Kronologi Senator Australia Klaim Warganya Bisa Bawa Wabah PMK karena Kotoran Sapi di Bali

Indotnesia

Minggu, 07 Agustus 2022 | 10:20 WIB
Kronologi Senator Australia Klaim Warganya Bisa Bawa Wabah PMK karena Kotoran Sapi di Bali
Seekor sapi sedang makan rumput. (Pexels/Evgeniya Litovchenko)

Indotnesia - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memberikan pernyataan tegas kepada Senator Australia Pauline Hanson yang menyebut sapi-sapi di Bali berkeliaran bebas dan kotorannya bertebaran.

Dalam kicauannya di Twitter, Sabtu (6/8/2022), mengunggah video dari Damian Hoo, seorang warga Australia, yang memperlihatkan pidato Hanson.

"Apa yang disampaikan seorang senator Australia @PaulineHansonOz ini tidak berdasar pada fakta. Secara tegas dan lugas saya sampaikan untuk jangan pernah menghina Bali, ikon dan jantung pariwisatanya Indonesia," tulis Sandiaga.

"Jangan ganggu ketenangan, apalagi kepulihan ekonomi kami dengan ucapan yang tidak benar. Oiya, fyi, Bali bukanlah negara," lanjutnya.

Dalam video tersebut, Senator Hanson mengatakan Bali berbeda dengan negara lainnya. Pernyataan tersebut tentu tidak benar karena Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia.

"Bali sangat berbeda dengan negara lain karena sapi bebas berkeliaran di jalan. Kotoran sapi bertebaran dan orang berjalan di atasnya dan terbawa di pakaiannya, dan orang itu kembali ke negara ini," ucapnya.

Pernyataan Hanson keluar saat berpidato di depan Senat pada Kamis (4/8/2022). Dia merupakan seorang oposisi dari Partai One Nation yang menyerang respons pemerintah Australia terhadap merebaknya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Mengutip dari The Sydney Morning Herald, dia mengklaim turis Australia yang berkunjung ke Bali dapat membawa penyakit mulut dan kuku ketika kembali ke negaranya.

Menurutnya, hewan ternak di Bali berkeliaran di jalan-jalan dan kotorannya dapat mengenai pakaian orang yang menginjaknya, termasuk turis-turis asal Australia.

baca juga

Di sisi lain, pemerintah Australia telah menolak seruan dari pihak oposisi untuk menutup perbatasan dengan Indonesia guna mencegah kemungkinan penyebaran PMK ke Australia.

Apabila pembatasan dilakukan, tentu akan menutup industri ekspor perdagangan ternak hidup sehingga merugikan perekonomian sebanyak 80 miliar dolar Australia selama satu dekade.

Keputusan pemerintah Australia untuk melanjutkan perdagangan ternak ke  Indonesia didukung oleh kelompok industri peternakan besar di negara tersebut.

Melansir dari ABC News Australia, Negeri Kanguru itu telah bebas dari PMK yang dapat menyerang babi, kambing, sapi, dan domba selama lebih dari satu abad.

Namun, wabah yang terdeteksi di Indonesia pada Mei lalu membuat berbagai pihak waspada. Menteri Pertanian Australia Murray Watt bahkan membentuk satuan tugas baru yang akan menghasilkan kebijakan apabila terjadi potensi wabah PMK.

"Dengan menyatukan keahlian terbaik dari seluruh pemerintahan, kami dapat memastikan setiap orang memahami peran dan tanggung jawab mereka jika terjadi wabah," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Tiket Komodo Naik hingga Rp3 Juta Tuai Pro-Kontra, Berikut Rinciannya!

Harga Tiket Komodo Naik hingga Rp3 Juta Tuai Pro-Kontra, Berikut Rinciannya!

Indotnesia | Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:30 WIB

Hewan Ternak Terinfeksi PMK Masih Bisa Dikonsumsi, Ini 3 Bagian yang Dilarang

Hewan Ternak Terinfeksi PMK Masih Bisa Dikonsumsi, Ini 3 Bagian yang Dilarang

Indotnesia | Jum'at, 17 Juni 2022 | 16:57 WIB

Terkini

5 Pensil Alis Matic Praktis untuk Daily Makeup: Anti Ribet Tanpa Diserut!

5 Pensil Alis Matic Praktis untuk Daily Makeup: Anti Ribet Tanpa Diserut!

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:54 WIB

Fakta Baru Kasus Bupati Kuansing, KPK Ungkap Dugaan Uang dari Pelepasan Hutan

Fakta Baru Kasus Bupati Kuansing, KPK Ungkap Dugaan Uang dari Pelepasan Hutan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:54 WIB

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:51 WIB

Panik Dipantau KPK, Bupati Kuansing Jual Land Cruiser ke Showroom Milik Suwito

Panik Dipantau KPK, Bupati Kuansing Jual Land Cruiser ke Showroom Milik Suwito

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:50 WIB

Akal Bulus Maling Motor di PIK 2: Tukar Pelat Sesuai Kartu Parkir Dashboard Biar Lolos Keluar

Akal Bulus Maling Motor di PIK 2: Tukar Pelat Sesuai Kartu Parkir Dashboard Biar Lolos Keluar

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:50 WIB

Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace

Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:49 WIB

Ketergantungan Ford pada Teknologi AI Berujung Petaka dan Panggil Kembali Ratusan Insinyur

Ketergantungan Ford pada Teknologi AI Berujung Petaka dan Panggil Kembali Ratusan Insinyur

Otomotif | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:45 WIB

Dirgahayu Bhayangkara ke-80, Bupati Bogor Doakan Polri Selalu Kuat Jadi Pengayom Masyarakat

Dirgahayu Bhayangkara ke-80, Bupati Bogor Doakan Polri Selalu Kuat Jadi Pengayom Masyarakat

Bogor | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:38 WIB

Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara

Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:35 WIB

Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa

Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:33 WIB

×