Indotnesia - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui akun Twitter pribadinya mengabarkan terdapat 54 TKI disekap di Kamboja. Laporan tersebut dia terima melalui komentar seseorang di akun Instagram-nya.
Dari utas di akun Twitter @ganjarpranowo, dia membagikan cerita salah satu korban penipuan tersebut.
Kronologi penyekapan 54 TKI di Kamboja bermula dari iming-iming pekerjaan dengan gaji tinggi. Hal itu, disampaikan oleh salah satu korban berinisial ME, warga Jakarta kelahiran Solo, Jawa Tengah.
Menurut keterangan ME, modus pemberangkatan TKI secara unprosedural dengan agensi perseorangan tidak resmi. Mereka semakin merasa tertipu karena lokasi penempatan kerja di Kamboja tidak sesuai kesepakatan.
Tak hanya itu, ternyata pekerjaan yang mereka harus lakukan di sana yaitu menjadi operator telepon yang menawarkan investasi bodong bagi warga Indonesia. Pekerjaan itu dilakukan mulai pukul 10 pagi sampai 11 malam tanpa menerima upah.
Para pekerja Indonesia tentu saja tak terima, tetapi mereka tak bisa lari karena dokumen penting seperti paspor dan sebagainya telah ditahan. Selain itu, mereka juga mendapat perlakuan tak manusiawi dari pihak perusahaan bodong tersebut.
ME menambahkan, jika 54 WNI itu hanyalah yang berada di divisinya saja. Dia menyebut ada ratusan warga Indonesia yang berada lebih lama di sana dan mendapat perlakukan serupa.
Ganjar juga mengkonfirmasi adanya kemungkinan ratusan WNI yang ditipu bekerja di Kamboja.
“Hasil komunikasi Disnaker Dubes RI di Kamboja, Bapak Sudirman Haseng mendapat informasi bahwa tahun ini saja ada sekitar 260 WNI yang mengadu tertipu dan nampaknya masih akan bertambah terus,” ungkap Ganjar dalam utasan di Twitternya pada (28/7/2022).
Baca Juga: Miris! Tergiur Tawaran Kerja Di Kamboja, 53 WNI Jadi Korban Perusahaan Investasi Palsu
Atas Informasi yang diterimanya itu, Ganjar bergegas melaporkannya ke Disnaker Jawa Tengah dan ditindaklanjuti oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk menangani masalah ini.
“Sekarang KBRI Kamboja sedang menangani persoalan ini dan sedang dilakukan pendalaman kasus bekerjasama dengan otoritas setempat,” tulisnya.
Sementara, ME mengaku sudah melapor ke KBRI Kamboja namun belum mendapat respon. Karena itu, Ganjar berharap persoalan ini dapat ditindaklanjuti serius oleh Kemenlu sehingga para WNI yang disekap di Kamboja bisa segera kembali ke Tanah Air.