Implan Hidung Mengalami Infeksi? Ini yang Harus Dilakukan

Indotnesia Suara.Com
Selasa, 10 Mei 2022 | 16:54 WIB
Implan Hidung Mengalami Infeksi? Ini yang Harus Dilakukan
Freepik

Indotnesia - Bedah kosmetik dengan implan hidung menjadi pilihan sebagian orang untuk menambah percaya diri. Namun tak jarang, implan hidung mengalami infeksi sehingga bengkak.

Seperti yang menimpa putri dari YouTuber Farida Nurhan, Permesta Dhyaz. Baru-baru ini, dia membagikan kondisi terkini hidungnya yang mengalami infeksi implan.

Sebelumnya, dia menjalani operasi plastik untuk mengubah bentuk hidungnya sekitar tiga bulan lalu di Thailand.

Menanggapi hal tersebut, dokter bedah plastik dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE, mengatakan hidung yang bengkak dan memerah setelah operasi memang menunjukkan tanda-tanda infeksi implan.

Dokter yang akrab disapa dokter Tompi itu menuturkan kondisi itu tidak berbahaya asal ditangani dengan cepat. Dengan demikian, semua jaringan masih bisa diselamatkan.

"Dengan kita mengevakuasi implan, jaringan semua bisa selamat, tidak akan memberikan perubahan yang berarti hanya saja bentuk hidung kembali seperti semula," ujarnya kepada Suara.com.

Apabila mengalami tanda-tanda infeksi, implan hidung harus segera berkonsultasi dengan dokter yang menangani bedah. Namun, jika operasi di luar negeri, konsultasi bisa dilakukan dengan dokter bedah plastik terdekat.  

Jika implan menggunakan silikon, maka itu harus dikeluarkan dulu ketika terjadi infeksi. Menurut dokter Tompi, penanganan infeksi yang terlambat akan memicu bengkak dan kemerahan yang berlarut-larut.

Hal tersebut memunculkan risiko luka pada permukaan kulit. Penanganan infeksi implan juga tidak bisa hanya mengandalkan antibiotik.

"Itu menimbulkan parut di luar tentu hasilnya jadi enggak estetis. Itu kenapa sebaiknya segera dibereskan dan tidak bisa mengandalkan antibiotik saja. Karena sembuh sebentar nanti bengkak lagi," jelasnya.

Lalu, apa penyebab infeksi implan pada hidung? Dokter Tompi menjelaskan penyebab infeksi bisa karena pengerjaan bedah yang tidak steril dan perawatan luka pascaoperasi.

Perawatan yang kurang baik memicu timbulnya infeksi berupa rongga antara implan dengan dasar tulang hidung.

“Jadi implan itu tidak menempel rapat sehingga ada celah kosong yang bisa memicu tubuh memproduksi seroma (cairan)," katanya.

Tumpukan seroma tersebut kemudian memunculkan akumulasi kuman yang menyebabkan infeksi. Bengkak tersebut dapat menjalar ke area lain, termasuk mata dan pipi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI