Mengenal Kepulauan Riau, Wilayah yang Diklaim Mahathir Mohamad Milik Malaysia

Indotnesia

Jum'at, 24 Juni 2022 | 10:38 WIB
Mengenal Kepulauan Riau, Wilayah yang Diklaim Mahathir Mohamad Milik Malaysia
Wikipedia

Indotnesia - Mantan Perdana Malaysia Mahathir Mohamad sempat ramai jadi perbincangan masyarakat Indonesia di media sosial. Pernyataannya yang menyebut Kepulauan Riau seharusnya diklaim jadi bagian dari Malaysia menuai sorotan publik.

Dalam pidatonya saat di Selangor, Minggu (19/6/2022) Mahathir juga menyinggung wilayah Singapura yang seharusnya menjadi milik Malaysia.

“Seharusnya kita tidak hanya menuntut agar Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh dikembalikan kepada kita, tetapi kita juga harus menuntut kembalinya Singapura dan Kepulauan Riau ke Malaysia sebagai tanah Melayu,” ungkapnya, seperti dikutip dari Yahoo Malaysia.

Terkait pernyataan tentang Kepulauan Riau diklaim sebagai wilayah Malaysia, perlunya kita pahami terlebih dahulu tentang sejarah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara Vietnam, Singapura, dan Malaysia ini, dilansir dari Suara.com.

Dikuasai Kerajaan Melayu hingga memisahkan diri jadi Kepulauan Riau

Kepulauan Riau atau dikenal dengan singkatan Kepri memiliki hubungan dengan Kerajaan Melayu diduga setelah ditemukannya Prasasti Pasir Panjang di Kabupaten Karimun yang memiliki semboyan pemujaan melalui tapak kaki Buddha.

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Buddha diperkirakan masuk di wilayah tersebut melalui pedagang dari Tiongkok dan India.

Selain itu, berdirinya Kesultanan Riau-Lingga yang berasaskan Melayu Islam dan Islam menjadikan masa Islam di wilayah Kepri semakin berkembang.

Berdasarkan catatan sejarah, provinsi ke-32 di Indonesia tersebut pernah dikuasai oleh Kesultanan Johor-Riau. Sayangnya, kerajaan tersebut lantas mengalami kemunduran pada 1812 setelah wafatnya Sultan Mahmud Syah III, Yang Dipertuan Besar Johor-Pahang-Riau-Lingga ke XVI.

baca juga

Merupakan pusat perdagangan dan keramaian, nama Riau diduga berasal dari kata “riuh” yang artinya ramai. Nama tersebut lantas berkembang, terutama pada masa kolonial ditulis “Riouw” sesuai ejaan bahasa Belanda.

Saat masa kolonial, pulau Penuba di Kepulauan Riau mendapatkan julukan Hawaii Van Lingga. Tak hanya itu, kepulauan tersebut juga berkembang dengan adanya penggunaan uang tersendiri bagi wilayah Kepri dan terbentuknya Karesidenan Riouw, bukti pengaruh adanya kolonial di daerah tersebut.

Pada 1922, Belanda membagi wilayah administratif Riau menjadi 4 wilayah kawedanan (onder-afdeeling), terdiri dari:

- Onder-Afdeeling Tanjung Pinang,

- Onder-Afdeeling Karimun,

- Onder-Afdeeling Lingga, dan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Fakta Unik Kepulauan Riau, Disebut Mahathir Mohamad Bagian dari Tanah Melayu

6 Fakta Unik Kepulauan Riau, Disebut Mahathir Mohamad Bagian dari Tanah Melayu

Lifestyle | Kamis, 23 Juni 2022 | 16:25 WIB

Profil Mahathir Mohamad, Eks PM Malaysia yang Sebut Kepulauan Riau Bagian dari Malaysia

Profil Mahathir Mohamad, Eks PM Malaysia yang Sebut Kepulauan Riau Bagian dari Malaysia

News | Kamis, 23 Juni 2022 | 15:45 WIB

Sejarah Kepulauan Riau, Wilayah yang Seharusnya Diklaim Malaysia Menurut Mahathir Mohamad

Sejarah Kepulauan Riau, Wilayah yang Seharusnya Diklaim Malaysia Menurut Mahathir Mohamad

Batam | Rabu, 22 Juni 2022 | 13:30 WIB

Terkini

Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris

Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03 WIB

Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia

Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 03:40 WIB

Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris

Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 02:49 WIB

Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam

Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 02:37 WIB

Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?

Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00 WIB

Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok

Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 01:54 WIB

Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas

Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 01:45 WIB

Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan

Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 01:32 WIB

Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI

Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 01:32 WIB

The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu

The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 00:49 WIB

×