Indotnesia - Dugaan kerusuhan di depan Taman Pintar Jogja akibat rombongan PSHT yang sedang melakukan konvoi pada Sabtu (6/7/2022) menimbulkan dua orang menjadi korban. Korban adalah tukang parkir di kawasan tersebut dan tukang becak yang sedang mangkal.
Sebelumnya, masyarakat juga sudah merasa terganggu dengan suara konvoi motor kelompok perguruan yang berlangsung pada malam hari hingga menjelang subuh. Diduga, konvoi tersebut dilakukan sebagai bentuk perayaan pengesahan warga baru PSHT se-DIY tahun 2022 yang dilakukan tiap cabang pada waktu berbeda.
Sementara, konvoi PSHT cabang Sleman dilakukan pada 6 Agustus dengan rute APILL Demak Ijo - Banyuraden - Gamping - Sleman, DIY. Hal itu bertepatan dengan kejadian pada Sabtu malam dekat 0 km.
Sekilas tentang PSHT
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah organisasi pencak silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI). Perguruan ini sudah ada sejak 1922 diinisiasi oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, murid dari Ki Ageng Surodiwiryo pendiri Persaudaraan Setia Hati di Winongo, Madiun.
PSHT jadi perguruan pencak silat yang paling terkenal di Indonesia dan memiliki 7 juta anggota yang tersebar di 236 kabupaten/kota di Indonesia. Anggota dalam PSHT disebut sebagai ‘warga”.
Para warga selain diajarkan ilmu bela diri, mereka juga diajarkan kerohanian atau budi luhur. Dikutip dari laman resmi PSHT, ada 3 ajaran yang berkaitan dengan hati dan hubungan kepada sesama manusia dan Tuhan.
1. Ajaran Setia Hati
Pendidikan ajaran Setia Hati terkait dengan upaya mendekatkan hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan alam semesta.
2. Ajaran Budi Luhur
Ajaran budi luhur diarahkan untuk mengembangkan perpaduan kekuatan pikiran, perasaan, dan tekad setiap siswa maupun warga agar mampu memberikan manfaat yang lebih baik bagi keluarga dan masyarakat dari keluruhuran budi pekertinya.
3. Gerakan Budi Luhur
Melalui Gerakan Budi Luhur ini, Persaudaraan Setia Hati Terate terus berupaya ikut "memayu hayuning bawono" dalam upaya mewujudkan masyarakat nyaman,adil, makmur, dan sejahtera lahir batin.
Ketiga ajaran tersebut merupakan ‘ruh’ bagi Persaudaraan Setia Hati Terate. Tujuannya, agar keberadaan warganya dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Namun, belakangan berada di balik bendera organisasi pencak silat terbesar di Indonesia ini malah menjadi gaya-gayaan unjuk kebolehan bahkan terkadang menyebabkan kerusuhan. Padahal, iu menjadi hal yang berkebalikan dari ajaran dan tujuan yang diterapkan.