5. Marah atau bosan dengan keadaan.
Sedangkan berdasarkan survei Julia Omarzu, psikolog dari Loras College, Amerika Serikat ada 5 alasan mengapa seseorang berselingkuh, yaitu:
1. Kurangnya kepuasan emosional dalam pernikahan.
2. Hasrat untuk mendapatkan validasi atau pengakuan dari orang lain.
3. Kurangnya kepuasan seksual dan hasrat untuk mendapatkan hubungan seksual tambahan.
4. Menemukan cinta yang baru dan melupakan perasaan cinta dengan pasangan.
5. Balas dendam karena merasa disakiti atas perilaku pasangan.
Mendapati pasangan berselingkuh memang bukan situasi yang mudah. Mungkin kamu masih berharap hubungan pernikahan dapat diperbaiki.
Atau sebaliknya, kamu mungkin sudah tidak tertarik lagi untuk menetap dalam hubungan tersebut.
Jika kamu tidak yakin untuk bagaimana mengatasi situasi tersebut, kamu dapat melewatinya dengan melakukan hal-hal berikut ini:
1. Bicarakan kepada pasangan apa yang sedang terjadi. Jika dibutuhkan, libatkan konselor pernikahan atau pihak ketiga yang dapat membantu memberikan jalan tengah bagi hubungan kalian.
2. Tanyakan kepada pasangan apakah ia menginginkan untuk melanjutkan hubungan. Pasalnya sejumlah orang selingkuh karena ingin mengakhiri hubungan, sehingga penting untuk mengetahui bagaimana perasaannya.
3. Tanyakan kepada diri sendiri apakah kamu dapat mempercayai kembali pasangan yang telah berselingkuh. Tentunya, jika perselingkuhan telah berulang kali terjadi dan tidak ada perubahan lebih baik dari pasangan, sebaiknya akhiri.
4. Minta pendapat ahli tentang situasi hubungan yang sedang kamu jalani. Konseling pernikahan sangat disarankan, terutama jika kamu ingin memperbaiki hubungan setelah perselingkuhan.
Itulah alasan mengapa seseorang bisa selingkuh, bahkan setelah menjalin ikatan pernikahan. Perilaku tersebut tentunya bukan hal yang patut untuk dilakukan karena hanya akan menyakiti pasangan.