Benarkah Pakaian Bekas Impor Bahaya bagi Kesehatan? Ini Penjelasannya

Indotnesia

Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:53 WIB
Benarkah Pakaian Bekas Impor Bahaya bagi Kesehatan? Ini Penjelasannya
Pakaian bekas impor yang tidak dicuci berbahaya bagi kesehatan. (Pexels/mentatdgt)

Indotnesia - Menjamurnya pembelian pakaian bekas impor atau thrifting ternyata menimbulkan kontra dari Kementerian Perdagangan. Pakaian bekas impor dianggap berbahaya bagi kesehatan.

Kementerian Perdagangan memusnahkan 750 bal pakaian bekas impor pada Jumat (12/8/2022) di kawasan pergudangan Gracia di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan perdagangan pakaian bekas impor ini telah dilarang berdasarkan peraturan menteri. Tak hanya itu, dalam pengujian di Balai Pengujian Mutu Barang, sampel pakaian bekas terbukti mengandung jamur kapang.

"Dengan menghindari pemakaian pakaian bekas asal impor, konsumen dapat terhindar dari dampak buruk pakaian bekas dalam jangka panjang dan dapat melindungi industri dalam negeri,” ujarnya, seperti dikutip dari Suara.com.

Cemaran jamur kapang dapat menimbulkan gatal-gatal dan reaksi alergi pada kulit, efek beracun iritasi, dan infeksi. 

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine, terdapat risiko pada pakaian bekas yaitu infeksi mikroba, termasuk bakteri, jamur, parasit, dan infeksi virus.

Sejumlah penyakit kulit seperti dermatitis, kudis, dan penyakit jamur dapat ditularkan melalui penggunaan pakaian bekas yang tidak dicuci.

Penelitian terhadap 800 pakaian bekas (400 pakaian bekas dicuci dan 400 lainnya tidak dicuci) dilakukan di  Iran pada 2018-2019. Hasilnya, sebanyak 22 pakaian atau 2,7% positif mengandung parasit dan kontaminasi ektoparasit.

Beberapa parasit seperti telur Enterobius, Pediculus spp., dan Sarcoptes scabiei ditemukan pada pakaian yang tidak dicuci. Di sisi lain, tidak terdapat kontaminasi parasit pada pakaian bekas yang dicuci.

baca juga

Sebagai informasi, ektoparasit yang terdapat pada pakaian bekas tidak dicuci dapat menyebabkan pedikulosis, kudis, reaksi alergi parah, hipersensitivitas, dermatitis, dan infeksi sekunder pada individu yang rentan.

Pakaian bekas yang terkontaminasi Pediculus spp. tidak hanya memindahkan kutu ke inangnya, tapi juga penyakit seperti demam kambuhan dan tifus epidemik.

Sementera, Sarcoptes scabie atau tungau berkaki delapan dapat menggali ke dalam kulit inang sehingga menyebabkan rasa gatal dan lecet yang hebat.

Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah pakaian bekas dapat menularkan penyakit kulit. Pakaian bekas harus dicuci, disetrika, dan didesinfeksi untuk mengurangi kemungkinan penularan patogen ke manusia.

Pakaian memang menjadi kebutuhan penting bagi kehidupan manusia. Kebersihannya sangat penting bagi kesehatan. Sementara, sebagian orang lebih memilih membeli pakaian bekas karena alasan ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadi  Darurat Kesehatan Global, Ini 3 Fakta Wabah Cacar Monyet

Jadi Darurat Kesehatan Global, Ini 3 Fakta Wabah Cacar Monyet

Indotnesia | Senin, 25 Juli 2022 | 10:32 WIB

Tempe, Makanan Sejuta Umat yang Baik untuk Kesehatan Tubuh dan Mental

Tempe, Makanan Sejuta Umat yang Baik untuk Kesehatan Tubuh dan Mental

Indotnesia | Rabu, 13 Juli 2022 | 12:42 WIB

Kenali Penyebab Infeksi Paru-paru dan Cara Pencegahannya

Kenali Penyebab Infeksi Paru-paru dan Cara Pencegahannya

Indotnesia | Jum'at, 01 Juli 2022 | 15:34 WIB

Terkini

Latihan Timnas Belanda Memanas, Eks Striker Manchester United Hajar Rekan Sampai Cedera

Latihan Timnas Belanda Memanas, Eks Striker Manchester United Hajar Rekan Sampai Cedera

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 00:26 WIB

Aksi Bersih-bersih Suporter Jepang Dianggap Munafik, Hajime Moriyasu Sampai Buka Suara

Aksi Bersih-bersih Suporter Jepang Dianggap Munafik, Hajime Moriyasu Sampai Buka Suara

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 00:12 WIB

Baru 25 Menit Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Mikel Oyarzabal Borong Gol

Baru 25 Menit Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Mikel Oyarzabal Borong Gol

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33 WIB

Nagelsmann Jadi Bahan Omongan Gegara Pakai Jam Tangan Mewah Saat Jerman Tekuk Pantai Gading

Nagelsmann Jadi Bahan Omongan Gegara Pakai Jam Tangan Mewah Saat Jerman Tekuk Pantai Gading

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 23:20 WIB

Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499

Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 22:39 WIB

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 21:45 WIB

Coach Timo dan Jacksen F. Tiago Turun Gunung Cari Bakat Sepak Bola Putri di Women's Soccer Trilogy

Coach Timo dan Jacksen F. Tiago Turun Gunung Cari Bakat Sepak Bola Putri di Women's Soccer Trilogy

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 21:26 WIB

Terjebak Rob Bertahun-tahun, Warga Kendal  Dicarikan Tempat Tinggal Baru

Terjebak Rob Bertahun-tahun, Warga Kendal Dicarikan Tempat Tinggal Baru

Jawa Tengah | Minggu, 21 Juni 2026 | 21:08 WIB

Beda Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki, Jangan Sampai Keliru Memilihnya

Beda Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki, Jangan Sampai Keliru Memilihnya

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:50 WIB

Review Film Cocktail 2: Racikan Ego, Kesetiaan, dan Badai Asmara di Sisilia

Review Film Cocktail 2: Racikan Ego, Kesetiaan, dan Badai Asmara di Sisilia

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45 WIB