FTSE Russell Susul MSCI, Tunda Peninjauan IHSG di Tengah Penentuan Free Float

M Nurhadi

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:12 WIB
FTSE Russell Susul MSCI, Tunda Peninjauan IHSG di Tengah Penentuan Free Float
Indeks FTSE Russell [Kaohoon Internasional]
baca 10 detik
  • FTSE Russell menunda peninjauan indeks Indonesia Maret 2026 karena ketidakpastian porsi saham publik dan reformasi bursa.
  • Penangguhan ini menghentikan rebalancing, pembekuan perubahan segmen saham, dan penyesuaian bobot investasi indeks.
  • Keputusan ini didasari kekhawatiran metodologi *free float* baru yang berpotensi menimbulkan *turnover* tidak terukur di pasar.

Suara.com - Lembaga penyedia indeks global, FTSE Russell, secara resmi mengumumkan penundaan peninjauan (review) indeks Indonesia (IHSG) untuk periode Maret 2026.

Langkah ini diambil menyusul tingginya ketidakpastian terkait penentuan porsi saham publik (free float) serta potensi gangguan perdagangan di tengah proses reformasi besar-besaran yang sedang dilakukan otoritas bursa.

Keputusan penangguhan ini didasarkan pada masukan dari Komite Penasihat Eksternal (External Advisory Committees) yang mencermati rencana kebijakan baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak akhir Januari 2026 lalu.

Aturan Exceptional Market Disruption

Dalam pengumuman resminya, FTSE Russell merujuk pada Aturan 2.4 mengenai Exceptional Market Disruption. Kebijakan ini diberlakukan apabila kondisi pasar dinilai tidak memungkinkan bagi klien atau investor untuk melakukan transaksi secara optimal.

Dampak langsung dari keputusan ini meliputi:

  1. Penghentian Rebalancing: Tidak akan ada penambahan atau penghapusan saham emiten Indonesia dalam indeks FTSE untuk sementara waktu.
  2. Pembekuan Perubahan Segmen: Perubahan klasifikasi saham dari kapitalisasi besar (big cap), menengah, hingga kecil ditangguhkan.
  3. Penundaan Penyesuaian Bobot: Aksi korporasi seperti right issue, perubahan jumlah saham beredar, serta penyesuaian bobot investasi tidak akan diterapkan hingga situasi dinilai lebih stabil.

Meski demikian, FTSE Russell tetap akan menghapus emiten yang mengalami kondisi khusus seperti merger, kebangkrutan, delisting, atau suspensi permanen. Pembagian dividen, baik reguler maupun spesial, juga tetap diproses sesuai jadwal.

Penundaan ini mencerminkan kekhawatiran global terhadap metodologi penentuan free float yang tengah digodok pemerintah.

FTSE Russell mengkhawatirkan adanya lonjakan perputaran modal (turnover) yang tidak terukur dan ketidakjelasan porsi saham yang benar-benar bisa diperdagangkan oleh publik.

baca juga
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur dan mayoritas investor memilih untuk melakukan aksi jual pada Kamis (29/1/2026). Foto Rina-Suara.com
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur dan mayoritas investor memilih untuk melakukan aksi jual pada Kamis (29/1/2026). Foto Rina-Suara.com

Langkah FTSE Russell ini memperpanjang deretan sentimen negatif bagi pasar modal Indonesia.

Sebelumnya, sejumlah lembaga keuangan raksasa seperti Goldman Sachs, UBS, Moody’s, hingga Nomura mulai mengambil sikap waspada.

Hal ini dipicu oleh peringatan keras dari MSCI yang bahkan sempat menyinggung potensi penurunan status Indonesia dari pasar berkembang (Emerging Market) menjadi pasar perbatasan (Frontier Market).

Otoritas bursa kini berpacu dengan waktu untuk memberikan kepastian regulasi. FTSE Russell menyatakan akan terus memantau perkembangan reformasi di Jakarta dan berjanji memberikan informasi terbaru menjelang evaluasi kuartalan berikutnya.

"Pembaruan informasi akan disampaikan menjelang pengumuman peninjauan kuartalan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026, yang dijadwalkan pada Jumat, 22 Mei 2026," tulis pernyataan resmi tersebut, Selasa (10/2/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEI Temui MSCI Pekan Ini, Bahas Transparansi Pemegang Saham

BEI Temui MSCI Pekan Ini, Bahas Transparansi Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 07:54 WIB

IHSG Akhirnya Rebound ke Level 8.000, Cek Saham yang Cuan

IHSG Akhirnya Rebound ke Level 8.000, Cek Saham yang Cuan

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 17:03 WIB

IHSG Rebound ke Level 8.000 di Sesi I, 440 Saham Hijau

IHSG Rebound ke Level 8.000 di Sesi I, 440 Saham Hijau

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 12:54 WIB

Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia

Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 07:36 WIB

Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia

Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:06 WIB

IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun

IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2026 | 12:51 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×