Sejarah Ospek di Indonesia, Ada Sejak Zaman Belanda dan Diawasi Ketat

Indotnesia

Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:06 WIB
Sejarah Ospek di Indonesia, Ada Sejak Zaman Belanda dan Diawasi Ketat
Siswa STOVIA pada 1902. (Sumber: Kemdikbud)

Indotnesia - Orientasi studi atau ospek yang digelar oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) masih menjadi trending topic di Twitter hingga Kamis (11/8/2022).

Bermula dari luapan kekesalan mahasiswa baru Untirta di akun Twitter tentang ospek yang bertajuk technical meeting, namun berubah jadi perpeloncoan dan terjadi pelecehan verbal.

Sementara, pihak manajemen Untirta menanggapi keluhan peserta yang dijemur di lapangan selama 7 jam dan kekurangan minum.  

Koordinator Humas dan Kerja Sama Untirta Veronika Dian Faradisa mengatakan mahasiswa baru diminta berkumpul di lapangan untuk pengambilan gambar udara dengan drone.

“Tapi dianggap panas-panasan mungkin ingin terbaik (hasil foto) menurut ormawa (organisasi mahasiswa) tapi mungkin di lapangan tidak sesuai," ujarnya, seperti dikutip dari Suara.com.

Masalah ospek yang berujung pada kekerasan bukan menjadi hal baru di Indonesia. Namun, sebenarnya sejak kapan kita mengenal ospek sebagai bagian dari kegiatan murid atau mahasiswa baru?

Sejarah Ospek di Indonesia

Sejarah ospek mahasiswa di Tanah Air tidak bisa dilepaskan dari  eksistensi sebuah sekolah kedokteran Belanda bernama STOVIA atau School tot Opleiding van Inlandsche Artsen.

Plonco pada waktu itu dikenal dengan istilah “ontgroening”. Groen berarti hijau untuk menggambarkan seorang murid baru. Ontgroening bertujuan untuk menghilangkan warna hijau itu.

baca juga

Melansir dari situs resmi Kemdikbud, pemerintah Hindia-Belanda pada abad ke 19 mendirikan STOVIA setelah munculnya wabah penyakit di Pulau Jawa.

Biaya mendatangkan dokter dari Eropa sangat mahal sehingga mereka harus menghasilkan dokter-dokter yang berasal dari kalangan pribumi.

Sekolah kedokteran bumiputera pertama itu membebaskan biaya pendidikan bagi mahasiswa. Tentu saja, hal tersebut menarik minat remaja-remaja pribumi, termasuk Boedi Oetomo.

Kembali soal sejarah ospek, metode perploncoan di STOVIA diceritakan oleh Jacob Samallo dalam memoar “Kenangan dari Kehidupan Siswa STOVIA 25 Tahun Lalu” pada buku Perkembangan Pendidikan Kedokteran di Weltevreden 1851-1926.

Dalam memoar tersebut, ia menggambarkan berbagai sikap dan tindakan yang harus dilakukan para murid baru kepada seniornya, seperti memanggil para senior dengan sebutan “Tuan”.

Tak hanya itu, mereka juga harus mengelap sepatu, mengatur dipan, mengisi lampu atau pelita, dan tak jarang menjadi kurir. Para junior juga harus membayarkan makanan yang sudah dipesan senior.

Selain itu, para siswa baru diperlakukan seperti militer dan penuh kedisiplinan. Meski sekolah sudah usai, terkadang mereka masih harus menghadapi apel tambahan pada pukul 00.00 malam.

Meski berada diluar lingkungan STOVIA, para murid baru wajib memakai topi seragam sebagai tanda pengenal. Jika melanggar, mereka akan dikurung di kamar selama satu sampai dua hari.

Roem menjelaskan meski perploncoan berlangsung bertahun-tahun, namun belum ada kejadian yang melampaui batas. Pengawasan yang ketat menjadi kunci agar hal-hal buruk dapat dihindarkan.

Misalnya, waktu perploncoan tidak boleh dilakukan di waktu belajar dan waktu istirahat. Perploncoan hanya dilaksanakan sampai tiga bulan karena STOVIA adalah sekolah asrama.

Perploncoan dilakukan di dalam sekolah dan asrama. Ada satu larangan dalam ospek kala itu di STOVIA, plonco tidak boleh menggunduli siswa baru.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, banyak pihak meminta agar tradisi ospek diakhiri karena tidak relevan dan kurang bermanfaat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Maba Unnes Viral di Twitter, Bawa Poster Tolak Kekerasan Seksual

Maba Unnes Viral di Twitter, Bawa Poster Tolak Kekerasan Seksual

News | Kamis, 11 Agustus 2022 | 09:12 WIB

Ospek Untirta Trending Twitter, Diduga Jemur Maba 10 Jam hingga Sita Barang

Ospek Untirta Trending Twitter, Diduga Jemur Maba 10 Jam hingga Sita Barang

Your Say | Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:39 WIB

Untirta Diduga Lakukan Perpeloncoan, Ini Panduan Ospek dari Kemenristekdikti

Untirta Diduga Lakukan Perpeloncoan, Ini Panduan Ospek dari Kemenristekdikti

Indotnesia | Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:10 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×