4. Biasanya mereka mencuri sesuatu, lalu disimpan di satu tempat dan tidak pernah menggunakannya.
5. Perilaku kleptomania biasanya dilakukan di tempat umum, seperti toko atau swalayan.
6. Episode atau keinginan untuk mencuri yang diderita pengidap klepto bisa datang dan pergi. Selain itu, bisa pula muncul dalam intensitas lebih besar maupun kecil.
7. Saat mencuri, pengidap kleptomania tidak mengambilnya secara paksa. Jika melakukannya, hal ini biasanya didasarkan karena keinginannya yang kuat untuk memiliki barang tersebut.
Gangguan perilaku kleptomania bisa dikendalikan dengan melakukan konseling atau bantuan psikiater. Perawatan biasanya dilakukan dengan psikoterapi dan konsumsi obat-obatan yang dapat mengatasi pemicu dan penyebabnya.