

Suara.com - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyoroti keras munculnya dugaan praktik penyadapan ilegal yang disebut-sebut menyasar berbagai elemen, mulai dari Presiden Prabowo Subianto hingga kalangan aktivis dan masyarakat sipil.

Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, menilai, penyalahgunaan perangkat negara di luar koridor hukum yang sah merupakan ancaman nyata bagi tatanan negara hukum dan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

“Saya mengecam setiap bentuk penyadapan ilegal, termasuk yang diduga menyasar Presiden Prabowo. Penggunaan perangkat negara di luar kewenangan yang sah merupakan pelanggaran hukum yang serius dan merusak kepercayaan publik,” ujar Bagas Kurniawan dalam keterangan, dikutip Sabtu (7/11/2026).

Selain menyasar pimpinan negara, dugaan pemantauan ilegal terhadap kelompok masyarakat sipil dinilai menjadi alarm bahaya bagi keberlangsungan demokrasi di Tanah Air.

Bagas mengingatkan bahwa ekosistem demokrasi yang sehat menuntut adanya jaminan ruang aman bagi warga negara untuk melontarkan kritik serta menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah tanpa rasa takut diawasi secara melanggar hukum.

“Bahkan penyadapan juga menyasar aktivis dan gerakan sipil yang tentu mengancam demokrasi. Kita membutuhkan demokrasi yang berkembang untuk melakukan check and balance dalam perbaikan institusi dan kenegaraan. Negara harus memastikan keberanian itu tidak dibalas dengan pengawasan sewenang-wenang terhadap kehidupan pribadi mereka,” tegasnya.

Ilustrasi kasus penyadapan Presiden Prabowo
Ilustrasi kasus penyadapan Presiden Prabowo. (Suara.com/Syahda)

Sebagai langkah antisipatif, PB HMI mendesak pemerintah bersama DPR RI untuk segera mengkaji dan merumuskan Undang-Undang Anti-Spionase.

Regulasi khusus ini dipandang mendesak guna memperkuat pertahanan keamanan nasional, menjaga kerahasiaan data strategis negara, sekaligus menangkal potensi infiltrasi maupun pencurian informasi oleh aktor intelijen domestik maupun asing.

“Ke depan, agar hal ini tidak terjadi lagi, kita membutuhkan UU Anti-Spionase. Regulasi ini penting untuk melindungi klasifikasi rahasia negara dan menguatkan negara dari praktik spionase jahat, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri,” katanya.

baca juga

Kendati begitu, Bagas memberikan catatan penting agar rancangan beleid tersebut nantinya tidak berubah menjadi alat represif penguasa.

Ia mengingatkan bahwa penyusunan UU Anti-Spionase wajib berpijak pada prinsip supremasi hukum dan hak asasi manusia agar tidak disalahgunakan untuk membungkam kebebasan berekspresi masyarakat.

Menurutnya, penguatan sektor keamanan negara dan perlindungan hak-hak sipil harus berjalan beriringan melalui tata kelola institusi yang profesional dan transparan.

“Negara harus kuat menghadapi ancaman spionase, tetapi juga harus mampu menjamin kebebasan rakyatnya. Keamanan nasional tidak boleh dijadikan alasan untuk melemahkan demokrasi. Justru negara yang kuat adalah negara yang mampu melindungi kedaulatannya sekaligus menghormati hak-hak konstitusional warga negara,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cak Imin Geram Ikut Disadap Listyo: Kurang Ajar Betul!

Cak Imin Geram Ikut Disadap Listyo: Kurang Ajar Betul!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:55 WIB

Mako Brimob dan Jejak Jenderal yang Ditahan: Dulu Ferdy Sambo, Kini Listyo Sigit

Mako Brimob dan Jejak Jenderal yang Ditahan: Dulu Ferdy Sambo, Kini Listyo Sigit

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:37 WIB

Rangkuman Lengkap Penyadapan Presiden Prabowo: Penangkapan Jenderal hingga Tersangka Baru

Rangkuman Lengkap Penyadapan Presiden Prabowo: Penangkapan Jenderal hingga Tersangka Baru

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:32 WIB

Rekam Jejak Irjen Slamet Uliandi, Dulu Kapten Jack Jemput Sambo Kini Tersangka Penyadapan Prabowo

Rekam Jejak Irjen Slamet Uliandi, Dulu Kapten Jack Jemput Sambo Kini Tersangka Penyadapan Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:12 WIB

Senyum Jokowi soal Dugaan Terlibat Penyadapan Presiden Prabowo

Senyum Jokowi soal Dugaan Terlibat Penyadapan Presiden Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 10:47 WIB

Said Didu: Infonya Sejak Prabowo Jadi Menhan, Sudah Disadap

Said Didu: Infonya Sejak Prabowo Jadi Menhan, Sudah Disadap

News | Jum'at, 06 November 2026 | 10:19 WIB

Terkini

Rupiah Loyo, Industri Petrokimia Diversifikasi Bahan Baku dan Kurangi Impor

Rupiah Loyo, Industri Petrokimia Diversifikasi Bahan Baku dan Kurangi Impor

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 10:15 WIB

Moisturizer Sudah Mengandung SPF, Perlukah Apply Sunscreen Lagi? Ini Penjelasannya

Moisturizer Sudah Mengandung SPF, Perlukah Apply Sunscreen Lagi? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 10:15 WIB

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:03 WIB

Tampung 20.300 Meter Kubik Air, Embung Batu Bangkong Jadi Andalan Cegah Banjir

Tampung 20.300 Meter Kubik Air, Embung Batu Bangkong Jadi Andalan Cegah Banjir

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 10:00 WIB

Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4

Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 10:00 WIB

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:56 WIB

"Saya Sangat Marah Sekali!" Ungkapan Kekecewaan Jokowi Usai Mendiang Orang Tuanya Turut Dituding

"Saya Sangat Marah Sekali!" Ungkapan Kekecewaan Jokowi Usai Mendiang Orang Tuanya Turut Dituding

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 09:55 WIB

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:40 WIB

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 09:22 WIB

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 09:13 WIB

×