Indotnesia - Jelang Idul Adha 2022, wabah PMK atau penyakit mulut dan kuku menyerang ribuan hewan ternak di Aceh dan Jawa Timur.
Menurut World Organisation for Animal Health, penyakit PMK atau Foot and Mouth Disease (FMD) adalah penyakit virus ternak yang sangat menular, ditandai dengan demam dan luka seperti melepuh di lidah, bibir, mulut, puting susu, dan di antara kuku hewan.
Merebaknya wabah PMK membuat masyarakat khawatir dengan stok daging menjelang Idul Adha pada Juli 2022. Belum lagi kecemasan masyarakat mengenai apakah virus PMK bisa menular ke manusia.
Terkait stok daging, Kementerian Pertanian memastikan stok hewan kurban aman untuk kebutuhan Idul Adha tahun ini.
Melansir Suara.com, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah mengatakan, kebutuhan hewan kurban hanya sekitar 10% hingga 20% dari total populasi ternak.
“Untuk Idul Adha kami optimistis, insya Allah, ini ternak tersedia. Pengalaman-pengalaman sebelumnya hanya 10% hingga 20% dari populasi yang dipakai,” katanya, Kamis (12/5/2022).
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri pada Jumat (13/5/2022) menyebutkan berdasarkan data nasional 2021, populasi sapi potong mencapai 18 juta, kerbau 1,2 juta, kambing 19,2 juta, dan domba 17,9 juta ekor.
Sementara jumlah hewan kurban 2021 mencapai 1,7 juta ekor mencakup sapi, kerbau, kambing, dan domba. Di sisi lain, tingkat kematian ternak akibat PMK juga hanya sekitar 2%.
“Sehingga secara populasi, stok ternak kita untuk kebutuhan pemotongan hewan kurban masih cukup aman,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengatakan virus penyebab PMK pada hewan memang bisa menular ke manusia, namun sangat jarang.
Kasus terakhir tercatat pada 1960-an di Chili dengan total 40 kasus. Dia mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir. Sebenarnya, manusia juga mengalami penyakit serupa yang biasa disebut Hand, Foot, and Mouth Disease atau HFMD.
“HFMD yang disebabkan oleh virus RNA, yang masuk dalam Familia Picornaviridae. Gejalanya timbul bercak kemerahan. Bukan dari virus PMK,” cuitnya di Twitter.
“Enggak perlu panik, enggak perlu khawatir. Kasus penularan virus PMK ke manusia itu amat rendah,” tutupnya.