Harga Tiket Komodo Naik hingga Rp3 Juta Tuai Pro-Kontra, Berikut Rinciannya!

Indotnesia

Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:30 WIB
Harga Tiket Komodo Naik hingga Rp3 Juta Tuai Pro-Kontra, Berikut Rinciannya!
Harga tiket masuk ke Pulau Komodo dan Pulau Padar naik. (Freepik/vladimircech)

Indotnesia - Sejak tanggal 1 Agustus 2022, Pemerintah resmi menaikkan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo yang sebelumnya Rp150.000 per kunjungan menjadi Rp3,75 juta dan berlaku setahun penuh.

Kebijakan tarif baru tersebut juga berlaku untuk kunjungan ke Pulau Komodo dan Pulau Padar. Sedangkan untuk ke Pulau Rinca, masih mengacu pada tarif sebelumnya Rp150.000.

Kabar kenaikan tarif tiket masuk itu bahkan membuat sejumlah wisatawan membatalkan kunjungannya di Pulau Komodo.

Meski menuai pro-kontra, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjelaskan kenaikan tarif diberlakukan untuk mendukung aspek konservasi lingkungan di Pulau Komodo dan Pulau Padar.

Senada dengan Menparekraf, Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur Sony Zet Libing mengatakan, kenaikan biaya tiket seharga jutaan digunakan untuk biaya konservasi, pemberdayaan lokal, serta monitoring dan pengamanan.

Lebih lanjut, Sony menjelaskan bahwa biaya tiket tersebut juga sudah termasuk penjemputan wisatawan di bandara dan mampir ke tempat oleh-oleh, serta dibebaskan untuk menyelam, mengambil foto dan video hingga melakukan tracking ke Pulau Padar.

Walau ditujukan guna optimalisasi pelayanan wisatawan, harga tiket masuk yang meningkat drastis itu justru ditolak oleh asosiasi pelaku pariwisata di Labuan Bajo.

Dilansir dari Suara.com, aksi penolakan dalam menyikapi kenaikan harga tiket Pulau Komodo dilakukan oleh para warga pelaku wisata karena khawatir akan adanya monopoli yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Flobamor.

Pasalnya, Pemerintah Provinsi NTT melalui PT Flobamor akan mengelola tiket masuk ke Pulau Komodo, sehingga mereka bakal mendominasi sektor hulu dan hilir akses pariwisata di kawasan tersebut.

baca juga

Akibatnya, pelaku pariwisata di Labuan Bajo sepakat melakukan aksi mogok selama satu bulan sebagai bentuk protes atas kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Di sisi lain, mereka juga khawatir kenaikan harga tiket masuk Pulau Komodo akan berdampak pada seluruh destinasi wisata lain disekitar Labuan Bajo dan Flores.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mantap, Pelaku Usaha di 4 Desa Wisata Indonesia Ini Bakal Dapat Pelatihan Khusus

Mantap, Pelaku Usaha di 4 Desa Wisata Indonesia Ini Bakal Dapat Pelatihan Khusus

Lifestyle | Rabu, 03 Agustus 2022 | 12:30 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×