Sejarah Dangdut Koplo yang Hebohkan Istana Negara saat Momen 17 Agustus

Indotnesia | Suara.com

Kamis, 18 Agustus 2022 | 13:15 WIB
Sejarah Dangdut Koplo yang Hebohkan Istana Negara saat Momen 17 Agustus
Sejarah dangdut Koplo yang hebohkan Istana Negara saat momen 17 Agustus. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Indotnesia - Momen rangkaian upacara peringatan ulang tahun ke-77 Republik Indonesia di Istana Negara diwarnai kehebohan penampilan Farel Prayoga saat melantunkan lagu hits dangdut koplo berjudul Ojo Dibandingke ciptaan Abah Lala.

Dalam sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial, penampilan penyanyi cilik asal Banyuwangi pada Rabu (17/8/2022) itu membuat Presiden Jokowi terlihat kegirangan dan banyak pejabat tinggi negara turut berjoget menikmati musik tersebut.

Dangdut koplo saat ini memang sedang populer dan banyak didendangkan oleh masyarakat, terutama kalangan anak muda.

Sebelum terkenal seperti saat ini, dangdut koplo memiliki sejarah perjalanan yang panjang hingga akhirnya dapat bersanding dengan musik pop dan jadi kegemaran banyak orang.

Sejarah Dangdut Koplo

Dangdut koplo atau musik koplo merupakan sub aliran dalam musik dangdut yang memiliki ciri khas irama cepat dari gendangnya.

Aliran musik ini merupakan inovasi yang berkembang setelah era keroncong dangdut atau congdut yang bertambah kental irama tradisionalnya ditambah dengan masuknya unsur seni musik kendang kempul, yaitu seni musik dari daerah Banyuwangi.

Aliran dangdut koplo populer setelah dibawakan oleh grup musik orkes melayu atau dikenal dengan singkatan OM Grup. Kelompok musik ini populer dengan aksi pentasnya di panggung rakyat sekitar Lampung dan pulau Jawa, terutama di daerah Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta dan Banten.

Popularitasnya berkembang sekitar tahun 2000an saat dipromotori oleh sejumlah kelompok musik asal Jawa Timur dan semakin fenomenal setelah mulai dikenal di beberapa wilayah, seperti di Yogyakarta dan beberapa kota di Jawa Tengah lainnya.

Kesuksesan dangdut koplo juga tak lepas dari semakin maraknya VCD bajakan lagu-lagu aliran musik tersebut yang jadi pilihan alternatif lebih murah dibandingkan VCD original artis-artis nasional yang dinilai kurang ekonomis.

Bersamaan dengan maraknya VCD bajakan, kontroversi “Goyang Ngebor” milik Inul Daratista juga secara tidak langsung membuat dangdut koplo semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Untuk terus mengembangkan dangdut koplo, sejumlah musisi lokal mengembangkan aliran musik tersebut menjadi bentuk turunan yang lebih mudah diakses, dikenal sebagai pop-koplo yaitu memasukkan gaya musik pop dan gaya busana K-Pop.

Sejumlah penyanyi lokal yang kini namanya melambung dan menikmati popularitas dari YouTube dan media sosial lainnya diantaranya ada Via Vallen, Denny Caknan, Siti Badriah, Nella Kharisma dan Happy Asmara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tangis Haru Abah Lala saat Lagu "Ojo Dibandingke" Bikin Ambyar Istana Negara

Tangis Haru Abah Lala saat Lagu "Ojo Dibandingke" Bikin Ambyar Istana Negara

| Kamis, 18 Agustus 2022 | 07:46 WIB

Terkini

Dirut KAI Respons Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Keselamatan Tak Bedakan Gender

Dirut KAI Respons Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Keselamatan Tak Bedakan Gender

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:51 WIB

Bantah Indonesia Gelap, Prabowo Sindir Pihak yang Ingin Kabur: Silakan...

Bantah Indonesia Gelap, Prabowo Sindir Pihak yang Ingin Kabur: Silakan...

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:48 WIB

Bangkai Gerbong KRL Pasca Tabrakan Masih di Pinggir Rel, KAI Jelaskan Alasan Belum Dipindahkan

Bangkai Gerbong KRL Pasca Tabrakan Masih di Pinggir Rel, KAI Jelaskan Alasan Belum Dipindahkan

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:47 WIB

Dilema Ibu Bekerja dan Isu Daycare Nakal: Antara Bertahan, Percaya, & Cemas

Dilema Ibu Bekerja dan Isu Daycare Nakal: Antara Bertahan, Percaya, & Cemas

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 12:45 WIB

Kasus Medis Ilegal Finalis Putri Indonesia Riau, Wajah Belasan Orang Rusak Parah

Kasus Medis Ilegal Finalis Putri Indonesia Riau, Wajah Belasan Orang Rusak Parah

Riau | Rabu, 29 April 2026 | 12:44 WIB

Menakar Urgensi Jurnal Tulis Tangan di Era Digital, Masih Relevan?

Menakar Urgensi Jurnal Tulis Tangan di Era Digital, Masih Relevan?

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 12:42 WIB

5 Pilihan HP Terbaru yang Bisa Zoom Jauh Gambar Tetap Tajam, Tak Cuma iPhone 17

5 Pilihan HP Terbaru yang Bisa Zoom Jauh Gambar Tetap Tajam, Tak Cuma iPhone 17

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 12:41 WIB

Kenapa Elly Sugigi Gemar Sekali Bikin Pernikahan Gimik?

Kenapa Elly Sugigi Gemar Sekali Bikin Pernikahan Gimik?

Entertainment | Rabu, 29 April 2026 | 12:41 WIB

5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan

5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:37 WIB

Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot

Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:35 WIB