Spinal Muscular Atrophy, Penyakit Pelemahan Otot yang Diderita Bayi hingga Dewasa

Indotnesia | Suara.com

Senin, 05 September 2022 | 12:57 WIB
Spinal Muscular Atrophy, Penyakit Pelemahan Otot yang Diderita Bayi hingga Dewasa
Spinal Muscular Atrophy (SMA), penyakit pelemahan otot yang dapat menyerang bayi hingga orang deasa. (Pexels/Rene Asmussen)

Indotnesia - Jagat TikTok ramai dengan unggahan seorang mahasiswa semester 5 yang terpaksa cuti kuliah karena terkena Spinal Muscular Atrophy. Dia tampak kesulitan menggerakan tubuhnya sendiri.

Bulan Agustus sendiri dijadikan sebagai bulan Spinal Muscular Atrophy internasional. Mengutip dari situs resmi UGM, Spinal Muscular Atrophy  adalah penyakit otot yang ditandai oleh pelemahan otot.

Lalu, bagaimana penyakit ini bisa menyerang manusia? Apakah penyakit SMA ini bisa dicegah?

Memahami Spinal Muscular Atrophy (SMA)

Melansir Cleveland Clinic, SMA merupakan penyakit neuromuskular genetik atau diwariskan yang menyebabkan otot menjadi lemah dan tak berdaya.

Seseorang dengan SMA kehilangan jenis sel saraf tertentu di sumsum tulang belakang (neuron motorik) yang mengontrol gerakan otot. Tanpa neuron motorik, otot tidak menerima sinyal saraf yang membuat otot bergerak.

Sementara, atrophy dalam dunia medis merupakan istilah yang berarti lebih kecil. Artinya, penyakit SMA ini otot-otot tertentu menjadi lebih kecil dan lebih lemah karena jarang digunakan.

Melansir Kids Health, sebagian besar penyakit ini disebabkan oleh masalah gen, yang disebut dengan SMN1. Gen tersebut tidak membuat cukup protein untuk neuron motorik dapat bekerja secara normal.

Anak dengan penyakit SMA mendapat satu salinan gen SMN1 dari setiap orangtua. Seorang anak yang memperoleh gen SMN1 dari salah satu orangtuanya mungkin nggak akan menunjukkan gejala-gejala SMA, tapi ia dapat mewariskan gen tersebut kepada anak-anaknya.

Mengutip laman UGM, Dokter Spesialis Anak sekaligus dosen FKKMK UGM, Dian Kesumapramudya Nurputra, mengatakan penyebab SMA adalah kekurangan protein Survival of Motor Neuron yang penting untuk fungsi saraf yang mengontrol otot.

Penyakit ini termasuk langka di dunia. Di Amerika Serikat, menurut SMA Foundation, satu dari 40-50 orang (dalam 6 juta populasi) adalah pembawa gen SMA.

“Kejadiannya cukup banyak, di Indonesia itu (terjadi) pada 1 di antara 6.000 bayi yang lahir hidup hingga 1 dari 10.000 bayi itu menderita SMA, walaupun gejalanya muncul saat bayi lahir atau nanti pada saat dewasa,” ujar Dokter Dian.

Tipe Penyakit SMA

Sejauh ini, ada empat tipe Spinal Muscular Atrophy yang dapat menyerang manusia, antara lain:

Tipe 1

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sulit Tidur? Coba Konsumsi Makanan dan Minuman Ini Sebelum Tidur Malam

Sulit Tidur? Coba Konsumsi Makanan dan Minuman Ini Sebelum Tidur Malam

| Sabtu, 03 September 2022 | 20:28 WIB

Benarkah Pagi Hari adalah Waktu Terbaik untuk Buang Air Besar?

Benarkah Pagi Hari adalah Waktu Terbaik untuk Buang Air Besar?

| Sabtu, 03 September 2022 | 07:51 WIB

Hobi Pakai Kuteks? Ini 5 Tips Menjaga Kuku agar Tetap Sehat

Hobi Pakai Kuteks? Ini 5 Tips Menjaga Kuku agar Tetap Sehat

| Kamis, 01 September 2022 | 13:15 WIB

Terkini

Menanti Wajah Baru Kampung Nelayan Merah Putih di Kedungsalam

Menanti Wajah Baru Kampung Nelayan Merah Putih di Kedungsalam

Malang | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:33 WIB

Santri Lawan Kiai Cabul Ndholo Kusumo Pati: Korban dan Saksi Baru Muncul

Santri Lawan Kiai Cabul Ndholo Kusumo Pati: Korban dan Saksi Baru Muncul

Jawa Tengah | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:33 WIB

Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi

Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi

Entertainment | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:25 WIB

Usulan Pahlawan Nasional Sultan HB II Menanti Persetujuan Keraton Yogyakarta hingga Presiden Prabowo

Usulan Pahlawan Nasional Sultan HB II Menanti Persetujuan Keraton Yogyakarta hingga Presiden Prabowo

Jogja | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:23 WIB

Cushion dan Skint Tint Lebih Ringan Mana? Ini 5 Rekomendasi Ternyaman Dipakai Seharian

Cushion dan Skint Tint Lebih Ringan Mana? Ini 5 Rekomendasi Ternyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:18 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB

Beda Nasib Nadiem Makarim dan Jurist Tan: Satu Dituntut 18 Tahun, Satu Kabur ke Australia

Beda Nasib Nadiem Makarim dan Jurist Tan: Satu Dituntut 18 Tahun, Satu Kabur ke Australia

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:06 WIB

Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya

Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:05 WIB

Belanja Online Pakai Paylater: Menyelamatkan di Awal, Menegangkan di Akhir

Belanja Online Pakai Paylater: Menyelamatkan di Awal, Menegangkan di Akhir

Your Say | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:00 WIB

Jurist Tan Sekarang di Mana? Stafsus Nadiem Makarim Tersangka Kasus Chromebook Kini Buron

Jurist Tan Sekarang di Mana? Stafsus Nadiem Makarim Tersangka Kasus Chromebook Kini Buron

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:48 WIB