Sejarah Kotabaru Jogja, dari Perumahan Elite Belanda hingga Jadi Kawasan Pendidikan

Indotnesia

Selasa, 28 Juni 2022 | 15:25 WIB
Sejarah Kotabaru Jogja, dari Perumahan Elite Belanda hingga Jadi Kawasan Pendidikan
Instagram/arulfriams

Indotnesia - Berwisata ke Yogyakarta tak lengkap jika tidak melewati kawasan rindang dengan bangunan peninggalan masa kolonial bergaya arsitektur Eropa di Kotabaru. Meski merupakan kawasan kecil, Kotabaru menyimpan sejarah penting sebagai saksi bisu peradaban masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Melalui Peraturan Daerah Istimewa DIY (Perdais), Kotabaru telah ditetapkan sebagai kawasan heritage atau cagar budaya dan menjadi wilayah penopang keistimewaan Yogyakarta. Dilansir dari laman resmi Kelurahan Kotabaru, peninggalan sejarah di daerah tersebut telah banyak yang hancur atau dihancurkan untuk kepentingan tertentu dan hanya tersisa sekitar 45%.

Sejarah Kotabaru

Kotabaru dibangun pada 1917-1920 sebagai kota yang didirikan dengan konsep taman kota (garden city) sekaligus merupakan kawasan elit khusus bagi orang-orang Eropa, terutama Belanda.

Arsitek pembangunan kawasan elit tersebut adalah Thomas Karsten, ahli perencanaan wilayah permukiman yang juga terlibat dalam proyek pembangunan Pasar Johar Semarang, Batavia hingga Stasiun Solo Balapan.

Berbeda dari Batavia yang dibuat menyerupai kota di Belanda, Kotabaru dibangun dengan mencontoh London, Inggris meski arsitektur bangunan bergaya Eropa secara umum. Kawasan dengan luas sekitar 71.305 ha ini dibangun oleh Belanda dengan dilengkapi boulevard dan sejumlah jalan arteri.

Selain itu, sebagai kawasan elit bagi penduduk Eropa, Kotabaru dibangun pula berbagai fasilitas lengkap, seperti pusat olahraga yang saat ini dikenal dengan Stadion Kridosono, Algemene Middelbare School (AMS), Christelijke MULO School, dan Normal School.

Selain pusat olahraga dan sejumlah sekolah, Belanda juga membangun Rumah Sakit Petronella yang sekarang menjadi Rumah Sakit Bethesda, serta tempat ibadah pertama, yaitu Gereja Kristen dan disusul pembangunan Gereja Katolik atau saat ini menjadi Gereja Kotabaru.

Pembangunan kawasan elit yang telah memiliki sejumlah fasilitas memadai tersebut jadi tempat tinggal para orang Eropa hingga Jepang datang pada 1942 dan membuat mereka meninggalkan Yogyakarta untuk menyelamatkan diri.

baca juga

Pada masa kepemimpinan Jepang, Kotabaru menjadi pusat militer. Bangunan perumahan dan fasilitas umum yang telah tersedia digunakan sebagai fasilitas pendukung pemerintahan Jepang, terutama militer. Sedangkan sebagian lainnya disewakan pada penduduk pribumi kalangan atas untuk tambahan penghasilan.

Setelah kepemimpinan Jepang di Indonesia runtuh, terdapat sejumlah peristiwa penting di Kotabaru setelah masa kemerdekaan Indonesia pada 1945, di antaranya serbuan Kotabaru atau pertempuran antara warga Yogyakarta dan sekitarnya pada 7 Oktober 1945, menjadi bagian dari Ibukota Sementara Indonesia, dan pembangunan Masjid Syuhada Kotabaru pada 1952.

Kotabaru Saat Ini

Meski tak lagi jadi kawasan utama perumahan elit, Kotabaru saat ini menjadi daerah di Yogyakarta yang masih asri dengan rimbunan pohonnya. Bahkan, sejumlah bangunan bersejarah tetap dipertahankan, meski beberapa telah disewakan sebagai tempat bisnis. 

Kawasan yang menjadi wilayah jalur gerilya Jenderal Sudirman tersebut kini juga menjelma menjadi daerah bisnis dengan beberapa tempat makan, toko buku, hingga dikenal sebagai kawasan pendidikan yang terdiri dari sejumlah sekolah favorit, yaitu SMAN 3 Yogyakarta, SMP 5 Yogyakarta, SMA Bopkri I, dan SD Ungaran. 

Uniknya, di salah satu sudut Kotabaru ada penjual nangka yang telah berjualan sejak 1975 hingga saat ini. Penjual nangka tersebut merupakan satu-satunya yang ada di daerah itu dan tidak ada pedagang lain dengan penjualan serupa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemkot Jogja Resmikan Pitstop untuk Daya Tarik Kotabaru, Ini Fasilitasnya

Pemkot Jogja Resmikan Pitstop untuk Daya Tarik Kotabaru, Ini Fasilitasnya

Purwokerto | Jum'at, 13 Mei 2022 | 21:13 WIB

Dispar Kota Yogyakarta Masih Godok Kawasan Kotabaru Jadi Jalur Skuter Listrik, Begini Progresnya

Dispar Kota Yogyakarta Masih Godok Kawasan Kotabaru Jadi Jalur Skuter Listrik, Begini Progresnya

Jogja | Kamis, 26 Mei 2022 | 14:12 WIB

Kondisi Jalan di Kotabaru, Karawang Viral di Media Sosial, Publik: Kalau Ada Kecelakaan Baru deh Dibenerin

Kondisi Jalan di Kotabaru, Karawang Viral di Media Sosial, Publik: Kalau Ada Kecelakaan Baru deh Dibenerin

Bogor | Senin, 28 Maret 2022 | 18:30 WIB

Terkini

Kasus Keracunan MBG Kembali Muncul, Sudaryono Akui BGN Sempat Drop

Kasus Keracunan MBG Kembali Muncul, Sudaryono Akui BGN Sempat Drop

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:00 WIB

300 Massa Aksi Ditangkap, SETAPOL Ungkap Kekerasan Aparat: Kondisinya Sangat Miris!

300 Massa Aksi Ditangkap, SETAPOL Ungkap Kekerasan Aparat: Kondisinya Sangat Miris!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:55 WIB

The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang

The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 07:50 WIB

Ultimatum Kapolda DIY! Mahasiswa Tuntut Minta Maaf Soal Framing Video 'Cairan Merica'

Ultimatum Kapolda DIY! Mahasiswa Tuntut Minta Maaf Soal Framing Video 'Cairan Merica'

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:45 WIB

Bukan Sekadar Bencana Asap, Komnas HAM Soroti Hak 3 Juta Warga Terdampak Karhutla

Bukan Sekadar Bencana Asap, Komnas HAM Soroti Hak 3 Juta Warga Terdampak Karhutla

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:45 WIB

256 Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Bertumbangan Usai Santap MBG

256 Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Bertumbangan Usai Santap MBG

Lampung | Jum'at, 04 September 2026 | 07:43 WIB

TNI AL Dalami Kasus Prajurit Jadi Ajudan Arya Wedakarna di Acara Komunitas LGBT

TNI AL Dalami Kasus Prajurit Jadi Ajudan Arya Wedakarna di Acara Komunitas LGBT

Bali | Jum'at, 04 September 2026 | 07:41 WIB

5 Zodiak yang Diprediksi Beruntung dan Jalani Hari Baik 4 September 2026

5 Zodiak yang Diprediksi Beruntung dan Jalani Hari Baik 4 September 2026

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 07:38 WIB

Eks Wakil Menteri Ditangkap Terkait Korupsi Migas, Uang Rp 96,9 Miliar Disita

Eks Wakil Menteri Ditangkap Terkait Korupsi Migas, Uang Rp 96,9 Miliar Disita

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:37 WIB

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, BGN: 80-90 Persen karena Tak Taat SOP

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, BGN: 80-90 Persen karena Tak Taat SOP

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:34 WIB

×