Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 22 Juni 2026 | 16:53 WIB
Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian
Ilustrasi. Sektor properti nasional mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan seiring membaiknya daya beli masyarakat dan berlanjutnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Kondisi ini mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap hunian, terutama di kawasan yang memiliki akses langsung ke jaringan jalan tol. Foto ist.
baca 10 detik
  • Properti nasional pulih, didorong daya beli dan pembangunan infrastruktur.
  • Akses tol terbukti menjadi faktor utama kenaikan nilai properti.
  • Paramount Petals siapkan klaster baru jelang operasional tol langsung.

Suara.com - Sektor properti nasional mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan seiring membaiknya daya beli masyarakat dan berlanjutnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Kondisi ini mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap hunian, terutama di kawasan yang memiliki akses langsung ke jaringan jalan tol.

Bank Indonesia mencatat Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal I 2026 masih tumbuh positif. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan rumah tapak serta pembangunan infrastruktur yang terus memperkuat konektivitas kawasan penyangga ibu kota.

Sejumlah riset industri juga menunjukkan bahwa pembangunan jalan tol menjadi salah satu faktor utama yang mampu mendongkrak nilai properti. Kawasan yang terhubung langsung dengan akses tol umumnya mengalami kenaikan harga lahan dan hunian karena menawarkan waktu tempuh yang lebih singkat serta mendorong aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Fenomena tersebut terlihat di koridor barat Jakarta yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kehadiran kawasan industri, pusat komersial, hingga proyek infrastruktur strategis membuat kawasan ini semakin diminati baik oleh masyarakat yang mencari hunian maupun investor yang memburu potensi kenaikan nilai aset jangka panjang.

Melihat tren tersebut, Paramount Petals bersiap meluncurkan klaster hunian terbaru di kawasan South Paramount Petals. Pengembangan dilakukan seiring semakin matangnya infrastruktur kota mandiri seluas sekitar 400 hektare tersebut, termasuk kesiapan akses tol langsung menuju ruas Jakarta-Tangerang KM 25 yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2026.

Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, mengatakan peluncuran klaster terbaru dilakukan setelah kawasan tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi infrastruktur maupun aktivitas ekonomi.

"Kehadiran klaster terbaru ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan, menyusul kesuksesan Paramount Petals dalam menghadirkan empat klaster terdahulunya, yakni Aster, Canna, Gardenia, dan Lily," ujar Ferry, Senin (22/6/2026).

Klaster anyar tersebut akan dibangun di Jalan Boulevard Sakura yang berada di pusat kawasan South Paramount Petals. Lokasi ini disebut menawarkan keseimbangan antara lingkungan hunian yang nyaman dan tenang dengan kemudahan akses menuju berbagai fasilitas perkotaan.

Salah satu daya tarik utama proyek tersebut adalah konektivitas yang semakin kuat. Klaster ini terhubung langsung dengan jalan boulevard utama yang mengarah ke akses tol Paramount Petals menuju ruas Jakarta-Merak. Saat ini akses tol tersebut telah memasuki tahap finalisasi uji operasional dan uji laik fungsi sebelum beroperasi penuh.

baca juga

Menurut Paramount Land, keberadaan akses tol langsung akan meningkatkan mobilitas penghuni sekaligus memperkuat prospek investasi kawasan dalam jangka panjang.

"Hadir di saat infrastruktur utama telah terbentuk, fasilitas kota telah banyak beroperasi, berbagai aktivitas ekonomi mulai tumbuh di kawasan, komunitas semakin bertumbuh, dan akses tol langsung Paramount Petals telah siap beroperasi," kata Ferry.

Selain akses tol, pembangunan infrastruktur pendukung juga terus dipercepat. Jalan boulevard yang menghubungkan kawasan selatan, utara, dan barat Paramount Petals masih dalam proses pembangunan, sementara gerbang South Junction telah beroperasi.

Pengembang juga melengkapi kawasan dengan berbagai fasilitas penunjang seperti jaringan utilitas bawah tanah, kabel optik, sistem air bersih, jalur sepeda, jogging track, ruang terbuka hijau, hingga kolam retensi untuk pengendalian banjir.

Di sisi lain, aktivitas ekonomi kawasan turut berkembang dengan beroperasinya berbagai fasilitas publik dan tenant komersial. Saat ini penghuni telah dilayani oleh fasilitas kesehatan, pusat komunitas, pasar modern, serta berbagai gerai makanan dan ritel yang mendukung kebutuhan sehari-hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:48 WIB

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:50 WIB

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:29 WIB

Terkini

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:48 WIB

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:41 WIB

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:00 WIB

Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek

Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 15:19 WIB

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:40 WIB

Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis

Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:26 WIB

Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya

Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:25 WIB

Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker

Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:16 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:08 WIB

Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?

Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:08 WIB