Mengenal PSHT, Organisasi Pencak Silat yang Konvoi dan Rusuh di Jogja

Indotnesia

Senin, 08 Agustus 2022 | 14:04 WIB
Mengenal PSHT, Organisasi Pencak Silat yang Konvoi dan Rusuh di Jogja
Tangkapan gambar video ketika terjadi konvoi dan kerusuhan. (Twitter/ @merapi_uncover dan @Upil_Jaran2)

Indotnesia - Dugaan kerusuhan di depan Taman Pintar Jogja akibat rombongan PSHT yang sedang melakukan konvoi pada Sabtu (6/7/2022) menimbulkan dua orang menjadi korban. Korban adalah tukang parkir di kawasan tersebut dan tukang becak yang sedang mangkal.

Sebelumnya, masyarakat juga sudah merasa terganggu dengan suara konvoi motor kelompok perguruan yang berlangsung pada malam hari hingga menjelang subuh. Diduga, konvoi tersebut dilakukan sebagai bentuk perayaan pengesahan warga baru PSHT se-DIY tahun 2022 yang dilakukan tiap cabang pada waktu berbeda. 

Sementara, konvoi PSHT cabang Sleman dilakukan pada 6 Agustus dengan rute APILL Demak Ijo - Banyuraden - Gamping - Sleman, DIY. Hal itu bertepatan dengan kejadian pada Sabtu malam dekat 0 km.

Sekilas tentang PSHT

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah organisasi pencak silat yang  tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI). Perguruan ini sudah ada sejak 1922 diinisiasi oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, murid dari Ki Ageng Surodiwiryo pendiri Persaudaraan Setia Hati di Winongo, Madiun.

PSHT jadi perguruan pencak silat yang paling terkenal di Indonesia dan memiliki 7 juta anggota yang tersebar di 236 kabupaten/kota di Indonesia. Anggota dalam PSHT disebut sebagai ‘warga”.

Para warga selain diajarkan ilmu bela diri, mereka juga diajarkan kerohanian atau budi luhur. Dikutip dari laman resmi PSHT, ada 3 ajaran yang berkaitan dengan hati dan hubungan kepada sesama manusia dan Tuhan.

1. Ajaran Setia Hati

Pendidikan ajaran Setia Hati terkait dengan upaya mendekatkan hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan alam semesta. 

baca juga

2. Ajaran Budi Luhur

Ajaran budi luhur diarahkan untuk mengembangkan perpaduan kekuatan pikiran, perasaan, dan tekad setiap siswa maupun warga agar mampu memberikan manfaat yang lebih baik bagi keluarga dan masyarakat dari keluruhuran budi pekertinya.

3. Gerakan Budi Luhur

Melalui Gerakan Budi Luhur ini, Persaudaraan Setia Hati Terate terus berupaya ikut "memayu hayuning bawono" dalam upaya mewujudkan masyarakat nyaman,adil, makmur, dan sejahtera lahir batin.

Ketiga ajaran tersebut merupakan ‘ruh’ bagi Persaudaraan Setia Hati Terate. Tujuannya, agar keberadaan warganya dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Namun, belakangan berada di balik bendera organisasi pencak silat terbesar di Indonesia ini malah menjadi gaya-gayaan unjuk kebolehan bahkan terkadang menyebabkan kerusuhan. Padahal, iu menjadi hal yang berkebalikan dari ajaran dan tujuan yang diterapkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keributan Pecah di Kawasan Titik Nol Kilometer Jogja, Ini Penjelasan Polisi

Keributan Pecah di Kawasan Titik Nol Kilometer Jogja, Ini Penjelasan Polisi

Jogja | Minggu, 07 Agustus 2022 | 17:46 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×