Indotnesia - Menikmati hidangan khas Lebaran memang menjadi kegiatan wajib, yang tak jarang membuat kita makan berlebihan. Padahal sebelumnya, kita telah berpuasa dan mengalami penurunan berat badan.
Penelitian oleh Syam, dkk, yang diterbitkan Int J Endocrinol Metab tahun 2016 menyebutkan, puasa Ramadhan menyebabkan berat badan turun akibat massa lemak tubuh yang berkurang.
Meski demikian, makan berlebihan saat Idulfitri seakan menjadi momok untuk mempertahankan berat badan ideal. Lalu, sebenarnya bolehkah kita menikmati momen Hari Raya dengan menyantap makanan khas Lebaran?
Mengutip Suara.com, Dokter spesialis gizi klinik dr. Juwalita Surapsari, Sp.GK, M.Gizi dari Ikatan Dokter Indonesia mengatakan boleh-boleh saja menikmati hidangan Lebaran selama dua hari berturut-turut.
Menurutnya, makan berlebihan selama dua hari tidak membuat berat badan naik secara signifikan. Begini perhitungan, apabila setengah kilogram jaringan lemak mengandung 3.500 kkal, maka jika kelebihan 7.000 kkal dalam makanan yang kita konsumsi hanya akan menyebabkan pertambahan berat badan sebanyak 1 kg.
Jadi kalau seseorang biasa mengonsumsi 2.000 kkal dalam sehari, maka perlu 5.500 kkal selama dua hari supaya berat badan naik 1 kg. Tentu saja hal tersebut sulit tercapai dalam dua hari.
Meski demikian, setelah makan berlebihan saat Lebaran sebaiknya kembali ke diet gizi yang seimbang. Dokter Juwalita mengatakan diet gizi seimbang adalah mengonsumsi makanan secara teratur sesuai komponen gizi, yakni karbohidrat kompleks, protein rendah lemak, lemak baik, sayur, dan buah.
Jangan lupa untuk selalu minum air putih yang cukup agar kebutuhan cairan pada tubuh dapat terpenuhi. Selain itu, manfaatkan cuti panjang dengan berolahraga.
Dokter Juwalita menuturkan, olahraga teratur misalnya dengan lari atau jogging pada sore hari, jalan cepat, bersepeda, atau olahraga di rumah dengan mengikuti tutorial video.
Kebiasaan supaya tubuh tetap sehat dan berat badan ideal harus terus terjaga dengan baik. Nikmati setiap momen olahraga supaya menjadi penyemangat supaya hidup lebih bahagia.
Setelah makan makanan bergizi dan olahraga, pastikan punya waktu istirahat yang cukup. Dengan begitu, metabolisme tubuh tetap terjaga. Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa sebaiknya tidur 7-9 jam dalam semalam.
Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan juga menganjurkan agar menikmati hidangan Lebaran, namun tetap kendalikan asupan gula, garam, dan lemak.
Caranya, dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan air putih. Selain itu, hindari minuman berkarbonasi dan manis berlebihan, makanan manis, asin, dan mengandung lemak berlebihan.
Setelah makan berlebihan, tetap beraktivitas fisik untuk menjaga keseimbangan asupan makanan dan kalori yang dikeluarkan oleh tubuh.