Indotnesia - Shawn Mendes belum lama ini menunda tur dunianya sampai waktu yang tidak bisa dipastikan. Hal tersebut, dikarenakan pelantun lagu Senorita sedang mengalami breaking point.
Penyanyi asal Kanada itu, merasa sulit karena telah melakukan tur sejak usianya 15 tahun dan jauh dari teman serta keluarga. Hal itu diungkapkan langsung oleh Shawn melalui postingan di Instagram pribadinya.
“Ini menghancurkan hati saya untuk mengatakan ini, tapi sayangnya saya harus menunda tiga minggu ke depan pertunjukan melalui Uncasville, CT hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulisnya beberapa waktu lalu.
“Saya telah melakukan tur sejak saya berusia 15 tahun dan sejujurnya selalu sulit untuk berada di jalan yang jauh dari teman dan keluarga. Setelah beberapa tahun keluar dari jalan, saya merasa siap untuk terjun kembali, tetapi keputusan itu terlalu dini dan sayangnya jalan tol dan tekanan telah mengejar saya dan saya mencapai breaking point (titik puncaknya),” lanjutnya.
Mengenai tur Wonder: The World Tour, dia sudah membicarakan dengan tim dan manajemennya dan sepakat menunda demi kesehatan mental sang penyanyi. Lalu, apa itu sebenarnya ‘breaking point’ yang dialami oleh Shawn Mendes?
Breaking Point
Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia breaking point berarti titik puncak. Misalnya, pernahkah kamu merasa sudah tidak tahan lagi karena situasi atau tekanan yang kamu hadapi? Ya, breaking point bisa diartikan seperti itu.
Mengutip dari Wisegeek, breaking point secara psikologi mengacu pada titik ketika seseorang hancur, tak tahan lagi, hingga mencapai titik perubahan permanen. Bisa juga ketika seseorang berada di masa sulit dan tidak dapat lagi menerima atau menghadapi suatu situasi karena terlalu banyak tekanan atau stres.
Breaking point bagi tiap orang berbeda-beda. Namun, jika seseorang dipaksa secara terus-menerus melakukan sesuatu yang menjadi tantangan untuk dirinya, maka suatu saat akan mencapai puncaknya.
Baca Juga: Shawn Mendes Tunda Tur "Wonder" Demi Kesehatan Mental, Ini Alasan Penting Menjaganya
Hal itu juga bisa bermakna sebagai titik terendah dalam hidup seseorang yang bisa mengganggu kesehatan mental. Tinggal bagaimana tiap orang memahami dan memiliki kemampuan untuk meresponnya.
Tanda-tanda Breaking Point
Meski tidak bisa dideskripsikan secara pasti apa itu sebenarnya breaking point, tetapi menurut Hospitality Health, seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental itu dapat ditandai dari gejala-gejala berikut.
1. Sulit tidur
2. Sulit berkonsentrasi
3. Emosional
4. Perubahan pola makan
5. Mengalami masalah hubungan dan perubahan dalam hubungan sosial
6. Punya pandangan negatif dan ketidaktertarikan
7. Sistem kekebalan tubuh terganggu
Melansir Psychology Today, tanda-tanda itu menjadi 3 situasi, yaitu ketika seseorang sudah sadar dengan yang dihadapinya tetapi tetap mencoba fokus, kehilangan kendali, dan mencapai titik puncak.
Meskipun breaking point terkesan seperti gangguan kesehatan mental biasa, tetapi gejala-gejala tersebut perlu diperhatikan. Mulai kenali diri dan emosi serta bagaimana cara menghadapinya.
Jika kesulitan, sebaiknya minta bantuan profesional karena mencegah lebih baik daripada harus menunggu titik puncak meletus.