Indotnesia - Kenaikkan harga BBM menimbulkan banyak kritik dari masyarakat. Akhirnya, banyak orang berpikir untuk mengganti kendaraannya dengan kendaraan listrik.
Kendaraan listrik adalah sarana transportasi yang menggunakan dinamo sebagai bahan penggeraknya. Jenis ini digadang-gadang sebagai model kendaraan masa depan.
Pasalnya, selain tidak menggunakan bahan bakar minyak kendaraan listrik juga diketahui memiliki banyak keunggulan, diantaranya:
1. Suara kendaraan lebih halus
2. Ramah lingkungan
3. Perawatan mudah dan murah
Seorang YouTuber terkenal Deddy Corbuzier, melalui akun Instagram pribadinya bahkan dia mempromosikan untuk beralih menggunakan kendaraan listrik. Terlepas itu merupakan sebuah endorse produk.
“Pusing harga bensin naik terus! Udah paling bener emang pake kendaraan listrik aja biar nggak pusing bayar bensin!” tulis mantan pesulap itu di unggahan Instagram pada (27/8/2022).
Sementara, Gilang Bhaskara seorang komika melalui cuitannya mempertanyakan solusi kenaikan harga BBM dengan beralih ke kendaraan listrik.
“Kok bisa ada orang dengan mudahnya menyarankan solusi dari kenaikan harga BBM adalah dengan pindah ke kendaraan listrik?” tulis akun @gilbhas pada (7/9/2022).
Pertanyaan selanjutnya, benarkah kendaraan listrik dapat menjadi solusi dari kenaikan BBM yang terjadi di Indonesia? Mengutip dari Suara.com, Young People's Trust for the Environment sebuah organisasi nirlaba di Inggris mengungkap sejumlah kendala atau kekurangan pada kendaraan listrik.
1. Harga kendaraan listrik lebih mahal
Meski biaya perawatan mudah dan murah, tetapi harga beli kendaraan listrik lebih mahal dari kendaraan berbahan bakar bensin.
2. Waktu berkendara terbatas
Kendaraan listrik tidak bisa digunakan untuk perjalanan jauh karena dalam satu kali pengisian daya rata-rata mobil listrik saat ini baru mampu menempuh jarak 150 km atau sekitar seratus mil. Sementara stasiun pengisian daya baterai masih terbatas, terutama di Indonesia.
3. Bahan baku baterai masih langka
Kandungan lithium yang digunakan untuk bahan baku baterai kendaraan listrik baru dipasok dari beberapa negara saja. Paling banyak dari Chili sebagai negara penghasil terbesar sebanyak 8.800 ton per tahun dan beberapa didatangkan dari Argentina dan Cina.
4. Pembuatan kendaraan listrik menciptakan emisi
Komponen bahan baku pembuatan kendaraan listrik kebanyakan berasal dari tambang. Selain itu, perlu adanya pemurnian bahan baku sebelum bisa digunakan dan proses ini mengeluarkan cukup banyak gas rumah kaca.
5. Masih ada energi kotor dari penciptaan tenaga listrik
Beberapa negara masih menggunakan batu bara dan sumber energi kotor untuk pembangkit tenaga listrik.
Demikian kelebihan dan kekurangan kendaraan listrik yang bisa Anda jadikan pertimbangan sebelum beralih ke dari kendaraan berbahan bensin ke kendaraan tenaga listrik.